TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP SISTEM LELANG HP JAMINAN GADAI (STUDI KASUS PADA KONTER HP DI JALAN MOSES YOGYAKARTA)

FATHURROKHMAN, NIM. 10380046 (2017) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP SISTEM LELANG HP JAMINAN GADAI (STUDI KASUS PADA KONTER HP DI JALAN MOSES YOGYAKARTA). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP SISTEM LELANG HP JAMINAN GADAI (STUDI KASUS PADA KONTER HP DI JALAN MOSES YOGYAKARTA))
10380046_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img] Text (TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP SISTEM LELANG HP JAMINAN GADAI (STUDI KASUS PADA KONTER HP DI JALAN MOSES YOGYAKARTA))
10380046_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (4MB)

Abstract

Pegadaian merupakan nama lembaga yang menggunakan sistem jasa gadai, dengan cara menahan salah satu harta milik seseorang (peminjam), sebagai jaminan atas pinjaman yang diterimanya. Barang yang ditahan tersebut memiliki nilai ekonomis. Dengan demikian pihak yang menahan memperoleh jaminan untuk dapat mengambil kembali seluruh atau sebagian piutangnya. Namun pada prakteknya selalu ada saja nasabah yang tidak mampu menebus barang yang digadaikan. Pada akirnya barang yang digadaikan dijual oleh pihak pegadaian dengan cara pelelangan dengan periode tertentu. Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang bagaimana pandangan hukum Islam mengenai sistem pelelangan barang yang diberlakukan pada konter-konter yang melakukan akad gadai di Jl. Moses Gatotkaca Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), yang dilakukan terhadap konter AWI Ponsel dan T.N.T Phone Shop di Jl. Moses Gatotkaca Yogyakarta mengenai sistem lelang barang, data-data dan dokumen. Meliputi: pemilik, serta nasabah atau penggadai. Obyek pada penelitian ini adalah seperti apa sistem lelang barang yang di berlakukan di dalamnya. Penyusun menganalisa dengan teori hukum Islam. Hasil dari penelitian ini bahwa, apabila masa yang telah diperjanjikan untuk pembayaran utang telah terlewati, maka yang berhutang berkewajiban untuk membayar utangnya. Akan tetapi seandainya yang behrutang tidak punya kemampuan untuk mengembalikan pinjamannya, ia memberikan izin kepada pemegang gadai, untuk menjual barang atau melelangnya. Jika izin ini tidak diberikan oleh si pemberi gadai, maka si penerima gadai dapat meminta pertolongan Hakim untuk memaksa si pemberi gadai untuk melunasi utangnya atau memberikan izin kepada si penerima gadai, untuk menjual barang gadaian tersebut atau melelangnya. Berkaitan dengan adanya persyaratan menjual barang gadaian pada waktu habis masanya, maka hal ini dibolehkan. Dengan syarat atau ketentuan yang amanah dan terpenuhi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. Kalid Zulfa, M.Si.
Uncontrolled Keywords: Tinjauan Hukum Islam, Sistem Lelang Hp, Jaminan Gadai,
Subjects: Muamalat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah (S1)
Depositing User / Editor: H. Zaenal Arifin, S.Sos.I., S.IPI.
Date Deposited: 27 Dec 2017 01:26
Last Modified: 27 Dec 2017 01:26
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/28743

Actions (login required)

View Item View Item