TUAN-TUAN NAN BATUAH; ANALISIS FILOSOFIS TENTANG KEUTAMAAN HIDUP MANUSIA MINANGKABAU DALAM ROMAN PEDOMAN HIDUP DI ALAM MINANGKABAU KARYA SYEKH SULAIMAN ARRASULI

HILMAN FEBRI NANDA, NIM: 09510006 (2017) TUAN-TUAN NAN BATUAH; ANALISIS FILOSOFIS TENTANG KEUTAMAAN HIDUP MANUSIA MINANGKABAU DALAM ROMAN PEDOMAN HIDUP DI ALAM MINANGKABAU KARYA SYEKH SULAIMAN ARRASULI. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga.

[img]
Preview
Text (TUAN-TUAN NAN BATUAH; ANALISIS FILOSOFIS TENTANG KEUTAMAAN HIDUP MANUSIA MINANGKABAU DALAM ROMAN PEDOMAN HIDUP DI ALAM MINANGKABAU KARYA SYEKH SULAIMAN ARRASULI)
09510006_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (7MB) | Preview
[img] Text (TUAN-TUAN NAN BATUAH; ANALISIS FILOSOFIS TENTANG KEUTAMAAN HIDUP MANUSIA MINANGKABAU DALAM ROMAN PEDOMAN HIDUP DI ALAM MINANGKABAU KARYA SYEKH SULAIMAN ARRASULI)
09510006_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (4MB)

Abstract

Seperti kebudayaan lain, Minangkabau memiliki ajaran tersendiri yang dipercaya anggota masyarakatnya untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Ajaran tersebut disampaikan lewat berbagai cara, mulai dari cerita tutur hingga sumber tertulis. Sumber-sumber tersebut tersebar dan selanjutnya dikenal sebagai kaba, tambo, pepatah-petitih hingga nasehat-nasehat. Tokoh adat, ulama, dan orang pandai Minangkabau terbiasa menggunakan medium tersebut untuk menyelipkan pesan moral serta menerangkan langkah dan tujuan hidup yang selayaknya dijalani orang Minangkabau. Salah satu tokoh adat, juga ulama, yang menggunakannya adalah Syekh Sulaiman Arrasuli (1871-1970), atau yang dikenal dengan panggilan Inyiak Canduang. Salah satu karya Inyiak Canduang adalah Pedoman Hidup di Alam Minangkabau (1939). Karya yang dikenal dengan Kisah Muhammad Arif ini sebagian besar berisi nasehat seorang ibu kepada anak-anaknya yang beranjak dewasa. Karya Inyiak Canduang ini amat cocok untuk diteliti guna mendapatkan gambaran keutamaan hidup di alam Minangkabau. Mengetahui keutamaan ini adalah syarat dalam merumuskan langkah yang tepat untuk meraih tuah sakato, sebuah konsep kebahagian dalam hidup Minangkabau. Dalam meneliti karya ini, penyusun akan melakukan studi kepustakaan dengan mempertanyakan; Apakah konsep keutamaan hidup manusia Minangkabau?; dan Bagaimana konsep keutamaan hidup manusia Minangkabau dalam roman Pedoman Hidup di Alam Minangkabau karya Syekh Sulaiman Arrasuli? Kedua pertanyaan ini selanjutnya akan dijawab dengan pendekatan filosofis. Penulis akan menggunakan teori virtue Aristoteles. Akhirnya, penulis menemukan bahwa konsep keutamaan hidup manusia Minangkau adalah; 1) Sebagai individu, memakaikan budi, baso-basi, dan rasopareso; 2) Sebagai anggota komunal, ia menjalani hidup dengan prinsip bersama, tidak individualis, dan memiliki sikap malu; 3) Sebagai hamba, ia belaku selaras dengan alua dan patuik sebagai norma kehidupannya. Adapun dalam Pedoman Hidup di Alam Minangkabau, penulis menemukan beberapa bentuk keutamaan, yaitu: Paham di kato-kato; Menghindari pengetahuan ensiklopedik; Komitmen dan dedikasi; Tidak tergesa-gesa dalam berpendapat (reflektif); dan Mufakat. Tiga bentuk keutaman pertama adalah keutamaan dalam mencari ilmu pengetahuan, dan dua lainnya adalah keutamaan sebagai orang yang berpengetahuan di Minangkabau. Kata kunci: Syekh Sulaiman Arrasuli, Keutamaan, Kisah Muhammad Arif, Minangkabau.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Imam Iqbal S.Fil.I., M.S.I.
Uncontrolled Keywords: Syekh Sulaiman Arrasuli, Keutamaan, Kisah Muhammad Arif, Minangkabau.
Subjects: Aqidah Filsafat
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta > Aqidah Filsafat
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Aqidah dan Filsafat Islam (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 23 Feb 2018 08:49
Last Modified: 23 Feb 2018 08:49
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/28730

Actions (login required)

View Item View Item