STRUKTURALISME TRANSEDENTAL: UPAYA MENERAPKAN AJARAN ISLAM DALAM TRANSFORMASI SOSIAL UMAT ISLAM DI INDONESIA (Studi Pemikiran Kuntowijoyo)

MUTIAKHIDUL FAHMI, NIM. 99522854 (2004) STRUKTURALISME TRANSEDENTAL: UPAYA MENERAPKAN AJARAN ISLAM DALAM TRANSFORMASI SOSIAL UMAT ISLAM DI INDONESIA (Studi Pemikiran Kuntowijoyo). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text
BAB I, VI, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (13MB) | Preview
[img] Text
BAB II, III, IV, V.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (49MB)

Abstract

Perselisihan dan perbedaan dalam memahami penafsiran AI-Qur'an sudah teijadi sepanjang sejarah Islam. Perbedaan latar sosio-historis akan melahirkan corak pemahaman dan penafsiran yang berbeda pula. Dengan demikian, terjadinya shifting paradigm (pergeseran paradigma) dalam metodologi memahami Al-Qur'an adalab suatu keharusan historis untuk bisa menyadari tuntutan masyarakat pada penggal sejarah tertentu. sehingga diperlukan kreativitas dan inovasi yang berkesinambungan dalam melodologi memahami Al-Qur'an. Dari fenomena tersebut, muncullah para pemikir Muslim kontemporer - seperti Hassan Hanafi, Muhammed Arkoun, Fazlur Rahman, Nasr Hamid Abu Zayd, Amina Wadud Muhsin, Asghar Ali Enginer dan Farid Esack. yang berupaya merurnuskan metodologi baru dalam penafsiran Al-Quran. Mereka mencoba mengintroduksi henneneutika secara definitif untuk menjelaskan metodologi penafsiran Al-Qur'an yang lebih sistematis. Hermeneutika sebagai ilmu tafsir, pada akhimya hanya merupakan sebuah metode untuk memahami teks dan tidak Iebih dari itu, terkecuali di tangan Hassan Hanafi yang nantinya rnernpunyai pretensi kepada transformasi sosial dan Farid Esack yang menjadikan hermeneutika sebagai aksi pembebasan. Berangkat dari henneneutika yang hanya berhenti kepada pemahaman, Kuntowijoyo menawarkan gagasan yang disebutnya sebagai metode Strukturalisme Transendental yang digunakan untuk menerapkan ajaran Islam (dalam teks) yang merujuk ke gejala sosial lima betas abad yang lalu di Arab kepada konteks sosial masa kini (nowness) dan di sini (hereness). Dalam penerapan ajaran Islam ini, terdapat jarak sosio-historis di antara kebua masyarakat tersebut. Karena, Arab pada masa itu merupakan masyarakat pra-industri, masyarakat kesukuan (tribal society), dan homogen, sedangkan sekarang kita menghadapi masyarakat industrial (bahkan sudah memasuki masyarakat pasca-industrial), masyarakat kenegaraan (civil sociely), dan masyarakat heterogen.. Adanya jarak sosi<rhistoris ini. menunjukkan bahwa terdapat pula gerak transfonnasi sosial yang panjang. Dengan melihat adanya jarak sosio-historis yang sangat jauh tersebut, skripsi ini akan mencoba melakukan eksperimen terhadap metode Strukturalisme Transendental yang digunakan untuk menerapkan ajaran sosial Islam ( dalam pernikiran Kuntowijoyo) - yang berpijak dari Q. s. Ali lmran {3]: 110 dan dijadikan sebagai rumusan etika profetik (yang terdiri dari humanisasi, liberasi. dan transendensi) - dalam transformasi sosial umat Islam di Indonesia. Transfonnasi sosial umat Islam ini, merupakan konscpsi Kuntowijoyo tentang kesadaran keagamaan umat Islam yang dibagi menjadi tiga periode (periode mitos, periode ideologi dan periode ilmu). Namun dalam penclitian skripsi ini, dibatasi secara sinkronik pada 1960-an (yang disebutkan Kuntowijoyo sebagai munculnya wacana periode ilrnu) hingga masa sekarang. Sebelum dilakukan eksperimen tersebut, tentunya akan muncul pertanyaan sebagai sebuah mctode, bagairnana Jatar belakang kelahiran metode Strukturalisrne Transendental dan prinsip-prinsip dasar apa yang dijadikan sebagai landasan. Maka dari itu, skripsi ini akan mengkaji terlebih dahulu Jatar belakang dan Jandasan pemikiran metode Strukturalisme Transendental. Permasalahan ini rnerupa.kan salah satu problem yang harus diselesaikan sebelum melihat bagaimana menerapkan ajaran sosial Islam dalam transformasi sosial umat Islam. Setelah itu, dilanjutkan dengan pembahasan mengenai ajaran sosial Islam yang merupakan etika profetik - terdiri dari humanisasi yang bersifat teosentris, liberasi yang disemangati oleh teologi pembebasan (namun diganti Kuntowijoyo menjadi a Ia ilmu sosial), dan transendensi yang menjadi pemandu arah ke mana dan untuk tujuan apa kedua unsur sebelumnya (humanisasi dan liberasi) bergerak. Dengan sifat deskriptif kemudian penelitian ini, mendefinisikan transformasi sosial umat lslam dengan menjelaskan terlebih dahulu posisi paradigma yang digunakan Kuntowijoyo dalam membaca transformasi sosial umat Islam di Indonesia, serta memaparkan scmua gejala dominatif transfonnasi sosial yang terjadi di antara pembatasan mulai munculnya wacana periode ilmu hangga sekarang. Sebagai proses penelitian, akhimya akan dikaji upaya eksperimen menerapkan ajaran sosial Islam dalam transformasi sosial wnat Islam dengan menggunakan metode Strukturalisme Transendental yang muncul sebagai konstruksi teori Al-Qur'an (Quranic theory building) pemikiran Kuntowijoyo tentang Paradigma AI-Qur'an. Eksperimen ini, melakukan kategorisasi upaya hwnanisasi, hberasi maupun transendensi dalam transformasi sosial umat Islam, sehingga didapkan contoh untuk menerapkan ajaran sosial Islam da1am menyongsong transformasi sosiaJ umat Islam mendatang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. H. Chumaedi Syarif Romas, M.Si
Uncontrolled Keywords: umat, agama islam, pembelajaran agama
Subjects: Perbandingan Agama
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Perbandingan Agama (S1)
Depositing User / Editor: Edi Prasetya [edi_hoki]
Date Deposited: 11 Jul 2017 14:20
Last Modified: 13 Jul 2017 13:23
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/26215

Actions (login required)

View Item View Item