THE IDEAL WOMAN AS PORTRAYED IN MAYA ANGELOU’S “PHENOMENAL WOMAN” POEM

MUH TAKBIR AL ASIS, NIM. 12150022 (2017) THE IDEAL WOMAN AS PORTRAYED IN MAYA ANGELOU’S “PHENOMENAL WOMAN” POEM. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (THE IDEAL WOMAN AS PORTRAYED IN MAYA ANGELOU’S “PHENOMENAL WOMAN” POEM)
12150022_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (21MB) | Preview
[img] Text (THE IDEAL WOMAN AS PORTRAYED IN MAYA ANGELOU’S “PHENOMENAL WOMAN” POEM)
12150022_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (2MB)

Abstract

This research aims to analyze the ideal woman as portrayed in Maya Agnelou’s “Phenomenal Woman” Poem. This poem illustrates about the condition of a black woman who lives among the whites. It is to convey the crtitcs in the society that the beauty of woman does not belong to white woman, but black woman has her own beauty in her way. It applies Cleanth Brooks’s New Criticism Theory. The method of this research is qualitative research. The researcher uses close reading tehnique to collect the data. This research is divided into four thematic intrinsic elements. Firstly, the ambiguity of the poem states in the “Phenomenal Woman” word, it may portrays the black woman and it also would image the white woman. Then, the paradox of the poem thematically illustrates the contradictory image of black woman which is imaged as an ugly woman and she is also imaged as an attractive woman. Further, the irony of the poem thematically shows that the phenomenal woman is not related to the pretty, cute, and white skin, but it is related to woman who changes her weakness to be strength. Last, tension of the poem is the imbalance between black woman life and whites’s life, Penelitian ini menganalisis wanita ideal sebagaimana digambarkan dalam puisi Maya Angelou yang berjudul “Phenomenal Woman”. Puisi ini menggambarkan kondisi wanita kulit hitam yang hidup di tengah masyarakat kulit putih. Puisi ini menyampaikan kritik di masyarakat bahwa kecantikan wanita tidak ada hanya berorientasi pada wanita kulit putih, tetapi wanita kulit hitam juga cantik dengan standarnya sendiri. Penelitian ini menggunakan theori New Criticism yang ditulis oleh Cleanth Brooks. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan tehnik close reading. Penelitian ini dibedakan atas empat unsur intrinsik tematik. Pertama adalah ambiguity. Ambiguity dalam puisi ini adalah pada kata “Phenomenal Woman”. Kata “Phenomenal Woman” erat kaitannya dengan wanita kulit hitam, tapi disisi lain wanita kulit putih bisa juga dikatakan sebagai “Phenomenal Woman”. Yang kedua adalah paradox. Paradox dalam puisi secara kontadiksi menggambarkan bahwa wanita kulit hitam adalah wanita yang dianggap jelek, tapi disisi lain dia juga digambarkan sebagai wanita yang menarik. Selanjutnya, ironi secara tematik menunjukkan bahwa “Phenomenal Woman” itu tidak berkaitan dengan wanita yang berparas cantik, bertubuh imut dan berkulit putih, tetapi setiap wanita adalah “Phenomenal Woman” dengan caranya masing-masing. Yang terakhir adalah tension. Tension dalam puisi ini menggambarkan ketidakseimbangan antara kondisi kehidupan antara wanita berkulit hitam dengan wanita berkulit putih dalam komunitas “The Whites”.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Danial Hidayatullah, SS., M.Hum
Uncontrolled Keywords: Black Woman, Whites, “Phenomenal Woman”, New Criticism, Wanita Kulit Hitam, Orang-Orang Kulit Putih, Wanita Fenomenal, Teory Kritik Baru.
Subjects: Sastra Inggris
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Sastra Inggris (S1)
Depositing User / Editor: H. Zaenal Arifin, S.Sos.I., S.IPI.
Date Deposited: 20 Oct 2017 01:52
Last Modified: 20 Oct 2017 01:55
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/27624

Actions (login required)

View Item View Item