ORANG-ORANG MERUGI DALAM AL-QUR’AN (STUDI TEMATIK AL-QUR’AN)

BUSYRO AL KARIM, NIM. 12530086 (2017) ORANG-ORANG MERUGI DALAM AL-QUR’AN (STUDI TEMATIK AL-QUR’AN). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga.

[img]
Preview
Text (ORANG-ORANG MERUGI DALAM AL-QUR’AN (STUDI TEMATIK AL-QUR’AN))
PRA BAB, BAB I, BAB V DAN DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (13MB) | Preview
[img] Text (ORANG-ORANG MERUGI DALAM AL-QUR’AN (STUDI TEMATIK AL-QUR’AN))
BAB II, BAB III DAN BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (6MB)

Abstract

Pola berpikir manusia zaman modern saat ini sedikit demi sedikit telah menjauh dari pola pikir yang dianjurkan al-Qur’an dan dari yang dicontohkan Nabi Muhammad. Pola pikir materialistik telah menjamur dan mempengaruhi lingkungan masyarakat global secara umum dan khususnya di Indonesia. Bahwa telah menurut mereka merugi adalah selalu mengenai kurangnya keuntungan materi yang berbau duniawi. Padahal al-Qur’an telah memperingatkan manusia sejak 14 abad yang lalu, bahwa ada kerugian yang lebih besar dari kerugian yang diderita manusia di dunia. Agar manusia memiliki tujuan yang berharga dalam kehidupan di dunia dan di akhirat nanti dan tidak terjerumus ke dalam kesengsaraan sebagaimana yang dirasakan oleh orang-orang yang merugi. Di dalam al-Qur’an kerugian disebut dengan kata kunci khasara yang memiliki arti rugi, terdapat 60 ayat dengan semua derivasinya. Dan yang lebih umum dengan redaksi lain yang memiliki indikasi makna kerugian, seperti negasi kata falaha/beruntung. Penulis menemukan 12 ayat mengenai ketidak-beruntungan ini. Dari semua ayat al-Qur’an yang terdapat redaksi khasara dengan semua derivasinya, dan ayat yang mengandung makna ketidak-beruntungan tersebut akan dianalisa dengan pendekatan deduktif-induktif. Dengan bantuan literatur kitab-kitab tafsir yang mu’tabar ayat-ayat tersebut akan digali penjelasan tafsirnya dan dibuat sebuah kesimpulan kecil. Kemudian dari beberapa kesimpulan kecil tersebut akan ditarik dalam kesimpulan yang lebih besar agar dapat dilakukan analisa kontekstual. Adapun hasil penelitian mengenai orang-orang yang merugi dari 60 ayat yang menggunakan kata kunci khasara dan 12 ayat dengan redaksi kerugian yang lebih umum, penulis menemukan bahwa konsep kerugian dalam al-Qur’an tidak sama dengan konsep kerugian yang dipakai dalam dunia perekonomian. Tetapi al-Qur’an tetap menerapkan analogi yang dipakai kebanyakan manusia dalam dunia pedagangan. Yaitu dengan adanya modal awal, usaha dan hasil akhir. Hanya saja modal yang dimaksud al-Qur’an adalah keimanan, waktu, tenaga, dan kesempatan kehidupan yang diberikan Allah kepada manusia. Dan usaha yang dimaksud adalah usaha untuk mengembangkan modal-modal tersebut dengan perbuatan yang nantinya akan dihitung dan diminta pertanggung-jawaban di akhirat. Apakah usaha itu dilakukan dengan tujuan dan cara yang benar atau tidak, itu yang akan menentukan hasil akhir. Yaitu hasil akhir keberuntungan atau kerugian. Karena hasil akhir ini yang akan menentukan kehidupan hakiki nan abadi seorang insan di akhirat. Jika ia telah berusaha dengan cara dan untuk tujuan yang baik maka ia akan termasuk orang-orang yang beruntung. Sebaliknya, jika ia menyia-nyiakan modal awal yang telah diberikan maka ia akan termasuk menjadi orang-orang yang merugi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Dr. Afdawaiza, M. Ag
Uncontrolled Keywords: Orang-orang merugi, Al-Qur'an
Subjects: Ilmu Alqur’an dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur’an dan Tafsir (S1)
Depositing User / Editor: Drs. Bambang Heru Nurwoto
Date Deposited: 17 Nov 2017 02:54
Last Modified: 17 Nov 2017 02:54
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/28372

Actions (login required)

View Item View Item