PERUBAHAN PENERAPAN HUKUM PUTUSAN KASUS SYIQAQ, KHULUK, DAN LI’AN DALAM PERKARA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA SE-PROVINSI GORONTALO TAHUN 2006-2009

Titin Syamsuddin, NIM. 0631524 (2017) PERUBAHAN PENERAPAN HUKUM PUTUSAN KASUS SYIQAQ, KHULUK, DAN LI’AN DALAM PERKARA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA SE-PROVINSI GORONTALO TAHUN 2006-2009. Doctoral thesis, UIN Sunan Kalijaga.

[img]
Preview
Text (PERUBAHAN PENERAPAN HUKUM PUTUSAN KASUS SYIQAQ, KHULUK, DAN LI’AN DALAM PERKARA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA SE-PROVINSI GORONTALO TAHUN 2006-2009)
BAB I, VIII, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img] Text (PERUBAHAN PENERAPAN HUKUM PUTUSAN KASUS SYIQAQ, KHULUK, DAN LI’AN DALAM PERKARA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA SE-PROVINSI GORONTALO TAHUN 2006-2009)
BAB II, III, III, IV, V, VI, VII.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (4MB)

Abstract

The cases of syiqaq, khuluk, and li’anare a special case (shar’īor Islamic law) accommodated in Law No.7/1989 on Religious Courts (UUPA) and Islamic Law Compilation (KHI). Those laws are the basis for the settlement of divorce for Muslims. However, in the Religious Courts throughout GorontaloProvince,the application of the laws has its uniqueness. The three special cases (shar’īprescriptive) are transferred into a regular case (taluqdivorce and divorce by litigation). Based on this background, the problem of this research concerns on the changing application ofsyiqaq, khuluk and li’anlaws on a divorce case in the Religious Courts throughout Gorontalo Province. Therefore, this study aims to seek out the answers on the legal position and characteristics of syiqaq, khuluk, and li’andivorce cases; (2) the application of syiqaq, khuluk, and li’anlawsin a divorce court decision in the Religious Courts throughout GorontaloProvince; (3) the factors that affect the changingapplication of syiqaq, khuluk, and li’andivorce lawsin the judge’s decision. This was a library research with a juridical-sociolegal approach. Three levels of theory are used, ie, legal discovery as a grand theory, sociological jurisprudence as a middle range theory and the theory of application change of IbnQayyimas applied theory. The source of research data consisted of primary, secondary, and tertiarylegal materials. The sample data retrieval is done by using purposive sampling. The analysis of data uses qualitative and content analysis. This study obtains three findings.1) The position of those three divorce laws of the fiqhdoctrine or codified in Law Schools (law in the books) is based on a formal juridical that has become positive law, accommodated in the Law No. 7/1989 and KHI (law in action). All three cases have different characteristics with cases of taluqdivorce and divorce by litigation. 2) In the application of those three laws, judges are adhering to the text of the law (formal legal). When they do not find the law, they perform legal discovery (rechtsvinding) by using the method of lawinterpretation and construction. This has led to a change of law enforcement of the three cases in which the pattern of the legal reasoning of judges not only emphasizes the rule of law, but also pays attention to the achievement of the values of usefulness and fairness. 3) The changes in the application of those three laws based on the analysis of patterns of legal reasoning of the judge show that the application does not meet certainty, usefulness and value of justice.It is influenced by two factors, ie, the external and internal factors. The external factors are seen fromthe social sphere of a case in the form of state, time, and motivation. In addition, the factors of formal legality or the laws of marriage have played an active role in changing the three cases by shifting the values of classical fiqh to the new values. The second factors are the internal factors which are viewed from the judges in performing their duties, ie, in the form of guarantees of freedom of the judiciary/judges, professionalism and appreciation of professional ethics.If these factors are embedded in the judges, they can ultimately generate new laws in accordance with the principles and values of Islam (living law) in the present. To determine whether these factors have optimally been owned by the judges in the Religious Courts throughout Gorontalo Province needs further research. Based on the research findings, the researcherrecommends reactuality- causality method as a method of changing the legal implementation of the three cases analyzed. Causality is the thinking process by using the law of causation, either formally, materially, as well as naturally. This reasoning is used in the process of constatiringandconstituiring. In terms of making changes for the laws, judges are required to do re-actuality. This means that judges should pay attention to the social context when facingshar’īprescription concrete cases (syiqaq, khuluk, and li’an) because the social context is loaded with time, space, circumstances, motivations, and traditions of the Muslim community. In this way, the shar'īvalues can be integrated with the values of modernity. Keywords: Change, Law Enforcement, Court Decision, Cases of Syiqaq, khuluk, li’an [INDONESIA] Kasus syiqaq, khuluk, dan li’an merupakan kasus khusus (hukum syar’i) yang terakomodasi dalam UU No.7/1989 tentang Peradilan Agama (UUPA) dan Kompilasi Hukum Islam (KHI). Peraturan tersebut merupakan dasar penyelesaian perkara perceraian bagi umat Islam. Namun, di Peradilan Agama se-Provinsi Gorontalo penerapan hukumnya tidak demikian. Ketiga kasus khusus (preskriptif syar’i) tersebut dialihkan menjadi kasus biasa (cerai talak dan cerai gugat). Berdasarkan latar belakang tersebut maka yang menjadi masalah penelitian ini adalah mengapa terjadi perubahan penerapan hukum dalam putusan kasus syiqaq, khuluk dan li’an pada perkara perceraian di Pengadilan Agama se-Provinsi Gorontalo?. Dengan rumusan masalah berikut: (1) bagaimana kedudukan hukum dan karakteristik perceraian syiqaq, khuluk dan li’an?; (2) bagaimana penerapan hukum syiqaq, khuluk dan li’an dalam putusan perceraian di Pengadilan Agama se-wilayah Provinsi Gorontalo?; (3) Faktorfaktor apa saja yang memengaruhi terjadinya perubahan penerapan hukum perceraian syiqaq, khuluk dan li’an dalam putusan hakim? Penulisan disertasi ini menggunakan metode sebagai berikut; Jenis penelitian adalah kajian kepustakaan (library research), pendekatan yuridis-sosiolegal. Dalam penelitian digunakan tiga tataran teori yaitu penemuan hukum sebagai grand theory, sosiological jurisprudence sebagai middle range theory dan teori perubahan penerapan hukum dari Ibnu Qayyim sebagai applied theory. Sumber data penelitian terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Pengambilan data sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dan analisis isi (conten). Hasil temuan penelitian adalah; 1) Kedudukan hukum perceraian syiqaq, khuluk dan li’an dari doktrin fikih atau terkodifikasi dalam mazhab fikih (law in the books) berdasarkan yuridis formal telah menjadi hukum positif, terakomodir dalam UUPA No.7/1989 dan KHI (law in action). Ketiga kasus tersebut memiliki karakteristik yang berbeda dengan kasus cerai talak dan cerai gugat pada umumnya (biasa). 2) Penerapan hukum syiqaq, khuluk dan li’an, hakim berpegang pada teks undang-undang (legal formal). Ketika tidak menemukan hukumnya, hakim melakukan penemuan hukum (rechtsvinding) dengan menggunakan metode interpretasi dan konstruksi hukum. Hal ini menimbulkan perubahan penerapan hukum ketiga kasus tersebut. Dalam penerapan ketiga kasus ini, pola penalaran hukum hakim tidak hanya menekankan pada kepastian hukum, akan tetapi juga memperhatikan pencapaian nilai-nilai kemanfaatan dan keadilan. 3). Perubahan penerapan hukum kasus syiqaq, khuluk, dan li’an berdasarkan hasil analisis pola penalaran hukum hakim menunjukan penerapan ketiga kasus tersebut tidak memenuhi kepastian, kemanfaatan dan nilai keadilan, hal ini dipengaruhi oleh dua faktor: Pertama, faktor eksternal. Faktor ini dilihat dari lingkup social suatu perkara berupa keadaan, waktu, dan motivasi. Di samping itu faktor legalitas formal atau peraturan perundang-undangan perkawinan itu sendiri telah berperan aktif dalam mengubah ketiga kasus tersebut dengan menggeser nilai-nilai fikih klasik ke nilai-nilai baru. Kedua, faktor internal. Faktor tersebut dilihat dari hakim dalam melaksanakan tugasnya yaitu, berupa jaminan kebebasan peradilan/hakim, profesionalisme dan penghayatan etika profesi, apabila faktor-faktor tersebut terpatri dalam diri hakim, maka hakim dapat menghasilkan hukum baru yang sesuai dengan prinsip-prinsip dan nilai-nilai Islam (living law) pada masa kini. Untuk mengetahui apakah faktor-faktor tersebut telah optimal dimiliki oleh hakim di lingkungan Peradilan Agama se- Provinsi Gorontalo, baiknya dilakukan penelitian lebih lanjut. Berdasarkan temuan penelitan, peneliti merekomondasikan metode kausalitas-reaktualitas sebagai metode perubahan penerapan hukum terhadap tiga kasus yang dianalisis. Kausalitas merupakan proses berpikir dengan menggunakan hukum sebab akibat, baik secara formil, meteriil, maupun natural. Penalaran ini digunakan dalam proses konstatiring dan konstituiring. Kemudian, dalam hal melakukan perubahan hukum, hakim dituntut harus reaktualitas. Artinya, hakim harus memerhatikan konteks sosial ketika menghadapi kasus kongkret preskripsi syar’i (syiqaq, khuluk dan li’an) sebab konteks sosial tersebut sarat dengan muatan waktu, ruang, keadaan, motivasi, dan tradisi masyarakat muslim. Dengan cara demikian, nilai-nilai syar’i dapat diintegrasikan dengan nilainilai kemodernan. Kata Kunci; Perubahan, Penerapan Hukum, Putusan, Kasus Syiqaq, Khuluk, Li’an.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Additional Information / Pembimbing: 1. Prof. Drs. H. Akh. Minhaji, MA., Ph.D. 2. Prof. Dr. H. Khoiruddin, MA.
Uncontrolled Keywords: Change, Law Enforcement, Court Decision, Cases of Syiqaq, khuluk, li’an, Perubahan, Penerapan Hukum, Putusan, Kasus Syiqaq, Khuluk, Li’an
Subjects: Hukum Islam > Fiqih > Pernikahan > Perceraian dalam Islam
Divisions: Pascasarjana > Disertasi > Ilmu Agama Islam
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 22 Dec 2017 07:27
Last Modified: 22 Dec 2017 07:27
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/28740

Actions (login required)

View Item View Item