MAKANAN YANG HALAL, ṬAYYIB DAN BERKAH DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF TANTAWI JAUHARI

RAUZATUL AKMAL, NIM. 13530035 (2018) MAKANAN YANG HALAL, ṬAYYIB DAN BERKAH DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF TANTAWI JAUHARI. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (MAKANAN YANG HALAL, ṬAYYIB DAN BERKAH DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF TANTAWI JAUHARI)
13530035_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text (MAKANAN YANG HALAL, ṬAYYIB DAN BERKAH DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF TANTAWI JAUHARI)
13530035_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

Makan dan kehidupan merupakan dua hal yang tak terpisahkan, di mana pun dan kapan pun makanan hampir selalu mendapat prioritas utama. Tuhan menciptakan makanan dan minuman untuk kebutuhan hidup manusia. Al-Qur’an sudah membuka jalan mengenai bahan makanan yang bisa di manfaatkan dan baik untuk kesehatan. Bahan-bahan makanan tersebut telah Tuhan sediakan dalam al- Qur’an untuk di jadikan pedoman hidup. Tafsir ilmi (scientifiec exegesis) adalah corak penafsiran al-Qur’an yang menggunakan pendekatan teori-teori ilmiah untuk menjelaskan ayat-ayat al- Qur’an. Corak tafsir ini dibangun berdasarkan asumsi bahwa al-Qur’an mengandung berbagai macam ilmu, ia tidak hanya memuat ilmu-ilmu agama atau hal-hal yang berkaitan dengan ibadah dan ritual, akan tetapi juga memuat ilmuilmu duniawi berupa ilmu pengetahuan yang dapat dibuktikan melalui penelitian ilmiah. Tantawi Jauhari adalah salah seorang ulama tafsir kontemporer yang mendukung tafsir ilmi, adapun karya beliau adalah berjudul al-Jawahir fi Tafsir al-Qur’an al-Karim. Hal yang menarik dari kitab ini ialah, beliau menunjukkan bahwa al-Qur’an tidak hanya menjadi sumber rujukan agama, amal ibadah, dan hukum, akan tetapi juga menjadi sumber rujukan bagi sumber pengetahuan sains, berbeda dengan ulama-ulama lain yang lebih banyak menafsirkan ke bidang fiqih. Beliau ingin membuktikan bahwa al-Qur’an sebagai hudan li al-nas sangat selaras dengan ilmu pengetahuan. Dalam hal ini, makanan halal, ṭayyib dan barakah menjadi salah satu contoh topik yang menarik untuk menggambarkan hubungan antara al-Qur’an dan ilmu Sains. Bagaimana sains membantu memahami ayat al-Qur’an mengenai konsep makanan bergizi, juga membantu menggambarkan bahwa Tuhan dalam firmannya yaitu al-Qur’an sangat memperhatikan manusia dalam segala hal termasuk makanan bergizi yang baik untuk dikonsumsi. Kemudian dari hasil kajian al- Qur’an dan tafsir dengan menggunakan pendekatan sains tersebut maka diharapkan dapat membawa informasi baru yang bermanfaat bagi kehidupan setiap manusia. Di sisi lain juga mengaitkan dengan keberkahan makanan, artinya makanan merupakan karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia. Menurut kajian tafsir Tantawi Jauhari dapat disimpulkan bahwa makanan yang halal, ṭayyib, dan berkah adalah makanan yang mengandung banyak zat gizi, yaitu makanan yang memiliki kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Selain itu juga cara mendapatkan serta pengolahannya harus secara wajar dan sesuai dengan petunjuk al-Quran.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Prof. Dr. H. Fauzan Naif, M.A,
Uncontrolled Keywords: makanan halal, Ṭayyib dan berkah, perspektif tantawi jauhari
Subjects: Ilmu Alqur’an dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur’an dan Tafsir (S1)
Depositing User / Editor: H. Zaenal Arifin, S.Sos.I., S.IPI.
Date Deposited: 24 Oct 2018 08:16
Last Modified: 24 Oct 2018 08:16
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/31280

Actions (login required)

View Item View Item