SENI SUARA DALAM ISLAM MENURUT PANDANGAN IBNU QAYYIM AL-JAUZIYAH DAN ISMAIL RAJI AL-FARUQI

RIZA BUDIARTO, NIM. 12360019 (2017) SENI SUARA DALAM ISLAM MENURUT PANDANGAN IBNU QAYYIM AL-JAUZIYAH DAN ISMAIL RAJI AL-FARUQI. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (SENI SUARA DALAM ISLAM MENURUT PANDANGAN IBNU QAYYIM AL-JAUZIYAH DAN ISMAIL RAJI AL-FARUQI)
12360019_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf

Download (4MB) | Preview
[img] Text (SENI SUARA DALAM ISLAM MENURUT PANDANGAN IBNU QAYYIM AL-JAUZIYAH DAN ISMAIL RAJI AL-FARUQI)
12360019_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (4MB)

Abstract

Seni suara merupakan salah satu bentuk kreatifitas yang menggunakan media suara sekaligus menjadi bagian dari seni musik. Di zaman modern ini, seni suara sudah sangat di kenal dan menjadi fenomena tersendiri. Pasalnya seni suara sendiri menjadi bagian dari kesenian yang tidak bisa difilter sehingga mampu dikonsumsi segala lapisan masyarakat. Dengan merebaknya seni suara secara besar-besaran ini seni suara tidak hanya memberikan dampak positiftetapi ia juga membawa dampak negatif, sehingga tidak heran banyak yang menyalahgunakan seni suara sebagai media maksiyat yang membawa kesesatan. Jenis penelitian ini adalah library research, yang menggunakan literaturliteratur berupa kitab, jurnal, buku, kamus, dan karya pustaka lain yang berkaitan dengan obyek kajian. Sifat penelitian ini adalah deskriptif-analitis-komparatif, yakni menguraikan data-data yang berkaitan dengan seni suara menurut Ibnu Qayyim dan Ismail Raji. Kemudian melihat aspek apa saja yang digunakan oleh kedua tokoh terkait kasus ini. Beserta pula hasil pemikiran keduanya. Adapun, penelitian ini menggunakan pendekatan normatif-komparatif, didasarkan pada al-Qur’an dan al- Hadis. Kemudian membandingkan pendapat keduanya untuk dicari persamaan dan perbedaanya. Hasil analisis menunjukkan, bahwa Ibnu Qayyim membenarkan akan keharaman dalam seni suara berdasarkan ayat Al-anfal ayat 35 dan surat Luqman ayat 6-7. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan itu tidak bermanfaat dan merugikan waktu, seni suara juga di anggap kegiatan bid’ah yang menjerumuskan seseorang kepada kesesatan. Sedangkan, Ismail Raji berpendapat bahwa seni suara atau yang ia sebut sebagai handasah al-shaut adalah kegiatan yang dianjurkan dan merupakan salah satu dari seni asli Islam dan juga budaya Qurani yang lahir dari Al-Qur’an. Pemikiran ini didasari oleh data yang beliau kumpulkan dan juga konsep keTauhidan yang menunjukkan sifat-sifat Tuhan yang tak terhingga dalam segala sesuatu.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Dr. Fathorrahman. S.Ag., M.Si
Uncontrolled Keywords: : Seni Suara, Islam, maqasid syariah, Tahsiniyat.
Subjects: Perbandingan Madzhab
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzab (S1)
Depositing User / Editor: Miftahul Ulum [IT Staff] ---- youtube : ulum virgo -------- Facebook : digilibuin
Date Deposited: 27 Jul 2017 01:26
Last Modified: 31 Jul 2017 07:59
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/26887

Actions (login required)

View Item View Item