HAK-HAK PEREMPUAN DALAM PERKAWINAN MENURUT INPRES No. 1 TAHUN 1991(KOMPILASI HUKUM ISLAM) DAN COUNTER LEGAL DRAFT (CLD)

IMAM ROSYADI NIM: 03360194, (2009) HAK-HAK PEREMPUAN DALAM PERKAWINAN MENURUT INPRES No. 1 TAHUN 1991(KOMPILASI HUKUM ISLAM) DAN COUNTER LEGAL DRAFT (CLD). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (HAK-HAK PEREMPUAN DALAM PERKAWINAN MENURUT INPRES No.1 TAHUN 1991(KOMPILASI HUKUM ISLAM) DAN COUNTER LEGAL DRAFT(CLD))
BAB I,V.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (HAK-HAK PEREMPUAN DALAM PERKAWINAN MENURUT INPRES No.1 TAHUN 1991(KOMPILASI HUKUM ISLAM) DAN COUNTER LEGAL DRAFT(CLD))
BAB II,III,IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (829kB)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (0B)

Abstract

ABSTRAK Agama akhir-akhir ini dituduh sebagai salah satu faktor penyebab dari ketidaksetaraan relasi gender. Karena ikut andil dalam mengkontruksikan adanya perbedaan gender khususnya hubungan dalam sebuah keluarga. Islam sebagai agama yang mengajarkan untuk dapat saling menghormati, menghargai,saling tolong-menolong serta saling menyayangi, dan selalu mengajarkan untuk berlaku adil, yang tentunya juga tidak merestui adanya penindasan antara sekelompok masyarakat dengan masyarakatlain, termasuk perempuan. Oleh karena itu termasuk menjadi salah satu agenda Nabi adalah membebaskan kaum perempuan dari pasungan kultur patriarkhi oleh masyarakat Arab. Skripsi membahas mengenai hak-hak perempuan dalam perkawinan dengan objek kajian antara Inpres No.1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Counter Legal Draft(CLD). Meski kedua peraturan ini mengatur permasalahan yang sama yakni perkawinan,namun kedua peraturan tersebut berangkat dari ruang yang berbeda.KHI disusun berdasarkan pendapat dalam kitab-kitab klasik para ulama arab dengan kultur dan masa yang berbeda, sedangkan CLD disusun berdasarkan atas pemikiran konteks kekinian dengan landasan kesetaraan gender.Kedua peraturan tersebut juga tidak terlepas dari acuan yang dipakai oleh umat Islamya itu al-Qur’an dan Hadis, namun kedua peraturan ini banyak ditemui perbedaan-perbedaan yang disebabkan oleh perbedaan penafsiran. Pokok masalah yang diangkat dalam skripsi ini adalah bagaimana hak-hak perempuan dalam perkawinan menurut KHI dan CLD kemudian apa persamaan dan perbedaan hak-hak perempuan dalam perkawinan menurut KHI dan CLD serta bagaimana relevansi hak-hak perempuan dalam perkawinan menurut CLD dengan konteks kekinian. Penyusun menggunakan pendekatan sosiologis, yaitu pemikiran yang kajiannya dilihat dari faktor dan implikasi hak-hak perempuan dalam perkawinan, juga menggunakan pendekatan yuridis normatife, yaitu mengkaji objek penelitian tersebut dengan mencari dan menemukan aturan-aturan atau norma-norma yang menjadi dasar hukum. Setelah pembahasan dilakukan, penyusun berkesimpulan bahwapasal-pasal yang mengatur tentang relasi serta hak-hak perempuan dalam perkawinan yang terdapat dalam KHI nampaknya membuka ruang yang bias gender,karena banyak dijumpai pasal-pasal yang mengedepankan kaum laki-laki dan kaum perempuan diletakkan sebagai konco wingking yang bertanggung jawab pada ruang domestik. Sementara rumusan yang terdapat dalam pasal-pasal CLD, berusaha mensejajarkan kedudukan antara kaum laki-laki dengan kaum perempuan,karena tujuan CLD ingin mewujudkan konsep kesetaraan gender. Kemudian pada pokok masalah yang kedua tidak terdapat persamaan akan tetapi terdapat beberapa perbedaan antara KHI dan CLD mengenai hak-hak perempuan dalam perkawinan, relevansi CLD dengan konteks kekinian, CLD disusun berdasarkan kebutuhan hukum masyarakat sekarang terkait adanya perubahan sosio-kultur masyarakat sekarang dengan sosio-kultur masyarakat arab pada masa itu, dan perempuan sekarang sudah mengalami kemajuan yang cukup pesat untuk memperjuangkan hak-haknya baik di dalam kancah publik maupun domestik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Drs. M. Sodik, S.Sos, M.Si. Nurainun Mangunsong, SH., M.Hum.
Uncontrolled Keywords: Hak-hak perempuan, perkawinan.
Subjects: Perbandingan Madzhab
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzab (S1)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 09 Aug 2012 09:46
Last Modified: 09 Aug 2012 09:47
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/2629

Actions (login required)

View Item View Item