PEMIKIRAN KEAGAMAAN IMAM AL-SYAFI'I - - DALAM QAUL QADIM DAN QAUL JADID ( Telaah Sosiologi Pengetahuan)

ADE AHMAD MUBAROK, NIM. 9852 2780 (2004) PEMIKIRAN KEAGAMAAN IMAM AL-SYAFI'I - - DALAM QAUL QADIM DAN QAUL JADID ( Telaah Sosiologi Pengetahuan). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (PEMIKIRAN KEAGAMAAN IMAM AL-SYAFI'I - - DALAM QAUL QADIMDAN QAUL JADID ( Telaah Sosiologi Pengetahuan))
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (PEMIKIRAN KEAGAMAAN IMAM AL-SYAFI'I - - DALAM QAUL QADIMDAN QAUL JADID ( Telaah Sosiologi Pengetahuan))
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (10MB)

Abstract

Imam Al-Syafi'i memberikan sebuah ketetapan bahwa sumber hukum Islam itu adalah Alquran, Swmah, Ijma', dan Qiyas. Dengan mendasarkan dirinya pada keempat sumber hukum Islam ini pulalah ia kemudian memetakan sebuah metodologi di dalam menetapkan sebuah aturan hukum dalam kehidupan ummat Islan1 yang mana sumber yang pertama harus di dahulukan daripada sumber kedua, bila suatu ketetapan tidak terdapat dalam Alquran maka al-Sunnah sebagai sumber kedua baru kemudian dijadikan rujukan begitu seterusnya hingga pada Qiyas. Sehingga Qiyas menjadi tidak akan berlaku bila salah satu dari kctiga swnber hukum diatas ketetapan itu sudah terdapat. Pada petjalanan waktu dan perbedaan tempat, Iman1 AI-Syafi'i temyata membuat suatu ketctapan dalam hukum Islam--yang lebih dikcnal dengan istilah fiqh-yang berbeda, 'ketetaprumya yang pertan1a disebut dengan Qaul Qadfm beliau tulis di Irak dan ketetapan-ketetapannya yang kedua disebut Qaul .fadid di tulis di Mesir. Qaul-qaul yang merupakan sebuah produk dari pemikiran keagamaan Imam AI-Syati'i tersebut kemudian dalrun penelitian ini berusaha untuk dianalisis dcngan sebuah metode Sosiologi Pengetahuan. Penelitian ini mencoba mencari kaitan antara pernikiran keagaamaan dalam diri Imam Al-Syafi'i dengan tindakan dan perilaku sosialnya, juga dicoba dianalisis apakah kemudian ada unsur-w1sur lain di luar diri Imam Al-Syati'i y ng baik secara sadar ataupun tidak ia iku mcmpengaruhi perubahan Qaul Qadim mcnjadi sebuah qaulyang baru yaitu Qaul.fadid Penggambaran suat u kondisi sosio-historis dari masyarakat yang berada di Irak memang menmtjukkan sebuah kepesatan dan perkembangan yang mengarah pada rasionalitas kchidupannya, namun di Mesir rasionalitas it u mcndapatkan peluang yang lebih besar dcngan bebasnya masyarakat Mesir unt uk bcrkrcasi dan berpendapat tanpa adanya tckanan dari para elit politiknya. Mesir menjadi tempat yang sangat nyaman bagi Imam Al-Syafi'i di dalam menuangkru1 segala bentuk pemikiran yang ada dalam dirinya. Metodologi penetapan hukum Islam yang dia tawarkan memang menjadi patokan dasar bagi sebagian besar perubahan yang terjadi dalan1 qaul-qaulnya (Qadim drul Jadid), namun dalam ijtihadnya pula kadrulg ia mengabaikan metodologinya tersebut sehingga ketidakkonsistenan nampak pula sebagai bagian dari kepribadian Iman1 Al-Syafi'i, dengan berbagai sebab tentw1ya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. H. Chomaidi Syarif Romas, M. Si,
Uncontrolled Keywords: Pemikiran keagamaan, Imam Al-Syafi'i
Subjects: Perbandingan Agama
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Perbandingan Agama (S1)
Depositing User / Editor: Drs. Bambang Heru Nurwoto
Date Deposited: 11 Jul 2017 06:29
Last Modified: 11 Jul 2017 06:29
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/26204

Actions (login required)

View Item View Item