INKLUSIVISME DAN PERSOALAN IDENTITAS (Studi tentang Hinduisme di Dusun Plumbon Banguntapan Bantul Yogyakarta)

M A'am Aulia Rahman NIM: 01520559, (2009) INKLUSIVISME DAN PERSOALAN IDENTITAS (Studi tentang Hinduisme di Dusun Plumbon Banguntapan Bantul Yogyakarta). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (INKLUSIVISME DAN PERSOALAN IDENTITAS (Studi tentang Hinduisme di Dusun Plumbon Banguntapan Bantul Yogyakarta))
BAB I,V.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text (INKLUSIVISME DAN PERSOALAN IDENTITAS (Studi tentang Hinduisme di Dusun Plumbon Banguntapan Bantul Yogyakarta))
BAB II,III,IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (211kB)

Abstract

Secara historis setiap agama dan kepercayaan hadir secara bergantian. Namun bukan berarti hadirnya agama baru, dengan sendirinya menghapus, menghilangkan dan menyingkirkan agama sebelumnya. Oleh karena itu, adalah suatu kewajaran bila dalam setiap masyarakat terdapat berbagai agama dan kepercayaan. Kebenaran dan keselamatan merupakan dua sisi fundamental dari suatu agama yang dianut pemeluknya. Melalui agama yang diyakini benar, penganutnya beharap memperoleh keselamatan, dan itu diyakini hanya bisa diperoleh melalui agama tersebut. Karena itulah penganut suatu agama sering memandang bahwa penganut agama lain salah, dan dengan dalih untuk menyelamatkannya, mereka mengajaknya ke agama ini. Jika perlu, dengan kekerasan atas nama kebenaran agama. Akibatnya, perang atas nama agamapun sering terjadi. Ketika masing-masing agama menyodorkan klaim kebenaran dan keselamatan hanya ada pada agamanya sendiri, sementara agama Hindu memandang bahwa keselamatan bukan merupakan monopoli dari salah satu agama. Berbagai agama itu merupakan jalan alternatif dan relatif sama menuju Tuhan yang sama. Hal ini berarti menghubungkan agama-agama kepada satu Tuhan. Sehingga adanya agama-agama yang plural tersebut tidak hanya berhenti sebagai fenomena faktual saja, tetapi kemudian dilanjutkan bahwa ada satu realitas yang menjadi pengikat yang sama dari agama-agama tersebut. Sikap pasrah dan ihlas dalam menerima eksistensi pluralisme agama yang memiliki pesan dasar yang sama tersebut, kiranya dapat membuka kesadaran keberagamaan yang lapang, toleran egaliter, terbuka yang kesemuanya itu merupakan bingkai pemikiran inklusifisme agama. Dusun Plumbon Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul, merupakan salah satu Dusun yang memiliki masyarakat berbeda-beda dalam beragama. Diantaranya adalah umat agama Hindu yang merupakan umat minoritas. Sehingga dengan kategori minoritas tersebut identitas dan aktivitas keberagamaan sebagai umat Hindu seakan-akan tereduksi oleh lingkungan yang mayoritas memeluk agama Islam. Sementara hidup ditengah-tengah pluralitas agama, tentu saja kesadaran inklusiv perlu juga di kemas dan diekspresikan melalui cara-cara yang baik, penuh hikmah dan kebijaksanaan dan bahkan jika perlu tetap dengan argumentasi yang akurat. Untuk mengungkap permasalahan tersebut penulis melakukan penelitian terhadap umat Hindu di Plumbon dengan pendekatan sosiologi dengan teori identitas dari Harold R. Isaacs dan John Harwood Hick. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik pengamatan dan wawancara terhadap masyarakat Plumbon tentang keberadaan umat Hindu. Data yang diperoleh kemudian penulis kelompokkan dan analisis dengan teknik analisis kualitatif.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Cth. Pembimbing : Drs. H. A. Singgih Basuki, MA.
Uncontrolled Keywords: inklusivisme dan persoalan individu, hinduisme
Subjects: Perbandingan Agama
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Perbandingan Agama (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 08 Aug 2012 12:40
Last Modified: 10 Oct 2016 06:52
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/2932

Actions (login required)

View Item View Item