RELASI ANTARA KONSEP KETABUAN DAN AGAMA: TELAAH PEMIKIRAN SIGMUND FREUD

HASYIM ASY’ ARI, NIM. 13510015 (2017) RELASI ANTARA KONSEP KETABUAN DAN AGAMA: TELAAH PEMIKIRAN SIGMUND FREUD. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (RELASI ANTARA KONSEP KETABUAN DAN AGAMA: TELAAH PEMIKIRAN SIGMUND FREUD)
13510015_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text (RELASI ANTARA KONSEP KETABUAN DAN AGAMA: TELAAH PEMIKIRAN SIGMUND FREUD)
13510015_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (3MB)

Abstract

Masalah kejiwaan pada masa modern yang kemudian dikaitkan dengan agama menjadi salah satu hal penting yang dilakukan oleh Sigmund Freud. Frustasi, histeria, phobia maupun gangguan neurosis lainnya menjadi suatu penyakit yang ada dikarenakan oleh adanya represi pada taraf psikis manusia. Represi ini terjadi karena adanya perasaan ambivalen, yaitu suatu perasaan dimana satu sisi ingin melakukannya namun di sisi lain tidak ingin melakukan perbuatan tersebut. Aturan-aturan seperti ini terjadi dalam aturan-aturan moral maupun agama. Aturan-aturan tersebut biasanya termanifestasi dalam suatu aturan Tabu yang hubungannya sangat erat dengan agama. Dalam skripsi ini penulis menganalisis tentang relasi antara konsep ketabuan dan agama menurut pemikiran dari Sigmund Freud. Dalam hal ini, setidaknya akan dijelaskan oleh penulis dalam tiga fokus pembahasan. Tiga fokus pembahasan tersebut diantaranya: (1) meneliti definisi antara konsep ketabuan dan juga agama dalam pemikiran Sigmund Freud ataupun juga dari para pemikir lain, (2) meneliti relasi anatara konsep ketabuan dan agama dalam pemikiran Sigmund Freud, (3) memetakan asal-usul agama berdasarkan pemikiran Sigmund Freud. Penelitian ini termasuk penelitian library research dengan sumber primer tiga karya mengenai agama yang ditulis oleh Freud yaitu : Totem dan Tabu, Musa dan Monoteisme dan Future of an Illusions. Sedangkan sumber sekundernya adalah buku-buku dari penulis lain yang membahas tentang agama dalam pemikiran Freud, karya tulis ilmiah yang membahas Freud seperti juranal, skripsi dan internet. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka terdapat beberapa kesimpulan yang telah diperoleh oleh penulis, pertama, tabu merupakan hukum adat tertua yang pernah tercipta dalam masyarakat primitif dan sampai sekarang masih ada. Tabu ini merupakan salah satu unsur yang ada dalam asal-usul terciptanya agama. Kedua, dalam pemikiran Freud larangan-larangan tabu merupakan dasar dari terbentuknya agama yang termanifestasi dalam psikis manusia seperti perasaan ambivalen dalam diri manusia dan hal inilah yang membuat Freud menyamakan penganut agama seperti orang yang terkena neurosis. Ketiga, atas dasar pengharapan yang ditaruh manusia kepada gambaran tentang bapa asali atau tuhan yang bagi Freud tak nyata maka dari sinilah istilah agama sebagai illusi dimunculkan

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Dr. Alim Roswantoro M.Ag
Uncontrolled Keywords: Sigmund Freud, Totem, Agama, Tabu, Neurosis, Ambivalensi
Subjects: Aqidah Filsafat
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta > Aqidah Filsafat
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Aqidah Filsafat (S1)
Depositing User / Editor: Drs. Bambang Heru Nurwoto
Date Deposited: 29 Jan 2018 06:09
Last Modified: 29 Jan 2018 06:09
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/29199

Actions (login required)

View Item View Item