THE VEIL AT THE CROSSROADS MUHAMMAD SAID AL-ASHMAWI AND THE DISCOURSE ON THE HIJAB IN EGYPT

MOHAMAD ABDUN NASIR, (2008) THE VEIL AT THE CROSSROADS MUHAMMAD SAID AL-ASHMAWI AND THE DISCOURSE ON THE HIJAB IN EGYPT. /Jurnal/Al-Jami\ah/Al-Jami\ah Volume 42, Number 1, 2004/.

[img]
Preview
Text
04. MOHAMAD ABDUN NASIR - THE VEIL AT THE CROSSROADS MUHAMMAD SA'ID AL-'ASHMAWI' AND THE DISCOURSE ON THE HIJAB IN EGYPT.pdf

Download (18MB) | Preview
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)
[img] Other (Generate index codes conversion from text to indexcodes)
indexcodes.txt

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)

Abstract

div align=\center\r align=\justify\Jilbab telah menjadi isu kontroversial yang mengakibatkan perdebatan sengit di kalangan feminis, Islamis maupun kelompok liberal-sekularis di Mesir. Muhammad Sa\id al-\Ashmawi melihat jilbab telah dibelokkan arah oleh kelompok islam radikal dari masalah agama ke isu politik untuk mencap kafir wanita Muslim yang menolak jilbab. Inilah yang menjadikan ketidaksetujuan \Ashmawi. Kelompok Islam radikal dianggap telah memanipulasi agama demi tercapai kepentingan-kepentingan idiologis-politis mereka. dari situ \Ashmawi kemudian membuat counter discourse tentang jilbab. Menurutnya, jilbab tidak wajib. bagi dia, tidak semua ayat-ayat al-Qur\an bersifat umum, dan sebagian dari mereka bersifat spesifik yang terkait dengan kondisi tertentu. Ayat-ayat tersebut harus dikaitkan dengan konteks sebab turunnya ayat (asbab al-nuzul). \Ashmawi beralasan bahwa ayat hijab (al-Ahzab: 53) sebenarnya hanya ditujukan kepada istri-istri nabi. Sedang ayat tentang khimar (al-Nur:31) dan tentang jilbab (al-Ahzab: 59) harus dilihat dari konteks sebab turunnya ayat yang berkenaan dengan koreksi tradisi berpakaian saat itu dan untuk membedakan antara wanita merdeka dan budak. Sedang hadis tentang jilbab dianggap lemah oleh \Ashmawi karena rawinya terputus. Oleh karena itu, menurut dia, secara esensial jilbab bukan berarti bentuk atau jenis pakaian tertentu, tapi merujuk kepada sikap mental untuk membentengi diri dari segala perbuatan dosa.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: hijab, khimar, jilbab, the veil, feminism, muslim discourse, asbab al-nuzul
Subjects: Al Jamiah Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 04 Apr 2013 09:06
Last Modified: 04 Apr 2013 09:06
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/312

Actions (login required)

View Item View Item