TAGHYIR MAANI AL KALIMAT AL ARABIYAH AL DAKHILIYAH ILA LUGHAH AL INDONESIYAH (DIRASAH TAHLILIYAH DALALIYAH)

IMAN SAEFUL BAHRI - NIM. 02110968 , (2009) TAGHYIR MAANI AL KALIMAT AL ARABIYAH AL DAKHILIYAH ILA LUGHAH AL INDONESIYAH (DIRASAH TAHLILIYAH DALALIYAH). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Dalam perkembangannya bahasa Indonesia telah memperoleh sumbangan-sumbangan yang positif dari bahasa daerah dan bahasa asing. Untuk Proses peminjaman dari bahasa asing telah terjadi semenjak bahasa Indonesia masih bernama bahasa melayu. Kontak dengan bangsa lain menimbulkan adanya saling pengaruh dalam bahasa mereka. Pengaruh yang paling sederhana berupa pinjaman kata-kata yang disebabkan karena adanya hubungan kebudayaan. Bersamaan dengan masuknya agama Islam ke kepulauan Nusantara, maka masuklah pengaruh bahasa Arab dalam bahasa Melayu. Kosakata bahasa Arab yang masuk ke dalam bahasa Indonesia meliputi jumlah yang besar, dan digunakan dalam semua lapangan kehidupan. Asimilasi antara bahasa Indonesia dan bahasa Arab sudah berlangsung empat atau lima abad, ketika bahasa Indonesia masih merupakan bahasa Melayu bahasa Arab telah memberi sumbangan kepada bahasa Indonesia selama pertumbuhannya. Bahasa Arab telah membantu bahasa Indonesia dalam memperkaya perbendaharaan katanya, terutama kata-kata yang diperlukan untuk meng-ekspresikan perasaan ketuhanan, rasa bergantung kepada Tuhan yang maha esa. Pemakaian kata yang bertalian dengan kehidupan keagamaan seperti masya allah, insya allah, astaga, hari kiamat, takdir, merata dalam masyarakat tanpa terasa keasingannya. Secara sosiolinguistik gejala ini merupakan gejala bahasa sebagai akibat produk budaya dan masyarakat yang bersangkutan. Karena antara bahasa Arab dan bahasa Indonesia mempunyai perbedaan sistem, baik itu aksara, struktur morfologis dan fonologis. Oleh karena itu perkembangan bahasa Indonesia yang semakin pesat seiring dengan bertambahnya kosakata bahasa Arab yang diadopsi oleh bahasa Indonesia akan menimbulkan problem tersendiri bagi perkembangan bahasa Indonesia itu sendiri. Diantaranya ialah, pemakaian kosakata dan makna serapan dari bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia lambat laun mengalami pergeseran makna yang menjauh dari makna asli dalam bahasa Arab itu sendiri. Misalnya dalam kalimat: Siti Khadijah memakai rukuh ketika shalat dzuhur, Mbah Dukun telah memberikan jimat pengasihan untuk laki-laki tersebut, Gapura Masjid itu telah berumur ratusan tahun. Bila kita memahami makna tersebut, Kata-kata tersebut merupakan serapan yang diambil dari bahasa Arab. Kata rukuh, diserap dari bahasa arab rukhun yang mempunyai makna Keleluasaan. Kemudian diserap dan dibakukan menjadi kosakata bahasa Indonesia menjadi rukuh yang berarti bermakna “kain longgar penutup aurat kaum wanita kecuali mata kaki dan kedua telapak tangan atau pakaian yang dipakai untuk sembahyang atau masing-masing daerah menyebutnya Mukenah atau Telekongâ€Â. Kemudian kata yang kedua adalah jimat yang sudah dibakukan dan diserap dalam kosakata bahasa Indonesia yang bermakna benda yang dianggap mengandung kesaktian (dapat menolak kesaktian, menyebabkan kebal atau orang jawa menyebutnya ajimat). Kata jimat sebenarnya diambil dari bahasa Arab ‘azimah yang bermakna kemauan yang teguh. Kemudian kata yang ketiga adalah kata gapura atau orang jawa menyebutnya gapuro. Kata tersebut dalam bahasa Indonesia mempunyai makna “pintu gerbang besar untuk masuk pekarangan rumah atau pintu gerbang sebuah masjidâ€Â. Kata gapura secara historis mempunyai arti yang penting bagi perkembangan agama Islam di Pulau Jawa. Konon kata gapura dipakai sejak zaman Wali Sanga, kata gapura dulunya dipakai oleh oleh Wali Sanga untuk menyebut orang yang akan masuk masjid. Menurutnya barang siapa yang mau melewati gerbang ke masjid Demak dengan sendirinya mampu menghapus dosa-dosa yang telah berlalu. Kata gapura sendiri diadopsi dari bahasa Arab gafur (ghafur) yang bermakna “amat mengampuni quot;.Pergeseran makna serapan bahasa Arab dalam bahasa Indonesia kan ditinjau menggunakan pendekatan semantik sesuai dengan pembahasan di atas

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: PEMBIMBING: DRS. HISYAM ZAINI, MA.
Uncontrolled Keywords: tata bahasa, Asimilasi bahasa Indonesia dan bahasa Arab, sosiolinguistik, kosakata
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:43
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/2647

Actions (login required)

View Item View Item