TRADISI NYADRAN DI DUSUN POKOH, DESA NGIJO, KECAMATAN TASIKMADU, KABUPATEN KARANGANYAR

NURUL HIDAYAH - NIM. 04121745, (2009) TRADISI NYADRAN DI DUSUN POKOH, DESA NGIJO, KECAMATAN TASIKMADU, KABUPATEN KARANGANYAR. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (TRADISI NYADRAN DI DUSUN POKOH, DESA NGIJO, KECAMATAN TASIKMADU, KABUPATEN KARANGANYAR )
BAB I,V.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (TRADISI NYADRAN DI DUSUN POKOH, DESA NGIJO, KECAMATAN TASIKMADU, KABUPATEN KARANGANYAR )
BAB II,III,IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (226kB)

Abstract

ABSTRAK Secara administratif Dusun Pokoh berada di wilayah Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar. Letak Dusun Pokoh sangat strategis, karena daerahnya dekat dengan pusat pemerintahan. Sekitar 1 km sebelah selatan Dusun Pokoh terdapat kantor Kabupaten Karanganyar, 1,2 km sebelah barat Dusun Pokoh terdapat kantor kelurahan Desa Ngijo, kantor Tecamatan Tasikmadu dan pasar kecamatan, sedangkan 200 nm sebelah timur terdapat rumah sakit umum daerah. Karena tempatnya yang strategis, maka lahan Dusun Pokoh sebagian digunakan sebagai lokasi perumahan. Selain itu juga digunakan sebagai lahan pertanian. Pada umumnya para petani Dusun Pokoh menanami lahannya dengan tanaman padi yang dipanen 3 kali dalam setahun. Masyarakat tersebut mudah menerima budaya luar yang masuk tanpa merubah dan meninggalkan budaya yang sudah ada. Sebagian besar masyarakat Dusun Pokoh beragama Islam dan masih memegang kuat tradisi-tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang khususnya tradisi-tradisi yang berkaitan dengan daur hidup manusia, seperti kelahiran, pernikahan dan kematian. Tradisi Nyadran adalah salah satu tradisi yang masih melekat pada masyarakat Dusun Pokoh. Tradisi tersebut dilaksanakan ketika ada masyarakat yang akan melangsungkan pernikahan. Tujuan tradisi Nyadran adalah meminta doa restu kepada Tuhan Yang Maha Esa dan kepada nenek moyang supaya semua urusan dilancarkan saat melangsungkan upacara pernikahan. Tradisi ini dilaksanakan dibeberapa tempat yaitu: di Makam leluhur, Punden Mbah Dipoijoyo dan dilaksanakan di rumah penduduk yang memiliki hajatan. Sebagian besar masyarakat Dusun Pokoh melaksanakan tradisi Nyadran, masyarakat pendukung tradisi takut, kalau tidak melaksanakan akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Tradisi Nyadran dilaksanakan pada hari kamis yang mendekati hari upacara pernikahan. Masalah penelitian tersebut adalah mengapa Dusun Pokoh yang sebagian besar beragama Islam dan menjalankan ajaran agama, tetapi masih melaksanakan tradisi Nyadran dengan menggunakan berbagai macam sesaji dan mengadakan di tempat-tempat khusus yang dianggap keramat. Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode wawancara. Wawancara dilakukan dengan orang-orang yang terkait dengan tradisi Nyadran, seperti mbah modin, orang-orang yang bertugas menyiapkan perlengkapan tradisi nyadran dan orang-orang pendukung tradisi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji tradisi Nyadran yang diselenggarakan di Dusun Pokoh. Rumusan masalah yang akan memandu penelitian ini adalah bagaimana prosesi ritual tradisi Nyadran? Apa makna simbol-simbol yang digunakan dalam sesaji? Kenapa tradisi Nyadran tetap lestari? Dan apa fungsi tradisi Nyadran tersebut?

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: PEMBIMBING: DRA. HIMAYATUL ITTIHADIYAH, M.HUM
Uncontrolled Keywords: tradisi, daur hidup manusia, Tradisi Nyadran
Subjects: Sejarah Peradaban / Kebudayaan Islam
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Sejarah Kebudayaan Islam (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 13 Aug 2012 14:36
Last Modified: 21 Dec 2016 02:56
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/2676

Actions (login required)

View Item View Item