KONSEP MAHAR DALAM PANDANGAN PROF. DR. KHOIRUDDIN NASUTION

Downloads

Downloads per month over past year

ABDUL HALIM NIM. 02351675-01, (2009) KONSEP MAHAR DALAM PANDANGAN PROF. DR. KHOIRUDDIN NASUTION. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img] Text (KONSEP MAHAR DALAM PANDANGAN PROF. DR. KHOIRUDDIN NASUTION )
BAB I,V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1010Kb)
[img] Text (KONSEP MAHAR DALAM PANDANGAN PROF. DR. KHOIRUDDIN NASUTION )
BAB II,III,IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (273Kb)

Abstract

Mahar, dalam diskursus Hukum Islam, masih dipahami sebagai nilai tukar dimana sang suami membayar dan kemudian isteri harus menukar, baik menukar manfaat (li al-manfaat) atau untuk memiliki (li al-tamlik). Konsekuensinya, hubungan suami dan isteri adalah hubungan jual beli dan akibat selanjutnya, muncul pemahaman bahwa hubungan suami isteri adalah hubungan antara majikan dan pesuruh, hubungan pelayan dan dilayani. Prof. Dr. Khoiruddin Nasution, salah satu pemerhati Hukum Islam, mempunyai penafsiran sendiri dalam memahami mahar. Mahar dipahaminya sebagai simbol kasih sayang laki-laki kepada calon isterinya. Pemikiran ini kemudian memunculkan bias baru, yaitu konsekuensi hukum mahar dalam pernikahan tidak jelas. Ini tentu saja berbeda dengan konsep Hukum Islam Klasik menyatakan bahwa mahar merupakan bagian integral dari pernikahan dan menjadi kewajiban seorang suami. Penelitian ini berusaha mengungkapkan perbedaan yang mendasari kedua pemikiran mahar yang kontras dan relevansinya dengan konteks ke-kinian. Acuan penelitian ini bersumber pada karya Khoiruddin yang berasal dari buku, jurnal dan hasil interview yang kemudian di-cross-kan dengan konsep mahar dalam pandangan pakar lainnya. Terdapat dua pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: Pertama, pendekatan sejarah (historical approach) yang dimaksudkan untuk mengkaji biografi Khoiruddin Nasution, karya-karyanya dan kondisi sosiohistoris- politis pada zaman yang dimungkinkan ikut mempengaruhi corak pemikirannya. Kedua, pendekatan normatif (normative approach), yakni memandang masalah (mahar) dari hubungannya dengan harus dan tidaknya dibayar berdasarkan seluruh ajaran yang terkandung dalam sistem hukum Islam dan praktek masyarakat Islam. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini, mahar menurut Khoiruddin Nasution merupakan simbol cinta dan kasih sayang pria terhadap wanita. Pemahaman ini berhadapan dengan ulama konvensional yang menganggap mahar sebagai ganti atas fungsi wanita, baik biologis, ekonomi maupun sosial, terhadap keluarganya. Pemaknaan mahar seperti ini secara historis sosiologis dibentuk oleh budaya patriarchal dan minimnya akses yang diterima perempuan pada masyarakat Arab Jahiliyah. Mahar adalah produk sosial budaya Arab yang ingin dikikis bertahap oleh Islam. Wanita yang sebelumnya tidak mempunyai properti apapun, dengan datangnya islam diberikan mahar dan waris. Dengan demikian, tidak ada relevansi pemikiran mahar Khoiruddin pada konteks kekinian. Seharusnya mahar lebih diartikan sebagai komitmen serta loyalitas pasangan terhadap pernikahan, bukan pada simbol cinta yang di-materi-kan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : 1. Drs. Abdul Halim, M. Hum. 2. Samsul Hadi, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: mahar, wanita, ganti rugi, ganti fungsi, transaksi dan pernikahan.
Subjects: Perdata Islam
Divisions: Fakultas Syariah > Al-Ahwal Asy-Syakhsiyyah
Depositing User: Users 1 not found.
Date Deposited: 26 Dec 2012 14:07
Last Modified: 26 Dec 2012 14:09
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/3072

Actions (login required)

View Item View Item