KHITAN MENURUT PANDANGAN KRISTIANI DAN MUSLIM (Studi Komparatif Kristen Dan Islam)

NAWAWI NIM: 03521286, (2009) KHITAN MENURUT PANDANGAN KRISTIANI DAN MUSLIM (Studi Komparatif Kristen Dan Islam). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (KHITAN MENURUT PANDANGAN KRISTIANI DAN MUSLIM (Studi Komparatif Kristen Dan Islam) )
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (511kB) | Preview
[img] Text (KHITAN MENURUT PANDANGAN KRISTIANI DAN MUSLIM (Studi Komparatif Kristen Dan Islam) )
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (177kB)

Abstract

Khitan merupakan ritual suci yang dilakukan pertama kali oleh Ibrahim atas perintah Allah. Dengan tujuan agar adanya sikap penyerahan diri seutuhnya dan ketaatan kepada Allah yang telah ditunjukkan oleh Ibrahim. Oleh karena itu, maka wajar jika Ibrahim disebut kekasih Allah. Kisah Ibrahim mengantarkan kita pada pokok ajarannya, yang sekarang dikenal dengan istilah tradisi agama Ibrahim. Menurut Al-Qur'an, Ibrahim bukanlah seorang Yahudi ataupun Kristen, melainkan Ibrahim adalah seorang yang Hanif dan Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mediskripsikan khitan baik agama quot;Kristen quot; dan Islam. Nasrani (Kristen) dan Islam adalah agama yang mempunyai akar yang sama yakni, bertauhid kepada Allah. Nabi Ibrahim adalah tokoh speritual yang taat kepada Allah lagi lurus (hanif). Ibrahim selalu dijadiakan dasar keimanan dalam teologi kedua agama ini dan masing-masing mengkalim sebagai quot;umat quot; yang sah untuk mewarisi keimanan Ibrahim. Untuk mendapatkan pengakuan sebagai quot;umat quot; Ibrahim, harus ada yang namanya korelasi quot;tradisi quot; dengan Ibrahim baik di Kristen maupun Islam. Dengan berkhitan akan terjaga korelasi antara Nabi yang dijadikan tolok ukur keimanan oleh kedua agama yang masing-masing mengklaim quot;kebenaran quot;. Khitan sebagai bentuk ritual pengorbanan Ibrahim kepada Allah pada dasarnya mengikat pula pada keturunannya (Kristen dan Islam), namun karena perjalan waktu tradisi khitan mulai dilupakan oleh sebagian anak keturunan Ibrahim. Persoalan khitan sangat jelas dipaparkan dalam Alkitab sebagai pegangan umat Kristiani, di dalamnya menjelaskan bahawa khitan wajib bagi umat Kristiani. Namun dengan berjalannya waktu mereka mengingkari tradisi (ketetapan hukum) pendahulu mereka dengan berbagai alasan yang mereka sendiri membuatnya untuk terlepas dari quot;tradis quot; Ibrahim. Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa khitan wajib bagi umat Kristiani, bahkan bagi yang tidak melakukannya akan mendapat ancaman serta diasingkan dari kelompoknya. Akan tetapi, tidak semua anak Ibrahim melupakan quot;tradisi quot; dan melupakan ritual khitan. Islam memandang khitan sebagai salah satu bentuk penghambaan dan ketaan seperti yang dilakukan oleh Ibrahim. Sedangkan khitan hanya merupakan warisan dari agama sebelumnya. Oleh karena itu, khitan masih menjadi tradisi dalam agama Islam bahkan khitan sering dimaknai sebagai pengislaman, sehingga ada istilah yang mengatakan bahwa quot;orang yang masuk Islam harus dikhitan jika belum dikhitan quot;. Apalagi khitan dinilai sangat bermanfaat, karena disamping sebagai ritual keagamaan khitan menurut ahli medis dapat mencegah dari bakteri yang menyebabkan terkena penyakit khususnya pada alat kelamin yang tidak di-khitan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Cth. Pembimbing : Drs. H. Chumaidi Syarif Romas., M.Si.
Uncontrolled Keywords: khitan
Subjects: Perbandingan Agama
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Perbandingan Agama (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 10 Sep 2012 13:42
Last Modified: 11 Oct 2016 04:01
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/2981

Actions (login required)

View Item View Item