TRADISI RUWAHAN DAN INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT DUSUN BULUS I KECAMATAN PAKEM KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA.

Edi Muhamad Roni, NIM. 13720003 (2018) TRADISI RUWAHAN DAN INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT DUSUN BULUS I KECAMATAN PAKEM KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (TRADISI RUWAHAN DAN INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT DUSUN BULUS I KECAMATAN PAKEM KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA.)
13720003_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (7MB) | Preview
[img] Text (TRADISI RUWAHAN DAN INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT DUSUN BULUS I KECAMATAN PAKEM KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA.)
13720003_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (4MB)

Abstract

Adanya alkulturasi agama dan kebudayaan lokal masyarakat telah banyak membawa perubahan dalam tradisi yang berkembang dalam masyarakat, terutama dari segi praktek dan pemaknaannya. Salah satu bentuk alkulturasi agama dan kebudayaan dalam masyarakat Indonesa dapat dilihat pada tradisi selametan yang dijalankan masyarakat Jawa yang dipengaruhi oleh tradisi animisme dan Hindubudha atau disebut dengan istilah kejawen. Salah satu tradisi yang masih berkembang dalam masyarakat Jawa khususnya dipedesaan, yaitu tradisi ruwahan. Tradisi ruwahan suatu tradisi mengirimkan doa kepada arwah-arwah leluhur sebelum datangnya bulan suci Rahmadhan yang dilaksanakan pada bulan ruwah (penanggalan Jawa) atau bulan syakban (hijrah). Masyarakat Dusun Bulus I, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta merupakan masyarakat yang masih memegang teguh tradisi ruwahan. Pelaksanaan tradisi ruwahan masyarakat Dusun Bulus I tidak hanya ditingkat RT, akan tetapi juga dilaksanakan ditingkat padukuhan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah hubungan Sosial Masyarakat dalam proses pelaksanaan Tradisi Ruwahan pada masyarakat Dusun Bulus I, kecamatan Pakem, kabupaten Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik Hebert Blumer dan menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukan adanya tradisi ruwahan dalam masyarakat Dusun Bulus I sebagai media untuk berinteraksi, hal ini dikarenakan dalam satu waktu yang sama dan tempat yang sama masyarakat saling memberikan informasi tentang sesuatu sesuai pengetahuan setiap orang, sehingga ikatan sosial antara masyarakat dapat saling terjaga dan menciptakan keharmonisan. Keharmonisan ini tidak lepas dari adanya kreatifitas dari tokoh-tokoh dalam menciptakan tradisi yang menarik. Sedangkan tradisi ruwahan ditingkat padukuhan, kurang mendapat dukungan dari masyarakat disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, terjadinya pemindahan tempat pelaksanaan tradisi. Kedua, terjadinya perbedaan pandangan dalam pengelolan infak. Ketiga, karena infak tradisi ruwahan yang ditulis dan diumumkan, sehingga masyarakat yang tingkat ekonominya rendah merasa di pinggirkan dan malu. Sedangkan hubungan sosial masyarakat Dusun Bulus I dalam proses pelaksanaan tradisi ruwahan didasarkan atas 3 hal. Pertama, karena adanya makna yang dipahami oleh setiap individu yang melahirkan tindakan. Kedua, makna yang diberikan oleh individu atas dasar interaksi dengan pihak lain dan pengaruh dari identitas sosial. Ketiga. Adanya proses pelaksanaan tradisi ruwahan yang berulangulang setiap tahun merupakan sebagai proses penyempurnaan makna

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Dr.Yayan Suryana, S.Ag., M.Ag
Uncontrolled Keywords: tradisi, ruwahan, interaksi.
Subjects: Sosiologi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora > Sosiologi (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 03 Aug 2018 07:43
Last Modified: 03 Aug 2018 07:43
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/30320

Actions (login required)

View Item View Item