PENGARUH PENILAIAN CAPACITY, CAPITAL, COLLATERAL, DAN CONDITION TERHADAP PENYALURAN PEMBIAYAAN PADA WARUNG MIKRO BANK SYARIAH MANDIRI (BSM) BRANCH OFFICE MUARO BUNGO

Alif Rodliya Wahid, NIM. 13820012 (2017) PENGARUH PENILAIAN CAPACITY, CAPITAL, COLLATERAL, DAN CONDITION TERHADAP PENYALURAN PEMBIAYAAN PADA WARUNG MIKRO BANK SYARIAH MANDIRI (BSM) BRANCH OFFICE MUARO BUNGO. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (PENGARUH PENILAIAN CAPACITY, CAPITAL, COLLATERAL, DAN CONDITION TERHADAP PENYALURAN PEMBIAYAAN PADA WARUNG MIKRO BANK SYARIAH MANDIRI (BSM) BRANCH OFFICE MUARO BUNGO)
13820012_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf

Download (6MB) | Preview
[img] Text (PENGARUH PENILAIAN CAPACITY, CAPITAL, COLLATERAL, DAN CONDITION TERHADAP PENYALURAN PEMBIAYAAN PADA WARUNG MIKRO BANK SYARIAH MANDIRI (BSM) BRANCH OFFICE MUARO BUNGO)
13820012_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi bank dalam menyalurkan pembiayaan. Faktor tesebut dikenal dengan prinsip 5C yaitu chatacter, capacity, capital, collateral, dan condition, tetapi dalam penelitian ini hanya menggunakan empat variabel saja yaitu capacity, capital, collateral, dan condition karena lebih dinilai objektif dari aspek penilaian. Populasi yang digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini sebanyak 72 nasabah yang melakukan pembiayaan pada warung mikro Bank Syariah Mandiri (BSM) branch office Muaro Bungo. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang kemudian di analisis dengan regresi berganda Hasil penelitian ini menujukan bahwa secara simultan (uji f) variabel capacity, capital, collateral, dan condition secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap nilai pembiayaan sehingga hipotesis (Hɑ) diterima dan H0 ditolak. Sedangkan secara parsial (uji t) variabel capacity dan collateral berpengaruh signifikan terhadap nilai pembiayaan. Variabel capital berpengarauh negatif tetapi tidak signifikan terhadap nilai pembiayaan yang berarti hipotesis ditolak dan Ho diterima, sementara pada variabel condition secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai pembiayaan, yang berarti hipotesis (Hɑ) diterima dan H0 ditolak. This study aims to analyze the factors that affect banks in channeling financing. The factor is known by the 5C principle of chatacter, capacity, capital, collateral, and conditions, in this study only use four variables only that is capacity, capital, collateral, and the condition because of more. The population used as the sample in this research are 72 customers who do the financing at micro shop of Bank Syariah Mandiri branch (BSM) Muaro Bungo. The type of data used is secondary data which is then analyzed by multiple regression. The results of this study indicate that simultaneously (f test) variable capacity, capital, collateral, and condition together significantly influence the value of financing so that the hypothesis (Hɑ) is accepted and H0 is rejected. While the partial (t test) capacity and collateral variables significantly influence the value of financing. The variable of capital is negative but not insignificant to the value of financing which means the hypothesis is rejected and H0 accepted, while the partial condition variable has a significant negative effect on the financing value, which means the hypothesis is accepted and H0 is rejected.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Dian Nuriyah Solissa, S.H.I., M.Si
Uncontrolled Keywords: Analisis pembiayaan, capacity, capital, collateral, dan condition, Analysis of financing, capacity, capital, collateral and conditions
Subjects: Ekonomi Syariah
Keuangan Syariah
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Perbankan Syari'ah (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 08 Aug 2017 14:37
Last Modified: 08 Aug 2017 14:37
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/27165

Actions (login required)

View Item View Item