KONSEP KUASA ASUH MENURUT HUKUM ISLAM DAN UU RI NOMOR 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK

ABDUL WAID NIM: 03360187, (2009) KONSEP KUASA ASUH MENURUT HUKUM ISLAM DAN UU RI NOMOR 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (KONSEP KUASA ASUH MENURUT HUKUM ISLAM )
BAB I,V.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text (KONSEP KUASA ASUH MENURUT HUKUM ISLAM )
BAB II,III,IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (452kB)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (0B)

Abstract

ABSTRAK Tumbuh dan berkembangnya anak untuk menjadi sumber daya manusia yang dapat dihandalkan adalah sebuah keniscayaan yang tak terelakkan. Baik negara, keluarga, maupun masyarakat secara umum harus memperhatikan nasib perkembangan kehidupan anak sebagai generasi bangsa, menuju masa depan yang lebih cerah. Mengingat pentingnya perhatian terhadap kehidupan anak, tidak ironis, jika dalam persoalan kehidupan anak, memang terdapat perundang-undangan khusus yang mengatur tentang kehidupan anak. Hal tersebut ialah dalam rangka mengoptimalkan tumbuh kembangnya kehidupan anak, serta sebagai upaya memaksimalkan perlindungan terhadap anak dalam segala aspek. Dalam konteks itu, UU RI No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak adalah salah satu peraturan perundang-undangan yang berbicara masalah kehidupan anak sebagai upaya pemerintah untuk menjadikan program perlindungan anak di Indonesia sebagai program prioritas. Salah satu cakupan di dalamnya ialah mengenai kuasa asuh orang tua terhadap anak. Kuasa asuh yang meliputi pemeliharaan anak, perlindungan anak, penghargaan terhadap anak, serta pencabutan dan pengalihan kuasa asuh, adalah aspek yang akan dikomparasikan dengan konsep kuasa asuh dalam hukum Islam dalam penelitian ini. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research) yang berusaha menemukan dan menggali wacana konsep kuasa asuh berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan ketentuan-ketentuan tertulis berdasarkan konsep dan prinsip-prinsip kuasa asuh dalam hukum Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan dan mengkomparasikan konsep kuasa asuh dalam pandangan hukum Islam dan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Penelitian ini bersifat deskriptif-komparatif-analitis, yaitu penelitian yang menggambarkan fenomenafenomena kehidupan anak dalam berbagai ranah, mulai pemeliharaan, pendidikan, sosial, keluarga, perlindungan, yang terlingkup dalam konsep kuasa asuh, kemudian dirumuskan, dianalisis, dan dikomparasikan dengan ketentuanketentuan hukum Islam. Berdasarkan analisis yang dilakukan dapat diperoleh kesimpulan bahwa tiga aspek kuasa asuh dalam UU Perlindungan Anak, yaitu, pemeliharaan anak, perlindungan anak, penghargaan terhadap anak, serta adanya ketentuan pencabutan dan pengalihan kuasa asuh adalah semata-mata demi kepentingan anak secara khusus. Secara substansial, esensi dari ketiga aspek itu tidak bertentangan dengan hukum Islam. Dengan kata lain, dalam persoalan anak, hukum Islam juga mengenal adanya pemeliharaan, perlindungan, dan penghargaan terhadap anak. Demikian halnya, secara implisit Islam juga mengenal adanya pencabutan dan pengalihan kuasa asuh orang tua terhadap anak dalam situasi dan kondisi tertentu. Di lain sisi, dapat dipetik intisari dari penelitian ini, bahwa di mana pun dan dalam kondisi apa pun, perwujudan kemaslahatan anak tetap menjadi tanggung jawab keluarga, masyarakat, bahkan negara, meskipun pada hakekatnya anak tidak memiliki sanak saudara sekalipun, termasuk tidak memiliki orang tua. Ketentuan semacam ini telah terakomodasi dalam UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan dalam hukum Islam sendiri yang bersumber dari nashnash al-Qur’an dan al-Hadis serta pemikiran-pemikiran ulama dalam kitab fiqih klasik maupun kontemporer. Atas dasar itu semua, tidak ada satu alasan pun yang dapat diterima untuk menelantarkan nasib anak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Prof. Dr. Khoiruddin Nasution, M.A. Nurainun Mangunsong, S.H, M.Hum.
Uncontrolled Keywords: Kuasa asuh, perlindungan anak.
Subjects: Perbandingan Madzhab
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzab (S1)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 09 Aug 2012 11:24
Last Modified: 09 Aug 2012 11:25
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/2682

Actions (login required)

View Item View Item