GAGASAN NASIONALISME INDONESIA SEBAGAI NEGARA BANGSA DAN RELEVANSI DENGAN KONSTITUSI INDONESIA

Masroer, . (2017) GAGASAN NASIONALISME INDONESIA SEBAGAI NEGARA BANGSA DAN RELEVANSI DENGAN KONSTITUSI INDONESIA. Sosiologi Agama, - (-). pp. 235-244. ISSN 1978-4457

[img]
Preview
Text (GAGASAN NASIONALISME INDONESIA SEBAGAI NEGARA BANGSA DAN RELEVANSI DENGAN KONSTITUSI INDONESIA)
Masroer - GAGASAN NASIONALISME INDONESIA SEBAGAJ.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Nasionalisme sebagai paham "negara bangsa" tumbuh seiring dengan berakhirnya zaman kolonialisme dan imperialisme bangsa-bangsa Barat di Dunia Ketiga. Gagasan tentang nasionalisme yang mengilhami munculnya negaranegara baru di seluruh dunia pada abad ke-20 M. Namun di lndoensia, nasionalisme sebagai gagagasan negara bangasa mampu berdialog dengan agama, sebgaimana yang ditegaskan oleh Bung Karno yang mampu membangkitkan kesadaran nasionalisme masyarakat lndoensia mnjelang kemerdekaan. Kesadaran nasionalisme ini tidak lahir serta merta, melainkan bersaman dengan gagasan ideologis yang masuk di tengah perubdhan sosial awal abad ke-20 M, seperti Islam yang pernah menjadi alat ideologi yang direpresentasikan dengan lahirnya NU dan Muhammadiyah bersamaan dengan masuknya gelombang pembaharuan agama dari Timur Tengah. Gerakan-gerakan keagamaan ini hendak menumbuhkan Islam sebagai kekuatan nasional yang dapat melawan kolonialisme dan imperialisme. Nasionalisme yang lahir dari agama ini ditangkap ide dan gerakannya oleh Bung Karno sebagai "isme" baru dengan menyebutnya "lslamisme". lslamisme adalah istilah yang dipakai Bung Karno sendiri untuk menyebut gerakan keagamaan yang melawan kolonialisme di awal pergerakan kebangsaan Indonesia. Namun gagasangagasan ideologis kaum muslimin yang bersi[at khusus ini tidak berdiri sendiri, di sisi lain lahir gagasan ideotogi sosiatis sebagai alat yang mengobarkan semangat masyarakat kecil dalam melawan kolonialisme dan imperialisme. Dan terakhir adalah nasionalisme kaum priyayi yang melandasi bangkitnya sentimen etnik. Bung Karno berhasil mengawinkan ketiga ideologi perlawanan yang semula berjalan sendiri-sendiri ini untuk bersatu menjadi spirit kebangsaan. Spirit kebangsaan itu melahirkan konsep negara nasionalistik yang berciri pada 1deolog1 Pancasila, konstitusi UUD 1945, integralisme negara (NKRI), dan sistem demokrasi dalam kepemimpinan, hingga sekarang. Kata kunci; nasionalisme, agama, Bung Karno, Pancasila

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: nasionalisme, agama, bung Karno, Pancasila
Subjects: Nasionalisme
Divisions: Jurnal > 35. Sosiologi Agama
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 16 Jul 2018 15:13
Last Modified: 18 Jul 2018 12:53
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/30145

Actions (login required)

View Item View Item