AL-KALAM AL KHOBRI FI AL-AHADITS AL-ARBAIN AL-NAWAWIYAH DIRASAH AF AL AL-KALAM

WAHYUDI - NIM. 04111889 , (2009) AL-KALAM AL KHOBRI FI AL-AHADITS AL-ARBAIN AL-NAWAWIYAH DIRASAH AF AL AL-KALAM. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Dalam setiap proses komunikasi, terjadi apa yang disebut peristiwa tutur dan tindak tutur dalam satu situasi tutur. Peristiwa tutur adalah berlangsungnya interaksi linguistik dalam satu bentuk ujaran atau lebih yang melibatkan dua pihak, yaitu penutur dan lawan tutur, dalam satu pokok tuturan, di dalam waktu, tempat dan situasi tertentu. Peristiwa tutur merupakan peristiwa sosial, karena menyangkut pihak-pihak yang bertutur dalam satu situasi dan tempat tertentu. Peristiwa tutur inilah merupakan rangkaian dari sejumlah tindak tutur (speech act) yang terorganisasikan untuk mencapai suatu tujuan. Jadi tindak tutur adalah suatu gejala individual, bersifat psikologis dan keberlangsungannya ditentukan oleh kemampuan bahasa si penutur dalam menghadapi situasi tertentu. Jika dalam peristiwa tutur lebih dilihat pada tujuan peristiwanya, sedangkan dalam tindak tutur lebih dilihat pada makna atau arti tindakan dalam tuturan. Tindak tutur dan peristiwa tutur merupakan gejala yang terdapat pada satu proses, yakni proses komunikasi. Tindak tutur merupakan analisis pragmatik, yaitu cabang ilmu bahasa yang mengkaji bahasa dari aspek pemakaian aktualnya. Leech (3-6: 1983) menyatakanbahwa pragmatik mempelajari maksud ujaran (yaitu untuk apa ujaran itu dilakukan); menanyakan apa yang dimaksud dengan suatu tindak tutur; dan mengaitkan makna dengan siapa berbicara kepada siapa, di mana, bilamana dan bagaimana. Tindak tutur merupakan entitas yang bersifat sentral di dalam pragmatik dan juga merupakan dasar bagi analisis topik-topik lain di bidang ini, seperti pra anggapan, perikutan, implikatur percakapan, prinsip kerjasama dan prinsip kesantunan. Begitupun dengan umat muslim, mereka tidak lepas dari proses tindak tutur, baik itu dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam memahami dasar-dasar agama yang menjadi acuan bagi kehidupan mereka. Al-Qur’an dan Al-Hadits sebagai dasar bagi umat Islam juga tidak lepas dari proses tindak tutur yang merupakan bentuk ujaran yang bertujuan menjawab problematika masyarakat yang terjadi pada masa Rasulullah SAW, serta masa setelah beliau wafat. Dalam hal ini, penulis akan memfokuskan tentang kajian yang berhubungan dengan tindak tutur dalam hadits, yakni pada quot;Tindak Tutur Deklaratif dalam Hadits al-Arba’in an-Nawawy quot;. Judul ini diambil, karena kitab hadits tersebut merupakan kumpulan hadits shahih yang sudah populer di kalangan umat Islam. Serta masih sedikit para intelektual muslim yang mengkaji hadits dari segi kebahasaannya, terutama dari konteks penutur dan lawan tuturnya. Hal ini pula yang menjadi dorongan peneliti untuk mengkaji tujuan dan maksud hadits tersebut dilihat dari konteks tindak tutur yang ada dalam hadits tersebut. Sebagai pisau bedahnya, penulis akan menggunakan konsep yang dikembangkan oleh John Langsaw Austin (1960), yakni tindak tutur deklaratif. Sebagai kesimpulannya, yakni adanya pemahaman hadist yang lebih luas tidak hanya dogmatis, tetapi juga dengan melihat konteksnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: PEMBIMBING: DRS. H. MARDJOKO IDRIS, MA
Uncontrolled Keywords: tutur, interaksi linguistik, proses komunikasi, Hadits al-Arba’in an-Nawawy
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:43
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/2835

Actions (login required)

View Item View Item