KONSEP OTENTISITAS WAHYU TUHAN DALAM HERMENEUTIKA HASSAN HANAFI

MUSTOFA, NIM. 01530518 (2005) KONSEP OTENTISITAS WAHYU TUHAN DALAM HERMENEUTIKA HASSAN HANAFI. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (5MB) | Preview
[img] Text
BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (10MB)

Abstract

Kitab suci al-Qur'an, Tamat, Injil, dan kedua Kitab Perjanjian Lama dan Baru mcrupakan bcntuk dokumcmtasi wabytr Tuhan tertulis yang senantia a memberikan petunjuk, ajaran moral, scrta memberikan bimbingan kepada manusia. Namun tak bisa dipungkiti bahwa wahyu Tuhan tersebut -dalam perjalanannya- mengalarni adanya perubahan dan pergantian serta dcfonna. i ajaran dan alienasi prakl k. Pcrubahan dan pergantian terscbut, diasumsikan Hassan Hanafi, Lelah dicampuri (intcrvented) oleh p'ihak laiJl scrnisal dari para nabj, maupw1 dari naratorny.a. Kon eku nsi dari basil pemahaman yang diperoleh kitab sucileh karenanya- menjadi sia-sia. Mcnafsirkan k.itab suci - selanjutnya- akan menjadi tidak mungkin terjadi hila tidak ada kepastian mengenai keaslian redaksi kitab suci. Oleh sebab itu, Hassan Hanafi dengan menggunakan berbagai langkal1 teori hermeneutikanya, berupaya mengungkap kepalsuan dan ketidak aslian yang teLjadi, untuk mencnlukan keotentikan wahyu Tuhan tersebut. Pcrsoalan rnengenai seperti apa gambaran hermeneutika yang digunakan Hassan Hana:fi yang kcmudian dia umsikannya scbagai langkah-langkah tepat dalam mcmahami wahytJ uh an dan bagaimana konsersi Hassan Hanafi atas otentisitas wahyu Tuhan scbagai wujud implikasi dari kajian hermcneutikanya, akan diteliti dan dikaji dalam skrip< i ini lcngan mcnggunakan model p n lit ian pustaka (library) dan mcngambil bent ukmel depan lilian yang bcrsifal dcs kriptif-analilis. Oari r ersoalan yang ada ditem ukan hasil bahwa hermcnutika bagi Hassan Hanafi bukan hanya ilmu int erpretasi/teori pemahaman an sich, akan tetapi -lebih lanjut, merupakan ilmu anrb ruf ya menjelaskan pcncrimaan wahyu Tuhan sejak dari tingkat per 1pai k lin kal dunia. L bih lanjul, hermcneutika menurut Hanafi m rupa an WUJUd dcsknpsi proses henncnc utik sebagai ilmu pcngetahuan yang rasional, formal, obyektif dan universal. Hermeneutika Hanafi tidak membatasi perbincangan mengcnai model dan varian pemahaman tcrtent u at as teks semata, namun, hcnncncutikanya juga berkaitan dengan upaya pcnyelidikan sejarah teks unt uk menjamin otentisitasnya sampai penerapan hasil penafsiran dalam kehidupan manusia. Hal ini dilakukannya, karena Hanafi menginginkan sckaligus rncnawarkan e:H.l any konscpsi penafsiran yang bersifat objektif, lepat (rigirou. ;), dan universal unluk memahami beberapa teks suci keagamaan. Konspsi lercbul - berikutnya- mengkonsckucnsi an akan adanya kritik historis, kritik eidetik dan krilik praksi ', Dcngan ke'liga langkah krilik tersebut, analisis hermeneutika bisa menjadi langkah anulisis yang aksiomatik. Menentukan keotentikan kitab suci hanya dapal dibuktikan mclal ui krilik scjarah. Kritik sejarah haruslah terbebas dari hal yang semata-mata berbau teologis filosofis, mistik dan spiritual. Keotentikan wahyu Tuhan tidak dijamin oleb takdir T uhan. 13agi Hanafi, wahyu Tuhan dikatakan sebagai wahyu yang otentik, adalah jika wahyu tersebut memenuhi persyaratan sebagai berikut; pertama, kata-kata yang diucapkan oleh sang rasul/nabi adalah kata-kata yang in verbatim (pcrsis dcngan kat a-katti yang diucapkan pcrtama kali). Kcdua pcrkataan dar· w h u yang diterima ra. ul/nabi tidak rnclcwali rnaa pcngalihan ·ecara IL an, namun ditulis pada saat pengucapannya. Kctiga, pada pengalihan melalui l ulisan, teks-teks lersebut harus beri,i kala-ka a yang secant harfiah sama dengun yang diu apkan Nabi. Keemput, perjalanan dari pengalihan lisan ke tulisan narus dil.akukan scsuai aturan-aturan pcngalihan lisan. Teks-teksnya harus diketahui dan harus identik. Degit u juga naratornya haruslah orang yang hid up pada zaman yang sama di saat dituturkannya kejadian-kejadian dalam teks, serta harus bcrsikap netral dalam penceritaannya. Dengan kritik historis tcrhadap kitab suci di atas tcrscbut, Hanafi., berkesimpulan bahwa hanya kitab suci al-Qur'anlah yang memenuhi semua persyaratan dan oleh karenanya, ai-Qur'an merupakan kitab suci yang otentik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. Muhammad mansur, M. Ag
Uncontrolled Keywords: injil, wahyu tuhan, al quran, hassan hanafi
Subjects: Tafsir Hadist
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Tafsir Hadist (S1)
Depositing User / Editor: Edi Prasetya [edi_hoki]
Date Deposited: 11 Jul 2017 06:16
Last Modified: 13 Jul 2017 06:21
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/26203

Actions (login required)

View Item View Item