GOLPUT MENURUT ISLAM (STUDI PASAL 139 UU NO. 12 TAHUN 2003; TENTANG PEMILU)

AINUR ROJIKIN, NIM. 01371039 (2004) GOLPUT MENURUT ISLAM (STUDI PASAL 139 UU NO. 12 TAHUN 2003; TENTANG PEMILU). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (GOLPUT MENURUT ISLAM (STUDI PASAL 139 UU NO. 12 TAHUN 2003; TENTANG PEMILU))
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (GOLPUT MENURUT ISLAM (STUDI PASAL 139 UU NO. 12 TAHUN 2003; TENTANG PEMILU))
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Memilih dalam pemilu adalah hak bukan kewajiban, sehingga seseorang bebas menentukan pilihannya apakah dia mau memilih atau tidak memilih alias golput. Dalam UU Pemilu No. 12 Tahun 2003, ancaman bagi orang yang bergolput tidak ada, akan tetapi ancaman bagi orang yang mengajak bergolput ternyata ada, yaitu dapat dilihat dalam pasal 139 ayat 1. Pemberian hukuman kepada penganjur golput mengundang permasalahan dan kontroversi yaitu mengenai kesamaan hak memilih atau tidak memilih dalam pemilu. Dalam hal ini Undang-undang pemilu memberikan per1indungan kepada orang yang mengajak memilih partai sedangkan orang yang mengajak untuk tidak memilih partai tidak mendapatkan perlindungan. Di antara dua statemen ini mengarah kepada ketidak adilan mengenai perlindungan hukum, hal ini memang tak mudah untuk memisahkannya, karena satu sisi ini adalah hak warga sisi yang lain ini merupakan bentuk partisipasi politik yang dijadikan sebagai momentum untuk menentukan nasib bangsa ini. Untuk mengkaji permasalahan ini penyusun menggunakan pendekatan yuridis normatif, pendekatan yuridis penyusun gunakan dalam melihat objek hukum karena berkaitan dengan produk perundang-undangan yaitu UU No. 12 Tahun 2003. Sedangkan pendekatan normatif penyusun gunakan untuk melihat aturan hukum pemidanaan orang yang mengajak go/put. Kejahatan dalam hukum Islam disebut dengan jaiimah, seseorang dapat dikatakan telah melakukan kejahatan, apabila perbuatan orang tersebut telah memenuhi rukun dan syarat tindak pidana. Menurut ulama figh, jika dilihat dari sudut pandang berat ringannya hukuman jarlmah terbagi menjadi tiga yaitu: jaiimah ljudiid, jaiimah qi$3$ diyat, jaiimah ta'zlr. Dari ketiga macam jenis jarimah ini penyusun menganalisis bahwa perbuatan pengajak go/put akan masuk dalam kategori mana. Disamping itu, penyusun juga akan melihat materi sanksi yang terdapat dalam pasal 139. Setelah mengetahui rukun dan syarat perbuatan mengajak go/put, maka dapat dikatakan bahwa perbuatan ini merupakan satu tindak pidana (jaiimah). Dalam hal ini seorang yang mengajak golput dapat dimasukkan dalam jailmah ta'zlr karena jenis jaiimah ini telah ditentukan oleh penguasa, dengan satu prinsip utama yaitu untuk menjaga kepentingan umum dan melindungi setiap anggota masyarakat dari bahaya, yang pelaksanaanya hams sesuai dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai dan tujuan syari'ah. Adapun mengenai sanksi dalam jailmah ta'zlr kadarnya tidak ditentukan, artinya untuk menentukan batas terendah dan tertinggi hukuman diserahkan sepenuhnya kepada penguasa atau hakim. Dengan demikian syar'i mendelegasikan kepada hakim untuk menentukan bentuk hukuman yang ditetapkan pada pelaku jailmah ta'zlr dengan didasarkan pada kepentingan atau kemaslahatn masyarakat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: H. M. NUR. S.Ag, M .. Ag
Uncontrolled Keywords: Golput menurut Islam, Pemilu
Subjects: Jinayah Siyasah
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Jinayah Siyasah (S1)
Depositing User / Editor: Drs. Bambang Heru Nurwoto
Date Deposited: 03 Sep 2018 01:52
Last Modified: 03 Sep 2018 01:52
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/30735

Actions (login required)

View Item View Item