HADIS-HADIS TENTANG WALI DALAM PERNIKAHAN (STUDI MA'ANIL HADIS)

MASYKUROH, NIM. 99532907 (2005) HADIS-HADIS TENTANG WALI DALAM PERNIKAHAN (STUDI MA'ANIL HADIS). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (HADIS-HADIS TENTANG WALI DALAM PERNIKAHAN (STUDI MA'ANIL HADIS))
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img] Text (HADIS-HADIS TENTANG WALI DALAM PERNIKAHAN (STUDI MA'ANIL HADIS))
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (8MB)

Abstract

Dalam upaya memahami aspek•aspek kebenaran al•Qur'an, umat Islam sebenamya telah lama mengalami pergulatan yang muncul pada tataran persepsi atau pada aspek metodologis dan pada basil pemahamannya, bukan pada kesangsian akan kebenaran-kebenaran teks itu sendiri. Pemahaman terhadap hadis banyak variannya sebab muatan dalam sebuah hadis seringkali terlalu teknis, detail dan berdiri sendiri. Ini tidak lepas dari kecenderungan para penulis kitab-kitab hadis dalam menyusun babnya. Banyak tema yang disebut dalam hadis tetapi tidak dibicarakan oleh al-Qur'an karenanya dalam banyak hal, aturan hukum Islam hanya merujuk kepada hadis karena di sana di sebut , secara rinci. Sebagian muatan hadis bersifat cabang dan muatan al-Qur'an bersifat mendasar seperti hadis tentang wali nikah yang menjadi pembahasan pada skripsi ini Memahami teks hadis secara makna atau di sebut dengan ma'anil hadis berangkat dari prakonsepsi, sebuah hadis yang sedang dipahami otentik berasal dari Nabi. Faktor-faktor esensial yang menjadi sebab adanya reinterpretasi terhadap pemahaman hadis antara lain pada minimnya tafsir (syarah) kitab-kitab hadis, kedua kecenderungan para ulama memahami hadis hanya pada kritik sanad dan matan semata. Ketiga perlunya pendekatan dari berbagai aspek agar menumbuhkan tingkat objektivisme. Adapun pendekatan yang dipakai dalam penulisan skripsi ini, dengan pendekatan historis, eiditis, dan pendekatan praktis. Apabila diamati secara nonnatif - doktrinal Islam mengakui konsep kesejajaran antara laki-laki dan perempuan, terutama yang berkaitan dengan kedudukan, peranan dan perlindungan hukum terhadap hak-hak perempuan. Namun kenyataannya secara historis - empiris justru cenderung memposisikan perempuan pada posisi di bawah laki-laki sebagai manusia kedua yang selalu mengalami ketidakadilan, stereotip, marginalisasi dan berbagai ketidakadilan lainnya. Dalam teks-teks hadis kadang terkesan memberikan kedudukan berbeda antara laki-laki dan perempuan. Dalam bidang perkawinan misalnya, wali yang merupakan syarat perkawinan dibedakan paling tidak dua hal ; dalam hal perkawinan perempuan harus memakai wali, wali terdiri dari kaum laki-laki sedangkan perempuan tidak bisa menjadi wali. Dalam kehidupan sosial, hampir semua madzhab fiqh memandang perempuan sebagai makhluk yang harganya hanya setengah harga laki-laki, misalnya dalam hal kesaksian, harga kesaksian dua orang perempuan sama dengan harga kesaksian seorang laki-laki. Di antara penyebab timpangnya hubungan laki-laki dan perempuan yang berujung pada ketidakadilan terhadap perempuan ini antara lain mitos-mitos yang disebarluaskan melalui nilai-nilai dan tafsir-tafsir ajaran agama yang keliru mengenai keunggulan kaum laki-laki, yang melemahkan kaum perempuan. Untuk itu agar tercapai konsep ideal Islam maka, perlu adanya pembacaan kembali sehingga konsep pembumian nilai-nilai yang diidealkan Tuhan tercapai titik temunya untuk kemanusiaan yang universal.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. Indal Abror, M. Ag
Uncontrolled Keywords: Hadis Tentang Pernikahan, Studi Ma'anil Hadis
Subjects: Tafsir Hadist
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Tafsir Hadist (S1)
Depositing User / Editor: H. Zaenal Arifin, S.Sos.I., S.IPI.
Date Deposited: 02 Aug 2017 02:22
Last Modified: 02 Aug 2017 02:22
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/27177

Actions (login required)

View Item View Item