TRADISI RUWATAN SANTRI DI BEDINGIN KELURAHAN TIRTOMOYO KECAMATAN TIRTOMOYO KABUPATEN WONOGIRI

AHMAD IRFANDI, NIM. 9752 2346 (2004) TRADISI RUWATAN SANTRI DI BEDINGIN KELURAHAN TIRTOMOYO KECAMATAN TIRTOMOYO KABUPATEN WONOGIRI. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (TRADISI RUW ATAN SANTRI DI BEDINGIN KELURAHAN TIRTOMOYO KECAMATAN TIRTOMOYO KABUPATEN WONOGIRI)
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (6MB) | Preview
[img] Text (TRADISI RUW ATAN SANTRI DI BEDINGIN KELURAHAN TIRTOMOYO KECAMATAN TIRTOMOYO KABUPATEN WONOGIRI)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (5MB)

Abstract

Dalam penulisan sk.Iipsi in1 penulis berangkat dari budaya masyarakat yang masih ada dan terns berkembang hingga saat ini terutama masalah upacara (ritus).Upacara merupakan suatu tindakan atau aktifitas manusia dalam, melaksanakan kebaktian terhadap Tuhan, Dewa·Dewa, roh nenek moyang atau makhluk halus Iainnya dan dalam usahanya untuk berkomunikasi dengan Tuhan dan penghuni alam gaib. Di antara upacara- upacara yang masih ada sampai saat ini adalah upacara ruwatan. Ruwatan ini merupakan suatu tradisis upacara yang dilaksanakan oleh sebagian anggota masyarakat (Jawa dan Bali) pada umumnya, tujuannya W1tuk menghilangkan suatu keburukan, kemalangan, noda dan lain-lain yang ada dalanl. diri dan keluarganya, atau yang sering disebut dengan istilah upacara tolak bola maksudnya meminta perlindungan keamanan dan keselamatan dari Tuhan atau Dewa agar terhindar segala marabahaya. Dalam pelaksanaan ruwatan itu sendiri digolongkan menjadi tiga, yaitu: pelaksanaan ruwatan hanya dengan selamatan saja (rasuian),' ru mlan yang disertai dengan pementasan wayang beber dan ruwatan dengan pementasan wayang kulit atau wayang gedog. Narnun demikian ada lagi cara melaksanakan upacara ruwatan yang lain dari ketiga cara tersebut di atas, upacara ruwatan itu adalah ruwatan santri seperti yang dilakukan oleh sebagian warga Dukuh Bedingin Tirtomoyo dan sekitamya . Sebagai suatu tradisi yang masih ada hingga saat ini sudah tentu ada faktor pendukungnya . Begitu pula upacara ruwatan santri yang dilakukan oleh warga masyarakat Bedingin yang terkenal sebagai masyarakat agamis, karena penduduknya mayoritas dan bahkan bisa dikatakan seluruhnya beragama Islam. Namun demikian mereka masih melaksanakan upacara ruwatan santri tersebut dengan adanya anggapan bahwa upacara ruwatan santri ini merupakan kegiatan keagamaan. Mereka beranggapan kegiatan keagamaan karena dalam pelaksanaannya dengan membaca ayat-ayat Al-qur'an, dan itu merupakan ke!:,.Jatan yang tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam, karena upacara ruwatan santri merupakan salah satu cara berdo'a kepada Allah swt, dan Do'a itu sendiri merupakan suatu ibadal1. Untuk itulah kemudian penulis berusaha menelaah dan memberikan data seobyektif mungkin mengenai upacara ruwatan santri tersebut. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dan dikategorikan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan antropologis sebagai pisau analisa. Dalam penelitia ini penulis mengumpulkan data melalui observasi, interview dan dokumentasi. Berangkat dari sinilah kemudain penulis menyusun sebual1 laporan akhir dalam bentuk skripsi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs.Moh Damami M.Ag
Uncontrolled Keywords: Ruwatan santri, Bedingin Wonogiri
Subjects: Perbandingan Agama
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Perbandingan Agama (S1)
Depositing User / Editor: Drs. Bambang Heru Nurwoto
Date Deposited: 12 Jul 2017 08:52
Last Modified: 12 Jul 2017 08:52
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/26241

Actions (login required)

View Item View Item