TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP KEENGGANAN WALI MENIKAHKAN DIKARENAKAN CALON PENGANTIN MELANGGAR ADAT JAWA (STUDI KASUS DI DESA KARANGANYAR KECAMATAN WADASLINTANG KABUPATEN WONOSOBO)

Uly Ma’surotut Darien, NIM. 13350005 (2017) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP KEENGGANAN WALI MENIKAHKAN DIKARENAKAN CALON PENGANTIN MELANGGAR ADAT JAWA (STUDI KASUS DI DESA KARANGANYAR KECAMATAN WADASLINTANG KABUPATEN WONOSOBO). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP KEENGGANAN WALI MENIKAHKAN DIKARENAKAN CALON PENGANTIN MELANGGAR ADAT JAWA (STUDI KASUS DI DESA KARANGANYAR KECAMATAN WADASLINTANG KABUPATEN WONOSOBO))
13350005_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf

Download (8MB) | Preview
[img] Text (TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP KEENGGANAN WALI MENIKAHKAN DIKARENAKAN CALON PENGANTIN MELANGGAR ADAT JAWA (STUDI KASUS DI DESA KARANGANYAR KECAMATAN WADASLINTANG KABUPATEN WONOSOBO))
13350005_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (2MB)

Abstract

Keberadaan wali sangat menentukan dalam suatu pernikahan karena tanpa adanya wali, pernikahan tidak dapat dilaksanakan. Wali merupakan rukun nikah, sehingga pernikahan yang dilakukan tanpa adanya wali pernikahannya tidak sah hukumnya. Pada dasanya wali mempunyai peranan yang besar dalam pernikahan. Persetujuan wali sangat menentukan untuk tercapainya keserasian hidup antara orang tua dan calon menantu. Akan tetapi wali dilarang mempersulit pernikahan yang berada dibawah perwaliannya sepanjang mendapat pasangan yang sekufu‟dan mampu membayar mahar mitsil. Namun, pada kenyataannya wali nikah terkadang menjadi permasalahan atau halangan dalam melaksanakan suatu pernikahan. Wali yang berhak menikahkan anak perempuannya ternyata tidak bersedia atau menolak sebagai wali dikarenakan berbagai alasan. Penelitiani ini membahas tentang bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap keengganan wali enggan menikahkan dikarenakan calon pengantin melanggar adat jawa yang terjadi di Desa Karanganyar Kecamatan Wadaslintang Kabupaten Wonosobo. Permasalahan pokok pada penelitian ini adalah pertama, menjelaskan alasanalasan wali enggan menikahkan anak perempuannya dan bagaimana jalan keluarnya kedua, menjelaskan tinjauan hukum Islam terhadap alasan wali enggan menikahkan anak perempuan dan bagaiamana jalan keluarnya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) untuk mengetahui dan menggali data dilakukan dengan wawancara mengenai masalah yang berkaitan dengan obyek penelitian, dan sifat penelitiannya adalah deskriptif-analitik untuk menggambarkan fenomena yang ada, apa yang dinyatakan oleh subyek penelitian sehingga menggunakan pendekatan normatif untuk ditinjau bagaimana menurut hukum Islam berdasarkan ayat-ayat Al-Qur‟an maupun hadist serta kaidah-kaidah dalam ushul fiqih. Dalam menyusun penelitian ini menggunakan teori adat kebiasaan dapat dijadikan hukum. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa alasan keenggana wali menikahkan karena adat jawa yaitu Gotong Ratan tidak dibenarkan dalam syari‟at Islam dan jalan keluarnya yaitu dengan Taukil Wali bi Lisan yaitu mewakilkan kepada penghulu untuk menikahkan anak perempuanya.taukil wali telah sesuai dengan hukum Islam dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. Supriatna,M.Si
Subjects: Hukum Keluarga
Hukum Islam
Hukum Keluarga > Keluarga Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Al-Ahwal Asy-Syakhsiyyah (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 11 Oct 2017 15:45
Last Modified: 11 Oct 2017 15:45
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/27238

Actions (login required)

View Item View Item