HADIS-HADIS TENTANG MENYEMIR RAMBUT (Studi Ma'ani al-Hadis)

Muhammad Khoirul Anam NIM: 05530011, (2009) HADIS-HADIS TENTANG MENYEMIR RAMBUT (Studi Ma'ani al-Hadis). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (HADIS-HADIS TENTANG MENYEMIR RAMBUT (Studi Ma’ani al-Hadis))
BAB I,V.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (HADIS-HADIS TENTANG MENYEMIR RAMBUT (Studi Ma’ani al-Hadis))
BAB II,III,IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (454kB)

Abstract

Pemaknaan atau pemahaman hadis merupakan problematika tersendiri dalam diskursus hadis. Pemaknaan hadis ditentukan terhadap hadis yang jelas validitasnya, minimal hasan. Pemaknaan hadis merupakan usaha untuk memahami matan hadis dengan mempertimabangkan faktor-faktor yang brkaitan dengannya, indikasiindikasi yang meliputi matan hadis akan memberikan kejelasan dalam pemaknaan hadis. Apakah suatu hadis akan dimaknai secara tekstual ataukah konetkstual, dan apakah suatu hadis termasuk kategori universal, temporal atau local. Sebagai salah satu contoh adalah bagaimana memahami hadis-hadis tentang menyemir rambut. Di antaranya adalah hadis-hadis yang menjelaskan tentang adanya hinaan dan ancaman tidak akan mencium baunya surga, bagi pelaku semir rambut dengan warna hitam, serta hadis-hadis yang menjelaskan bahwa sebaik-baik warna yang digunakan untuk menyemir rambut adalah hina' dan katam. Kalau dimaknai secara tekstual, memang dapat dipahami bahwa orang yang menyemir rambutnya dengan warna hitam tidak akan penah mencium baunya surga. Sementara, orang yang menyemir rambutnya dengan warna selain hitam akan mendapatkan kesunnahan, tanpa ada motif dan tujuan apapun. Hal inilah yang dijadikan pegangan oleh sebagian kaum muslimin, dengan pemahaman yang cenderung tekstual terhadap hadis-hadis tentang menyemir rambut. Hingga akhirnya mepengarungi pola hidup hidupnya, khususnya dalam menghias rambutnya. Oleh karena itu dirasa penting untuk mengetahui bagaimana semestinya hadis-hadis tersbut dipahami. Pendekatan yang digunakan sebagai pisau analisis adalah hermeneutika. Metode yang diterapkan yaitu metode deskriptif analitis,seperti yang ditawarkan oleh Musahadi HAM, yakni dengan menentukan validitas dan otetisitas hadis, dengan menggunakan kaidah kesahihan hadis yang telah ditetapkan oleh ulama' kritikus hadis. Kemudian menjelaskan makna-makna hadis tersebut dengan menganalisa matan, melalui kajian liguistik, tematis komprehensif, dan mengkonfirmasikannya dengan al-Qur'an, serta analisis historis terhadap latar belakang munculnya hadis. Kemudian mengungkap makna universal, pesan moral yang terkandung dalam hadis (generalisasi). Penelitian ini berkesimpulan, bahwa menyemir rambut dianjurkan manakala rambut seseorang telah beruban, dan tidak terlihat rapi jika dibiarkan tidak disemir. Selain itu, niat, motif serta tujuannya juga dapat dibenarkan. Adapun kaitannya dengan menyemir rambut dengan warna hitam, tidak diperbolehkan manakala seseorang usianya sudah tua, kulitnya sudah keriput dan giginya sudah tanggal. Dan yang juga perlu dipertimbangkan, dalah kondisi sosial masyarakat yang melingkupinya, jika menyemir rambut dapat menjadikan tasyabuh dengan orangorang Yahudi dan Nasrani, maka menyemir rambut sudah selayaknya ditinggalkan. Sebab pesan moral yang ingin disampaikan dari hadis-hadis tersebut adalah, untuk membadakan identitas orang Ialam dengan orang Yahudi dan Nasrani, serta untuk menjaga penampilan (rambut) orang Islam agar selalu tampak rapi dan teratur.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Cth. Pembimbing : Dr. M Alfatih Suryadilaga, M.Ag., Afdawaiza, S.Ag, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: hadis tentang menyemir rambut
Subjects: Tafsir Hadist
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Tafsir Hadist (S1)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 08 Aug 2012 18:34
Last Modified: 29 May 2015 09:16
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/2979

Actions (login required)

View Item View Item