TINJAUAN HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF TENTANG ISBAT NIKAH DI KABUPATEN GUNUNG KIDUL (STUDI KASUS DI PENGADILAN AGAMA WONOSARI TAHUN 2014- 2016)

MIFTAH MUNIRUL HAJI, NIM: 10350049 (2017) TINJAUAN HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF TENTANG ISBAT NIKAH DI KABUPATEN GUNUNG KIDUL (STUDI KASUS DI PENGADILAN AGAMA WONOSARI TAHUN 2014- 2016). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga.

[img]
Preview
Text (TINJAUAN HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF TENTANG ISBAT NIKAH DI KABUPATEN GUNUNG KIDUL (STUDI KASUS DI PENGADILAN AGAMA WONOSARI TAHUN 2014- 2016))
10350049_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img] Text (TINJAUAN HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF TENTANG ISBAT NIKAH DI KABUPATEN GUNUNG KIDUL (STUDI KASUS DI PENGADILAN AGAMA WONOSARI TAHUN 2014- 2016))
10350049_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pengajuan isbat nikah di Pengadilan Agama Wonosari. Masyarakat tidak mengetahui dan kurang kesadaran akan dampak pernikahan tidak dicatatkan secara resmi mengakibatkan muncul masalah ketika masyarakat mengurus kepentingan yang berkaitan dengan negara. Oleh karena itu, Pengadilan Agama Wonosari menerima pengajuan isbat nikah dengan berbagai faktor yang jumlahnya tidak sedikit. Tujuan Penelitian ini mengetahui penyebab banyaknya pengajuan isbat nikah di Gunung Kidul khususnya di ruang lingkup Pengadilan Agama Wonosari, serta pandangan Islam dan Hukum Positif mengenai isbat nikah. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), sifat penelitian adalah deskriptif analitik. Teknik pengumpulan data dengan melakukan interview atau wawancara, serta meminta dokumen-dokumen di Pengadilan Agama Wonosari.Metode pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian adalah pendekatan normatif-yuridis. Adapun metode analisis data, penyusun menggunakan analisis deduktif-kualitatif. Hasil penelitian penyebab peningkatan pengajuan isbat nikah adalah terdapat rendahnya pengetahuan dan pendidikan masyakat akan dampak tidak dicatatkannya pernikahan. Kemudian letak geografis juga mengakibatkan masyarakat sulit dijangkau yang berakibat tidak meratanya pencatatan pernikahan. Selain itu juga terdapat oknum pegawai pencatatan pernikahan yang tidak bertanggungjawab dan tidak amanah. Untuk menekan angka pengajuan isbat nikah yang tinggi, Pengadilan Agama Wonosari mempunyai program-program yang dapat meminimalisir pernikahan yang tidak dicatat, dan terbukti sangat efektif mengurangi angka banyaknya pengajuan isbat nikah. Dari segi Islam sendiri tidak begitu mengatur hal yang berkaitan dengan pencatatan pernikahan asal sesuai dengan syarat dan rukun pernikahan Islam sendiri. Akan tetapi terdapat pendekatan Al Qur‟an, kaidah fiqhiah, dan pendapat „ulama mengenai keharusan pernikahan dicatat untuk kemaslahatan dan menghindari kemudhorotan. Dari segi Hukum Positif terdapat beberapa peraturan perundang-undangan mengenai keharusan mencatatkan pernikahan di pegawai pencatat pernikahan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: DRS. H. ABU BAKAR ABAK, M.M
Uncontrolled Keywords: itsbat nikah
Subjects: Hukum Islam > Fiqih > Pernikahan > Itsbat Nikah
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Al-Ahwal Asy-Syakhsiyyah (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 26 Feb 2018 09:35
Last Modified: 26 Feb 2018 09:35
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/28414

Actions (login required)

View Item View Item