INFLASI DAN PEMBAYARAN JUAL BELL TEMPO PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

MOHAMAD IKHSAN, NIM. 99383787 (2005) INFLASI DAN PEMBAYARAN JUAL BELL TEMPO PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (INFLASI DAN PEMBAYARAN JUAL BELL TEMPO PERSPEKTIF HUKUM ISLAM)
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img] Text (INFLASI DAN PEMBAYARAN JUAL BELL TEMPO PERSPEKTIF HUKUM ISLAM)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (5MB)

Abstract

Keberadaan inflasi yang tidak terkontrol akan menjadi persoalan, karena akan mengganggu kehidupan perekonomian masyarakat, hal ini disebabkan inflasi menurunk:an daya beli uang, padahal pada masyarakat modem, uang merupakan ukuran nilai. Mengacu pada keterangan yang dijelaskan oleh Stephen M. Goldfeld dan Lester V. Chandler, dalam bukunya Ekonomi Uang dan Bank, disebutkan bahwa uang hanya memuaskan sebagai standar pembayaran yang ditangguhkan. Jika ia mempertahankan daya beli yang tetap dalam waktu yang lama, jika uang turun nilainya akibat inflasi, ia cenderung merugikan mereka yang telah setuju akan menerima jumlah uang yang tetap dan meringankan beban mereka yang berutang. Perubahan harga yang dipicu inflasi, terutama yang bersifat berat menimbulkan kemadaratan dalam perekonomian, maka sudah menjadi kewajiban untuk menghindari tetjadinya kemadaratan tersebut dengan usaha-usaha preventif dengan segala daya upaya yang mungkin dapat dilakukan. Mengenai sifat penelitian skripsi ini adalah deskriptik analitik, yaitu dengan menguraikan tentang hal-hal yang berhubungan dengan pokok masalah lalu memberikan analisis. Persoalan yang dideskripsikan adalah, mengenai penambahan pembayaran dalam transaksi jual beli tempo yang disebabkan karena perubahan harga yang dipicu inflasi dan dianalisis dengan berdasarkan hukum Islam. Masalah penambahan pembayaran dalam jual beli tempo apabila dikaitkan dengan te.Jjadinya inflasi, dapat dianalogikan dengan masalah penambahan pada transaksi hutang­ piutang yang terimbas inflasi. Hukum Islam melarang memakan harta dengan cara batil, dalam hal ini merosotnya nilai riil dari harta bendanya akibat tingakat inflasi yang tinggi. Dengan prinsip melindungi harta dan menegakkan keadilan, maka dalam proses pembayaran sistem jual beli tempo, debitur wajib melakukan pembayaran sesuai dengan asal harganya, namun apabila sebelum saat pelunasan terjadi inflasi, maka debitur melakukan pembayaran sesuai tingkat inflasi. Dari penjelasan di atas, jelaslah bahwa untuk mdindungi harta yang disyari'atkan oleh Allah dan Rasul-Nya, maka tambahan nilai pengembalian dalam pelunasan pembayaran transaksi jual beli tempo ini sesuai dengan tingkat inflasi berdasarkan dalil-dalil dan alasan-alasan logis dapat dibenarkan oleh hukum Islam. Penyesuaian nilai sesuai tingkat inflasi bukan merupakan suatu hal yang darurat dan bukan merupakan riba, akan tetapi tambahan tersebut memang merupakan milik atau hak kreditur dania berhak untuk mempero!l!h yang sesuai dengan hak atau miliknya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: PROF. DR. H. SY AMSUL ANWAR, M.A
Uncontrolled Keywords: Inflasi, pembayaran jual beli tempo
Subjects: Muamalat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah (S1)
Depositing User / Editor: Drs. Bambang Heru Nurwoto
Date Deposited: 03 Sep 2018 03:44
Last Modified: 03 Sep 2018 03:44
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/30741

Actions (login required)

View Item View Item