ANALISIS PENYEBAB KECACATAN KAIN MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DAN FUZZY FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FUZZY FMEA) DI UNIT WEAVING I (STUDI KASUS DI PT. PANDATEX MAGELANG)

CHOIRUL BASHORI, NIM. 13660028 (2017) ANALISIS PENYEBAB KECACATAN KAIN MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DAN FUZZY FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FUZZY FMEA) DI UNIT WEAVING I (STUDI KASUS DI PT. PANDATEX MAGELANG). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (ANALISIS PENYEBAB KECACATAN KAIN MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DAN FUZZY FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FUZZY FMEA) DI UNIT WEAVING I (STUDI KASUS DI PT. PANDATEX MAGELANG))
13660028_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (9MB) | Preview
[img] Text (ANALISIS PENYEBAB KECACATAN KAIN MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DAN FUZZY FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FUZZY FMEA) DI UNIT WEAVING I (STUDI KASUS DI PT. PANDATEX MAGELANG))
13660028_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (2MB)

Abstract

PT Pandatex merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang industri tekstil terutama dalam produksi kain grey. Perusahaan menyadari bahwa untuk menghasilkan produk yang berkualitas bukanlah tugas yang mudah. Beberapa masalah yang dihadapi oleh PT Pandatex adalah masih tingginya kegagalan pada proses produksi kain grey terutama di Unit Weaving I. Proses yang dilalui yaitu proses Warping, Sizing, Cucuk, Palet, dan Tenun. Untuk mengurangi dan mencegah kegagalan proses tersebut PT Pandatex perlu menerapkan suatu metode pengendalian kualitas yang mudah diterapkan dan memberikan hasil yang baik. Adapun metode yang tepat dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan Fault Tree Analysis dan Fuzzy Failure Mode and Effect Analysis. Metode ini mempunyai kelebihan, yaitu dapat mencegah atau mendeteksi kerusakan lebih dini dan dapat menentukan jenis kerusakan mana yang harus diperioritaskan untuk diperbaiki terlebih dahulu secara bertahap. Adapun hasil dari pembahasan menunjukkan 12 dari 19 item perlu diperbaiki terlebih dahulu. Perbaikan yang perlu dilakukan karena tingginya FRPN antara lain adalah rantas (544), palet berekor (540), panjang lebih (501), benang berintip (500), pakan renggang (500), salah memasukkan sisir (444), kotor kapas (383), lengket (374), lusi putus (309), palet gembur (305), pinggiran jelek (290) dan tak anyam (275).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Kifayah Amar, S.T., M.Sc., Ph.D
Uncontrolled Keywords: Fault Tree Analysis (FTA), Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Analisis Resiko, Fuzzy, Proses Produksi
Subjects: Tehnik Industri
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Teknik Industri (S1)
Depositing User / Editor: Drs. Bambang Heru Nurwoto
Date Deposited: 18 Jan 2018 05:17
Last Modified: 18 Jan 2018 05:17
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/29067

Actions (login required)

View Item View Item