KONTRAK ASURANSI KONVENSIONAL (STUDI ATAS PEMIKIRAN AFZALUR RAHMAN)

AHMAD SHOLIH, NIM. 0038 0357 (2004) KONTRAK ASURANSI KONVENSIONAL (STUDI ATAS PEMIKIRAN AFZALUR RAHMAN). Skripsi thesis, UIN SUNAN KAIJAGA.

[img]
Preview
Text (KONTRAK ASURANSI KONVENSIONAL (STUDI ATAS PEMIKIRAN AFZALUR RAHMAN))
BAB I, V DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (5MB) | Preview
[img] Text (KONTRAK ASURANSI KONVENSIONAL (STUDI ATAS PEMIKIRAN AFZALUR RAHMAN))
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (10MB)

Abstract

Dunia Islam telah dihadapkan pada situasi yang menggelisahkan. Beberapa institusi hukum dan sosio-ekonomi penting yang telah berkembang di Barat selama empat ratus tahun terakhir dan yang telah membuat serangan hebat terhadap masyarakat Islam, dalam bentuk dan struktumya sekarang ini, bertentangan dengan nilai dan prinsip yang disampaikan oleh Islam. Perjalanan sejarah telah memaksakan institusi-institusi dan organisasi-organisasi tersebut kepada kita. Sadar atau tidak, kita telah menjadi korban dari situasi ini. Para sarjana Muslim semakin menyadari konflik ini dan mencurahkan segenap upaya untuk rnengeluarkan masyarakat Muslim dari situasi tersebut. Untuk mencapai tujuan ini, perlu dibuat suatu kajian yang obyektif mengenai berbagai institusi kontemporer dan hukum Islam. Selanjutnya, harus dikembangkan institusi­ institusi pengganti yang dapat memenuhi kebutuhan kita tanpa melanggar prinsip­ prinsip dasar Islam. Kontrak asuransi adalah salah satu problemnya. Sebagai produks sains, kontrak asuransi konvensional didasarkan pada prinsip-prinsip probabilitas dan hukum jumlah banyak yang mana risiko dikonversi menjadi biaya tetap lfzxed cost). "Ini dilakukan dengan menggabungkan jumlah risiko yang besar dan rnenerapkan prinsip-prinsip probabilitas pada banyak data yang berkaitan dengannya". Pengukuran secara matematis yang eksak menjadi mustahil, sehingga risiko ditentukan oleh peluang terjadinya kerugian seperti diestimasi dari pengalaman masa lalu. Cara ini tidak akan mendatangkan hasil yang akurat, dan justru akan berakhir dalam ketidakpastian kompensasi (subject-matter). Alasan ini, dan alasan lainnya seperti yang akan kemukakan dalam bab­ bab selanjutnya, membuat kontrak asurasni konvensional menjadi tidak sah dalam pandangan hukum Islam, yang menurut Afzalur Rahman, bahwa dalam melakukan suatu transaksi jual beli pada umumnya dan kontrak asuransi khususnya. Bilamana diternukan keempat unsur riba, maisir, garar dan juhala dalarn suatu transaksi, tidak peduli jenis dan bentuknya, rnaka unsur itu rnenyebabkan kontrak tersebut menjadi hararn. Dalam ketentuan tersebut, sejauh unsur riba dan maisir itu terkait, tanpa mernpedulikan tingkat tinggi rendahnya. Jika ternyata unsur riba dan maisir terdapat dalarn kontrak asuransi konvesional, rnaka cukuplah untuk rnenyatakan bahwa kontrak asuransi itu tidak sah dan hararn hukurnnya. Sedangkan terhadap kedua unsur lain, yaitu garar danjuhala, maka di sini di ternukan bahwa kontrak asuransi konvesional mengandung kedua unsur itu pada tingkat yang tinggi. Oleh karenanya kontrak asuransi konvensional terlalu tinggi untuk dapat diterirna menurut syari'ah. Pendapat Afzalur Rahman ini, juga didukung dan diperkuat oleh Schacht dengan rnengatakan: "Ditentukan oleh berbagai pertirnbangan agama dan etika; setiap institusi, transaksi, atau kewajiban diukur oleh standar-standar keagarnaan dan kaidah-kaidah moral, seperti penghararnan bunga, pelarangan ketidakpastian, perhatian terhadap kesetaraan antara dua pihak, dan perhatian terhhadap keseirnbangan yang adil atau sarna­ sarna rata (misl)".

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. RIYANTA, M.Hum.
Uncontrolled Keywords: Asuransi Konvensional, Afzalur Rahman
Subjects: Muamalat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah (S1)
Depositing User / Editor: Drs. Bambang Heru Nurwoto
Date Deposited: 17 Sep 2018 03:04
Last Modified: 17 Sep 2018 03:04
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/30859

Actions (login required)

View Item View Item