KEDUDUKAN PEREMPUAN DALAM RUANG PUBLIK (STUDI KOMPARATIF ATAS PEMIKIRAN F'ATIMA MERNISSI DAN MAHMUD SYALTUT)

MUSHLIASAKLUBIS, NIM. 01360666 (2004) KEDUDUKAN PEREMPUAN DALAM RUANG PUBLIK (STUDI KOMPARATIF ATAS PEMIKIRAN F'ATIMA MERNISSI DAN MAHMUD SYALTUT). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (KEDUDUKAN PEREMPUAN DALAM RUANG PUBLIK (STUDI KOMPARATIF ATAS PEMIKIRAN F'ATIMA MERNISSI DAN MAHMUD SYALTUT))
01360666_BAB I, BAB V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (5MB) | Preview
[img] Text (KEDUDUKAN PEREMPUAN DALAM RUANG PUBLIK (STUDI KOMPARATIF ATAS PEMIKIRAN F'ATIMA MERNISSI DAN MAHMUD SYALTUT))
01360666_BAB II, BAB III, BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (7MB)

Abstract

Keadilan adalah salah satu permasalahan sosial yang tak kunjung selesai umuk dibicarakan, karena keadilan adalah permasalahan sosial yang sarat dengan huk dan kebebasan seseorang, sehingga duduk permasalahannya sangat erat kaitannya dengan kondisi masyarakat, waktu, pendidikan, bahkan kondisi politik pada saat keadilan itu dibicarakan, maka tidak mustahil, jika dalam menyusun konsep keadilan tersebut dapat melahirkan barhagai macam argumen dan hasil yang beragam pula. Perempuan adalah korban ketidakadilan dalam ruang publik, karena perempuan merasa termarginalkan, terdiskriminasi dan merasa kelompok masyarakat nomor dua atau inperior setelah kaum laki-laki. Ini adalah beberapa stcrotip yang ditujukan kepada kaum pcrcmpuan, schingga merangsang tumbuhnya kesenjangan ideologi sosial di antara sekelompok perempuan dan lakilaki, hal ini terbukti dengan maraknya petumbuham lembaga-lembaga yang mengatasnamakan dirinya sebagai pembela hak-hak pcrcmpuan yang terkadang memberi kesan negative terhadap sebuah bangsa dan Negara. Melihat kondisi yang terjadi saat ini, maka munculah beberapa tokoh yang mencoba mengkaji dan menganali permasalahan seputar gender tersebut. Fatima Memissi adalah salah satu tokoh yang dianggap dapat mewakili aspirasi perempuan selaku korban sosial dari ketidakadilan tersebut. Dengan pendekatan histori dan intcrpretasi terhadap bcbcrapa nas al-Qur'an dan al-Hadis yang dianggap sebagai ayat-ayat misigonis dan mcnjadi akar permasalahan yang panjang, terlihat bagaimana Fatima mencoba menjelaskan bahwa permasalahan gender yang terjadi di antara percmpuan dan laki-laki adalah bukanlah sematamata kodrat yang diberikan oleh Tuhan kepada perempuan, tapi sebagai konstruksi sosial. Dalam kcscmpatan kali ini juga penyusun mencoba manghadirkan sosok Mahmud Syaltut sebagai pembanding atas pemikiran Fatima Mernissi. Mahmud Syaltut berpendapat, bahwa gender adalah kodrat sekaligus tugas yang diberikan Tuhan kepada percmpuan tanpa harus menafikan tugas-tugas lainnya. Untuk mendapatkan hasil maksimal dari penelitian ini, maka penyusun menerapkan metode pendekatan normatif dan pendekatan sosio-histori guna mengetahui latar belakang kondisi tokoh. Setelah dilakukan beberapa penelitian dan analisa dengan metode pendekatan normatif dan sosio-histori, maka tampaklah buah dari pemikiran kedua tokoh tersebut dengan kcsimpulan bahwa Fatima Mernissi dan Mahmud Syaltut berbeda dalam hal metode dan penataan konsep, akan tetapi maksud dan tujuan mereka adalah sama yaitu untuk menetralisir pennasalahan gender dikalangan kaum feminis dan kaum maskulin. Kedua tokoh ini juga mengakui, bahwa gender itu ada, tapi tugas yang diemban oleh sctiap wanita dan laki-laki yang diyakini sebagai gender bukanlah hal yang mutlak, karena tugas-tugas itu dapat dipertukarkan antara yang satu dengan yang lainnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Prof. Dr. Khoiruddin Nasution M.A,
Uncontrolled Keywords: kedudukan perempuan, pemikiran f'atima mernissi, mahmud syaltut
Subjects: Perbandingan Madzhab
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzab (S1)
Depositing User / Editor: H. Zaenal Arifin, S.Sos.I., S.IPI.
Date Deposited: 27 Sep 2018 02:51
Last Modified: 27 Sep 2018 02:51
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/30971

Actions (login required)

View Item View Item