PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP KHIṬBAH PERKAWINAN (STUDI DI KECAMATAN BRUNO KABUPATEN PURWOREJO JAWA TENGAH)

Khusen, NIM.12350092 (2017) PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP KHIṬBAH PERKAWINAN (STUDI DI KECAMATAN BRUNO KABUPATEN PURWOREJO JAWA TENGAH). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP KHIṬBAH PERKAWINAN (STUDI DI KECAMATAN BRUNO KABUPATEN PURWOREJO JAWA TENGAH))
12350092_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf

Download (10MB) | Preview
[img] Text (PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP KHIṬBAH PERKAWINAN (STUDI DI KECAMATAN BRUNO KABUPATEN PURWOREJO JAWA TENGAH))
12350092_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (3MB)

Abstract

Masalah yang terjadi di sebagian kalangan masyarakat Kecamatan Bruno dalam memandang khiṭbah sebagai salah satu cara untuk memberikan keluasan pergaulan bebas terhadap remaja yang melakukan praktek pacaran. Khitbah yang dijadikan tumpuan utuk menghindari perbuatan yang melanggar syari’at Islam seperti zina, merupakan pandangan yang salah menurut hukum syari’at Islam nash Al-Qur’an, nash hadis dan kehidupan sosial masyarakat. Sebagai sararana untuk menjawab problem yang terjadi, penyusun menyajikan pelelitian ini untuk menjawab pandangan masyarakat Kecamatan Bruno terhadap khiṭbah perkawinan beserta faktor yang menjadi penyebab, kemudian bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap pandangan masyarakat Kecamatan Bruno terhadap khitbah perkawinan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field research), menggunakan metode survai, observasi secara langsung di lingkungan masyarakat Kecamatan Bruno. Sifat penelitian yang deskriptif analitik yang melibatkan masyarakat sebagai narasumber untuk mengambil beberapa data dengan bahan pertimbangan yang menggunakan kajian pendekatan normatif dan sosiologis. Mewawancarai beberapa lapisan masyarakat yang berbeda-beda tingkat pendidikan dan pengetahuannya dengan berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah tersusun rapih oleh penyusun. Penganalisisan penyusun lakukan secara mendalam menggali informasi dari nol sehingga mengetahui seluk-beluk masalah secara kongrit. Hubungan paska lamaran yang terjadi di sebagian kalangan masyarakat baik kota maupun pedesaan hampir memiliki kesamaan yang menganggap hubungan ini sebagai yang sudah dihalalkan untuk melakukan hubungan sebagaimana suami istri. Sepuluh desa yang dijadikan objek penelitian mengambil 20 responden dari kalangan akademis, kyai, tokoh masyarakat dan kalangan awam sebagai narasumber. Informasi yang didapat bahwa kehidupan kebanyakan masyarakat Kecamatan Bruno tergolong masyarakat yang rendah dalam pengetahuan hukum syari’at terutama pada fikih munakahat bab khiṭbah. Sosial kemasyarakatan yang lebih mementingkan kehidupan duniawi dengan melupakan pendidikan agama juga salahnya penggunaan teknologi modern berupa android adalah sebagai fartor penyebab. Pandangan masyarakat terhadap pergaulan paska khiṭbah tidak sesuai dangan hukum syari’at Islam terutama hukum fikih munakahat. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil wawancara, masyarakat memandang khiṭbah pernikahan sebagai salah satu dibolehkannya hubungan sebagaimana hubungan suami istri, hal ini disebabkan kurangnya tingkat pendidikan agama yang mumpuni, kemajuan teknologi yang tidak terbatasi dalam menggunakannya, rendahnya tingkat pendidikan dan kepedulian masyarakat terhadap pergaulan remaja dan atau pergaulan hubungan paska khiṭbah. Pandangan masyarakat yang membiarkan terjadinya hubungan kebebasan setelah khiṭbah sangat bertentangan dengan kaidah fikih yang melarang zina dan melanggar tuntunan hukum syari’at Islam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. H. Oman Fathurrohman SW, M.AG.
Subjects: Hukum Keluarga > Keluarga Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Al-Ahwal Asy-Syakhsiyyah (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 12 Oct 2017 15:42
Last Modified: 12 Oct 2017 15:42
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/27236

Actions (login required)

View Item View Item