PENAFSIRAN AL-MARAGI DAN IBNU KASIR TENTANG AYAT-AYAT TAUBAT (STUDI KOMPARASI ATAS TAFSIR AL-MARAGI DAN IBNU KASIR)

MASRUR RIVONO, NIM. 9853 2652 (2005) PENAFSIRAN AL-MARAGI DAN IBNU KASIR TENTANG AYAT-AYAT TAUBAT (STUDI KOMPARASI ATAS TAFSIR AL-MARAGI DAN IBNU KASIR). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (PENAFSIRAN AL-MARAGI DAN IBNU KASIR TENTANG AYAT-AYAT TAUBAT (STUDI KOMPARASI ATAS TAFSIR AL-MARAGI DAN IBNU KASIR))
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img] Text (PENAFSIRAN AL-MARAGI DAN IBNU KASIR TENTANG AYAT-AYAT TAUBAT (STUDI KOMPARASI ATAS TAFSIR AL-MARAGI DAN IBNU KASIR))
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (10MB)

Abstract

Manusia adalah makhluk yang tak luput dari kesalahan dan dosa, baik itu dosa besar ataupun hanya dosa kecil. Sedangkan manusia yang telah terlanjur berbuat dosa kepada Allah, maka manusia itu harus mensucikannya melalui taubat. Bertaubat atas dosa-dosa adalah suatu hal yang wajib, hal ini tidak diragukan lagi sebab logika dan teks-teks naqliyah mendukungnya, yaitu yang berupa perintah Allah kepada manusia agar bertaubat. Taubat juga merupakan modal untuk memperoleh keuntungan dunia dan akhirat. lni tercermin terhadap opsi yang diberikan oleh Allah, yaitu: pertama, menjadi orang yang beruntung dengan bertaubat. Kedua, menjadi orang yang tidak beruntung (rugi) dengan tidak bertaubat, seperti dalam firmanNya “ Wa tubu-ilallahi jami'an ayyuha-al mu'minun la'allakum Tuflihun” dan bahkan Allah menyebuf orang yang tidak bertaubat dengan orang yang zolim. Dari beberapa hal inilah penulis merasa betapa pentingnya taubat itu bagi manusia. Dari sana penulis berkeinginan untuk meneliti dan mencermati tema taubat ini. Dengan membatasi pada tiga sub tema yang penulis anggap sangat penting dan termasuk dosa besar yaitu taubat dari syirik, munafik dan murtad. Selain itu mengingat jumlah ayat yang membicarakannya sangat banyak yaitu terulang 87 kali dalam 70 ayat dan cakupannya yang luas dan supaya penelitian ini bisa tercapai hasil yang maksimal. Signifikansi dari penelitian ini adalah meneliti secara kritis mengenai penafsiran al-Maragi-dalam kitab tafsir al-Maragi dan penafsiran lbnu Kasir dalarn kitab tafsir lbnu Kas'ir terhadap ayat-ayat taubat dari kesyirikan, kemunafikan dan kemurtadan lalu kemudian keduanya dikomparasikan. Dengan demikian metode yang ditempuh adalah metode komparatif dengan sifat penelitian kepustakaan (library research) yang didasarkan pada kedua tafsir di atas sebagai sumber data primer dan buku-buku lainnya yang mendukung sebagai sumber data skunder. Dari penelitian ini dapat disimpulkan: tentang taubat dari syirik (menyekutukan Allah baik itu rububiyyah atau uluhiyyah keduanya sepakat, bahwa kesyirikan yang tidak diampuni adalah kesyirikan yang dilakukan secara terus dan tidak ditaubati pelakunya. Jika pelakunya bertaubat dengan meninggalkan kesyirikannya maka Alla h akan mengampuninya. Mengenai taubat dari kemunafikan ketidak teguhan memegang janjinya kepada Allah) mereka sepakat, bahwa orang munafik yang snmpai mati dalam kondisi munafik dan tidak bertaubat maka orang seperti itulah yang akan diazab oleh Allah. Sebaliknya orang munafik yang bertaubat, rnemperbaiki diri dan berpegang teguh dan engikhaskan agamanya kepada Allah, maka toubat orang seperti itu akan diterima oleh Allah. Tentang taubat dari kemurtadan (menjadi kafir setelah masuk Islam), lbnu Kasir selalu mengaitkan orang murtad yang tidak diterima taubatnya adalah orang murtad yang sampai mati tetap bergelimang dalam kemurtadan dan kekafiran dan tidak pernah bertaubat. Sementara al-Maragi tidak selalu mengaitkan taubatnya orang murtad yang tidak diterima dengan tidak bertaubatnya mereka sampai mati, tetapi hal itu lebih karena sunnatullah orang yang dalam keadaan terombang-ambing seperti itu akan menjauhkan dan menafikan magfirah Allah. Selain itu beliau juga menjelaskan bahwa taubat orang murtad yang tidak diterima adalah orang yang bertaubat dan setelah taubatnya kemudian kembali murtad lagi, dan taubatnya yang seperti itu dianggap tidak ada karena tidak membekas dalam diri yang mengigatkan di kala lupa. Taubat seperti itulah yang dimaksud ayat bahwa Allah tidak rnenerima taubat orang yang murtad. Dan keduanya sepakat bahwa jika orang murtad bertaubat semasa hidupnya, memperaiki diri dan tetap di jalan yang benar maka taubatnya itu akan diterima oleh Allah .

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. Fauzan Naif, MA
Uncontrolled Keywords: Penafsiran Al-Maragi Dan Ibnu Kasir, Ayat-Ayat Taubat, Studi Komparasi
Subjects: Tafsir Hadist
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Tafsir Hadist (S1)
Depositing User / Editor: H. Zaenal Arifin, S.Sos.I., S.IPI.
Date Deposited: 14 Aug 2017 02:58
Last Modified: 14 Aug 2017 04:34
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/27264

Actions (login required)

View Item View Item