HADIS-HADIS TENTANG MELAKNAT ORANG TUA (Kajian Ma'ani al-Hadis)

MUHAYATUN, NIM. 00530117 (2004) HADIS-HADIS TENTANG MELAKNAT ORANG TUA (Kajian Ma'ani al-Hadis). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (3MB) | Preview
[img] Text
BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (6MB)

Abstract

Sebagai sumber yang kedua sesudah al-Qur'an, hadis masih memerlukan suatu pemahaman yang sesuai dengan konteksnya karena sesungguhnya Islam adalah agama yang modemis. Hal ini tidak terlepas dari adanya periwayatan hadis secara billafzi dan secara bil-ma'na. Misalnya hadis tentang melaknat orang tua. Oleh karena itu penelitian ini berusaha mendeskripsikan bagaimana pemaknaan terhadap hadis-hadis tentang melaknat orang tua serta bagaimana relevansinya terhadap kehidupan sekarang ini. Proses pemahaman hadis tersebut diawali dengan penelusuran hadis-hadis yang setema melalui metode penelusuran tema hadis dengan menggunakan kitab Miftiih Kuniiz al Sunnah dan lafaz melalui kata dan dengan menggunakan kitab Mu'jam Mufahras Li Alfii? al-fadls al-Nahawr scrta dibantu dengan CD Program Mausuk,ah al-H.adls ai-Syarif,. yang menghasilkan bahwa hadis tentang melaknat orang tua terdapat dalam kitab S.aW Bukhiiii, Muslim, Sunan TurmuZ, Musnad AlJmad bin lfanbal, dan Sunan Abii Dawud. Sebelum metode Ma 'iini ai-Jfadls diterapkan, hadis tersebut sudah diketahui keotentikannya, yaitu sahih yang dilanjutkan dengan analisis !11atan melalui kajian bahasa (linguistik) berupa kajian kata-kata kunci dalam matan, dan kajian historis, kemudian digeneralisasikan kandungan hadisnya untuk memperoleh pesan moral. Penelitian ini menemukan bahwn kata laknat yang terdapat dalam hadis mempunyai makna yang dapat menjauhkan dari rahmat Allah dan ketika ditujukan kepada orang maka mempunyai makna caci maki, kutukan, doa yang jelek yang merupakan salah satu bentuk durhaka kepada orang tua secara tidak langsung. Seorang anak tidak seharusnya dilaknat yang notahene sebenamya merupakan harta perhiasan maupun ujian yang diamanatkan Allah kepada orang tua untuk dididik, bimbing, pelihara dan kontrol. Ketika anak sudah menjalankan kewajibannya maka anak seharusnya mendapatkan haknya. Demikian pula seorang anak tidak seharusnya melaknat orang tua lain yang kemudian terhadap orang tua sendiri maupun orang tua lain dimana kedua orang tua merupakan orang yang telah mengandung dan melahirkan serta telah menjalankan kewajibannya dengan baik sehingga sudah seharusnya mendapatkan haknya yaitu suatu penghormatan dari anak-anak mereka buk~m sebaliknya yaitu laknat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. indal Abror, M. Ag
Uncontrolled Keywords: orang tua, laknat, hadis tentang laknat
Subjects: Tafsir Hadist
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Tafsir Hadist (S1)
Depositing User / Editor: Edi Prasetya [edi_hoki]
Date Deposited: 11 Jul 2017 04:41
Last Modified: 13 Jul 2017 06:13
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/26179

Actions (login required)

View Item View Item