TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PROSES PEMBAYARAN MAHAR ‘POTONG BINENG WELING’ DALAM PERKAWINAN ADAT LAMAHOLOT ( STUDI KASUS DI DESA LAMAKERA KECAMATAN SOLOR TIMUR KABUPATEN FLORES TIMUR )

MASYRUDIN SYARIF, NIM : 10350056 (2017) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PROSES PEMBAYARAN MAHAR ‘POTONG BINENG WELING’ DALAM PERKAWINAN ADAT LAMAHOLOT ( STUDI KASUS DI DESA LAMAKERA KECAMATAN SOLOR TIMUR KABUPATEN FLORES TIMUR ). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga.

[img]
Preview
Text (TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PROSES PEMBAYARAN MAHAR ‘POTONG BINENG WELING’ DALAM PERKAWINAN ADAT LAMAHOLOT ( STUDI KASUS DI DESA LAMAKERA KECAMATAN SOLOR TIMUR KABUPATEN FLORES TIMUR ))
10350056_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img] Text (TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PROSES PEMBAYARAN MAHAR ‘POTONG BINENG WELING’ DALAM PERKAWINAN ADAT LAMAHOLOT ( STUDI KASUS DI DESA LAMAKERA KECAMATAN SOLOR TIMUR KABUPATEN FLORES TIMUR ))
10350056_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (5MB)

Abstract

Mahar merupakan salah satu syarat dari pernikahan yang harus dipenuhi oleh pihak calon mempelai laki-laki terhadap pihak calon mempelai wanita karena mahar merupakan hak dari seorang istri sepenuhnya yang diberikan oleh sang suami, sehingga bentuk dan nilai mahar inipun sangat ditentukan oleh kehendak istri. Bisa saja mahar itu berbentuk uang, benda ataupun jasa. Realitas kehidupan masyarakat di indonesia banyak sekali terpengaruh oleh budaya lokal yang mereka anut, seperti yang terjadi pada masyarakat di Desa Lamakera Kecamatan Solor Timur Kabupaten Flores Timur Nusa Tenggara Timur. Dengan latar belakang itu masyarakat yang merupakan etnis lamaholot ini masih melestarikan budaya leluhurnya termasuk dalam acara pernikahan. Tradisi atau kebiasaan atau fenomena yang masih sering terjadi sampai sekarang adalah ‘potong bineng Weling’. Fenomena ‘potong bineng Weling’ yang merupakan istilah pembayaran mahar calon mempelai dari pihak laki-laki kepada calon mempelai dari pihak wanita dengan cara dihutang atau dicicil, permasalahan yang timbul ataupun keunikannya adalah cara membayar hutang mahar ini diambil dari mahar pernikahan adik atau saudara perempuan kandung dari suami. Hutang adat ini akan terus ditagih oleh pihak keluarga wanita sampai ketika pembayaran sudah mencapai kata lunas. Hal inilah yang kemudian menjadi menarik untuk dikaji dalam perspektif hukum islam. Apa dan bagaimana tanggapan islam terhadap proses ‘potong bineng weling’ ini dan juga perpaduan adat dan islam yang mengilhami kehidupan masyarakat desa lamakera yang berpenduduk mayoritas muslim ini. Penelitian dalam skripsi ini adalah termasuk jenis penelitian lapangan (field researrch) dengan cara wawancara kepada narasumber dan juga akan didukung dengan penelitian kepustakaan (library research). Dengan menggunakan pendekatan penelitian normatif, yaitu pendekatan dengan tolak ukur agama melalui penelitian terhadap nashnash alquran, sunnah, dan ‘urf serta sumber lain yang dapat dijadikan landasan sebagai pembenar atau pemberi aturan terhadap masalah yang menjadi pokok bahasan. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode induktif deduktif. Setelah meneliti dan menalaah penulis menyimpulkan proses penetapan mahar Potong Bineng Weling yang dilakukan oleh masyarakat Lamakera sah atau diperbolehkan, karena proses tersebut tidak bertentangan dengan hukum Islam. Dalam kasus mahar ini, hukum Islam lebih memposisikan dirinya sebagai term of reference dari kerangka acuan yang lebih bersifat normatif, yaitu hanya menentukan hukum mahar, akan tetapi dalam pelaksanaannya adat atau tradisi itulah yang menjadi acuan bagi masyarakat, hal ini disebabkan hukum Islam sendiri tidak mengatur secara detil mengenai bentuk, jumlah dan mekanisme pelaksanaan mahar. Kata kunci: mahar, hutang, potong bineng weling, hukum adat, hukum Islam,

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. MALIK IBRAHIM, M.Ag
Uncontrolled Keywords: mahar, hutang, potong bineng weling, hukum adat, hukum Islam,
Subjects: Hukum Islam > Fiqih > Pernikahan > Mas Kawin / Mahar
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Al-Ahwal Asy-Syakhsiyyah (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 26 Feb 2018 09:36
Last Modified: 26 Feb 2018 09:36
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/28417

Actions (login required)

View Item View Item