PENAFSIRAN SIRAT DAN SABIL DALAM TAFSIR AL-MISBAH KARYA MUHAMMAD QURAISH SHIHAB

UMATUL JANNAH, NIM.00530123 (2004) PENAFSIRAN SIRAT DAN SABIL DALAM TAFSIR AL-MISBAH KARYA MUHAMMAD QURAISH SHIHAB. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (PENAFSIRAN SIRAT DAN SABIL DALAM TAFSIR AL-MISBAH KARYA MUHAMMAD QURAISH SHIHAB)
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (11MB) | Preview
[img] Text (PENAFSIRAN SIRAT DAN SABIL DALAM TAFSIR AL-MISBAH KARYA MUHAMMAD QURAISH SHIHAB)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (19MB)

Abstract

Al-Qur'an adalah kitab yang mengandung berbagai hakikat dan polensi,jalan hidup manusia yang paling sempuma dan memuat ajaran untuk menuntun manusia kepada jal an benar. Dan untuk meraih hal itu dibutuhkan alat bantu yang disebut ditangan tafsir . Melihat semakin meningkat nya animo masyarakat Indonesia dalam mempelajari dan memahami al-Qur'an yang sesuai dengan kemampuan mereka, penulis mencoba menggali lebih dalam salah sat u kitab tafsir Indonesia , karangan M. Quraisy Syihab. Penulis mencoba meneliti terhadap ciri khas penafsiran yang digunakan Muhammad Quraish Shihab dalam menafsirkan sirat dan sabil Metode penelilian ini adalah menggunakan metode diskriptif analitik yaitu suatu bentuk penelitian yang meliputi proses pengumpulan dan penyusunan data, kemudian data yang sudah terkumpul dan tersusun tersebut dianalisis sehingga diperoleh pengertian data yang jelas. Dari data-data yang diperoleh dari sumber primer maupun sekunder maka diperoleh gambara n tentang karakteristik Quraish Shihab dalam menafsirkan kata Sirat dan sabil dalam tafsir. Dari penelitian itulah akhimya ditemukan pengertian Sirat dan sabil baik secara etimologi maupun terminologi. disamping gambaran yang juga merupakan pendapat dan pandangan ulama lain mengenai Sirat dan sabil. Kata Sirat dan sabil (mempunyai bentuk jamak) menggambarkan akan banyaknya jalan . Dari sini dapat juga diambil kesimpulan bahwa sabil adalah jalan-jalan kecil dan banyak sedangkan sirat sesuai dengan asal maknanya "menelan" menggambarkan jalan yang Iuas dan lehar seakan-akan menelan pejalannya. serta menempuh jalan-jalan baik yang beraneka ragam itu. Sabil bisa menjadii milik orang-orang baik maupun jahat akan telapi jalan-jalan yang baik sem uan nya berm uara kepada al-sirat Dalam merumusakan gagasan yang hendak disampaikan al-Q ur'an ia menggunakan Metode tafsir yang digunakan M. Quraish Shihab dalam tafsir al­ Misbah menggunakan 3 met ode. yaitu metode tafsir riwayat, metode tafsir pemikiran , dalam menafsirkan menempatkan analisis semiotik, sebagai kerangka dasar dalam merumuskan gagasan yang terkandung dalam al-Qur'an, dan metode interteks ia juga menggunakan analisis kebahasaan dan sosial kema syakarak atan sebagai salah satu variabel penting dalam interpretasi. Kata sabil sering diterjemahkan dengan jalan . Pahala yang besar itu memberi isyarat bahwa berjuang di jalan Allah akan dianugerahi usia yang panjang. Sirat adalah jalan luas. Dengan demikian seorang muslim tidak akan berpandangan picik dan menganggap bahwa hanya jalan, yakni sabil atau mazhabnya saja yang benar dan jalan yang lain salah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Ahmad Baidowi, M.Si NIP.150282516
Subjects: Tafsir Hadist
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Tafsir Hadist (S1)
Depositing User / Editor: S.kom Fatchul Hijrih
Date Deposited: 13 Jul 2017 02:03
Last Modified: 13 Jul 2017 02:03
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/26328

Actions (login required)

View Item View Item