ISLAM DAN MODERNITAS DALAM PERSPEKTIF PEMIKIRAN AHMAD WAHIB

MUHMUHAIR, NIM. 00510411 (2004) ISLAM DAN MODERNITAS DALAM PERSPEKTIF PEMIKIRAN AHMAD WAHIB. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (ISLAM DAN MODERNITAS DALAM PERSPEKTIF PEMIKIRAN AHMAD WAHIB)
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text (ISLAM DAN MODERNITAS DALAM PERSPEKTIF PEMIKIRAN AHMAD WAHIB)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (6MB)

Abstract

Ahmad Wahib adalah sosok pemikir yang kontroversial pada tahun 1970- an. Tokoh kelahiran Sampang, Madura pada tanggal 9 November 1942 dikenal sebagai seorang pemikir yang jujur dan kritis. Wahib ketika di Jogjakarta aktif dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Selain aktif di HMI Wahib juga aktif dalam forum diskusi Limited Group yang di pimpin oleh Prof Dr. A Mukti Ali. Forum diskusi Limited Group banyak dihadiri oleh tokoh-tokoh intelektual pada waktu itu. Pemikiran-pemikirannya sampai sekarang masih eksis dalam bentuk catatan harian yang sudah dibukukan dan diterbitkan oleh LP3ES. Pada tahun 1970-an isu modernitas dalam Islam di Indonesia belum mendapat perhatian yang serius di kalangan intelektual Islam maupun di kalangan umat Islam. Ahmad Wahib seorang intelektual yang dalam masa pencarian, melihat realitas umat Islam pada waktu itu yang sedang mengalami krisis multi dimensi, melahirkan ide-ide cemerlang untuk mengtasi krisis muti dimensi tersebut. Modemitas dalam Islam menurut Wahib merupakan suatu keharusan yang terns menerus dan tiada henti. Skripsi ini berjudul Islam dan Modemitas Dalam Perspektif Pemikiran Ahmad Wahib. Skripsi ini membahas dan mengungkap tentang bagaiman apemikiran Ahmad Wahib tentang Islam dan kaitannya dengan modemitas, yang sampai sekarang masih hangat dibicarakan. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research), dengan menggunakan pendekatan historis faktual. Ahmad Wahib mengemukakan bahwa pada zaman yang modem orang Muslim hams bisa menterjemahkan kebenaran agama Islam dengan melihat realitas kehidupan. Kebenaran agama hams bisa di implementasikan dalam kehidupan bermasyarakat dalam wujud menanamkan nilai-nilai Islam. Dalam kehidupan bermasyarakat manusia hams bisa menghormati sesama pemeluk agama dan toleransi antar pemeluk agama. Sikap tersebut adalah sikap kenabian. Mengenai masalah pembaharuan pemahaman Islam, menurut Wahib, umat Islam hams menyadari bahwa seiring perkembangan zaman dan bergesemya nilainilai dalam bermasyarakat. Oleh karena itu dalam pemahaman Islam sifat-sifat manusiawi dan kondisi sosial mempengaruhi dalam proses ini. Islam hams bisa menjadi problem solving dari persoalan-persoalan hidup. Umat Islam hams bisa menghadapi realitas kehidupan dari perkembangan zaman. Tradisi Muhammad merupakan contoh yang konkrit dalam kehidupan bermasyarakat. Karena manusia di dunia dituntut untuk menjadi penerus para Nabi. Menurut Wahib untuk menghadapi persoalan-persoalan hidup dalam bermasyarakat diperlukan ijtihad kontekstual. Y aitu ijtihad yang peka terhadap realitas kekinian.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: M. Damami, M.Ag.,
Uncontrolled Keywords: Islam Dan Modernitas, Pemikiran Ahmad Wahib
Subjects: Aqidah Filsafat
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta > Aqidah Filsafat
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Aqidah Filsafat (S1)
Depositing User / Editor: H. Zaenal Arifin, S.Sos.I., S.IPI.
Date Deposited: 02 Aug 2017 08:49
Last Modified: 02 Aug 2017 08:49
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/27188

Actions (login required)

View Item View Item