HADIS-HADIS TENTANG BAI'AH MENURUT HIZB UT-TAHRIR

SAWAUN - 02531248, (2009) HADIS-HADIS TENTANG BAI'AH MENURUT HIZB UT-TAHRIR. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (HADIS-HADIS TENTANG BAI’AH MENURUT HIZB UT-TAHRIR)
BAB I, V.pdf - Published Version

Download (943kB) | Preview
[img] Text (HADIS-HADIS TENTANG BAI’AH MENURUT HIZB UT-TAHRIR)
BAB II,III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (480kB)

Abstract

ABSTRACT Bersama al-Qur'an, hadis menjadi point yang sensitif dalam kesadaran spiritual maupun intelektual muslim. Tidak saja karena ia menjadi sumber pokok ajaran Islam, tetapi juga sumber informasi bagi pembentukan budaya Islam, terutama sekali historiografi Islam yang cukup banyak merujuk pada hadis-hadis. Di sisi lain keyakinan sebagian umat Islam yang memandang bahwa Islam merupakan satu-satunya tatanan dan undang-undang hidup yang benar, yang selalu mengungguli semua tatanan dan undang-undang hidup buatan manusia, di mana saja dan kapan saja, sehingga menuntut adanya pengamalan Islam secara kaffah, tidak setengah-setengah. Hal ini memunculkan anggapan bahwa al-Qur'an dan hadis, sebagai sumber pokok ajaran Islam, telah menggariskan peraturan-peraturan yang lengkap yang mengatur segala aspek kehidupan, termasuk negara (politik). Pemahaman di atas memunculkan gerakan-gerakan Islam yang gencar memperjuangkan Islam sebagai sistem politik, yang berkeinginan untuk menegakkan kekuasaan Islam, karena tanpa kekuasaan, pengamalan Islam tidak akan terwujud secara baik dan kaffah, salah satunya adalah Hizb ut-Tahrir. Sementara itu, belum banyak penelitian yang mengkaji secara spesifik tentang Hizb ut-Tahrir dari sisi pemahaman (interpretasi) mereka terhadap hadis-hadis yang dijadikan sebagai landasan pemikiran mereka. Berangkat dari realitas tersebut, dalam penelitian ini, penulis tertarik untuk mengkajinya dengan cara membatasi kajiannya pada hadis-hadis tentang bai'ah, yang merupakan aspek penting dari konsep kekuasaan dalam Islam, dengan menggunakan metode deskriptif-analitik, dan kemudian menganalisanya melalui pendekatan normatif. Hasil penelitian yang didapatkan adalah bahwa, menurut Hizb ut-Tahrir, hadis-hadis yang berbicara mengenai masalah bai'ah memberikan indikasi yang tegas tentang kewajiban adanya bai'ah di pundak setiap Muslim. Sementara bai'ah sendiri hanya diberikan kepada seorang Khalifah (Imam), tidak kepada yang lain. Dari sinilah kemudian HT menyimpulkan tentang adanya kewajiban untuk menegakkan Khilafah Islamiyyah, karena dengan adanya Khalifah itu akan terealisasi kewajiban ba'ah di pundak setiap Muslim. Selain itu, ide tentang khilafah sesungguhnya merupakan bentuk perlawanan terhadap dominasi dan penjajahan baru (neokolonialisme) yang dilakukan oleh negara-negara kapitalis (Barat) terhadap negara-negara Islam, termasuk Indonesia. Idealisme tentang khilafah ini diyakini mampu menegaskan bahwa umat Islam mempunyai justifikasi syara', historis, dan empirik untuk hidup di bawah sistem sendiri.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Cth. Pembimbing : Dr. H. Agung Danarto, M. Ag., Drs. M. Yusuf, M.Si.
Uncontrolled Keywords: hadis tentang bai'ah
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Tafsir Hadist (S1)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 09 Aug 2012 13:12
Last Modified: 29 May 2015 02:56
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/2991

Actions (login required)

View Item View Item