INKORPORASI PEMIKIRAN NURCHOLISH MADJID TENTANG PLURALISME AGAMA DALAM PENDIDIKAN ISLAM

WAHYUDIN NIM. 0247 1242, (2009) INKORPORASI PEMIKIRAN NURCHOLISH MADJID TENTANG PLURALISME AGAMA DALAM PENDIDIKAN ISLAM. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (INKORPORASI PEMIKIRAN NURCHOLISH MADJID TENTANG PLURALISME AGAMA DALAM PENDIDIKAN ISLAM)
BAB I,V.pdf - Published Version

Download (423kB) | Preview
[img] Text (INKORPORASI PEMIKIRAN NURCHOLISH MADJID TENTANG PLURALISME AGAMA DALAM PENDIDIKAN ISLAM)
BAB II,III,IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (423kB)

Abstract

ABSTRAK Bangsa Indonesia yang dinilai memiliki keragaman agama budaya, dan bahasa, serta perbedaan lainnya, merupakan sebuah anugerah yang perlu dipelihara dan dijaga keutuhannya. Namun, alih-alih dapat hidup harmonis sinergis antar sesama umat beragama, faktanya agama malah dijadikan sebagai legitimasi umat untuk membenarkan kebenarannya dengan sikap menghalalkan segala cara, termasuk dengan cara kekerasan. Berbagai tindakan kekerasan dan kerusuhan lainnya yang berbau SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) tidak pernah luput dari kehidupan kita dalam beberapa dekade belakangan ini. Berbagai kenyataan pahit itu menunjukkan bahwa secara kolektif kita tidak pernah atau tidak mau belajar tentang bagaimana hidup bersama secara rukun dalam segala perbedaan. Hal ini mengindikasikan, bahwa lemahnya pemahaman umat beragama terhadap nilai-nilai agama yang universal ini erat kaitannya dengan pengajaran agama secara eksklusif. Secara formal, pendidikan agama selama ini cenderung masih bersifat doktrinal, monolog, dan dipenuhi muatan formalitas yang terkesan menolak realitas pluralitas keberagamaan. Tentu saja, persoalan keagamaan ini tidak menjadi suatu kenyataan yang kita telan mentah-mentah, tetapi jika dibiarkan akan berlarut-larut menjadi ancaman bagi keberlangsungan umat beragama dan integritas Indonesia. Menurut almarhum Nurcholish Madjid (1939-2005), pluralisme tidak hanya dilihat sebagai fakta, tetapi kemajemukan dilihat dan diperlukan sebagai bentuk positivisme, bukan negativisme. Dalam hal ini, salah satu menjawab persoalan itu diperlukan paradigma baru pendidikan (agama) Islam yang berbasis pluralisme agama. Konsep pluralisme agama pemikiran Nurcholish Madjid (Cak Nur) ini, mendapat tempat dan ruang untuk diapresiasi dan diaktualisasikan dalam konteks pendidikan (agama) Islam di Indonesia. Sehingga, dalam kaitannya dengan penelitian ini, penyusun dapat merumuskan pokok masalah yang akan dikaji dalam penyusunan skripsi ini. Pertama, bagaimana konsep pluralisme agama menurut Nurcholish Madjid? Kedua, bagaimana relevansi konsep pluralisme agama Nurcholish Madjid dalam konteks pendidikan Islam? Berdasarkan penelitian yang menggunakan pendekatan historis, filosofis, dan pedagogis ini, dihasilkan beberapa poin jawaban atas rumusan masalah. pertama, dalam gagasan pokok pluralisme agama Cak Nur terkandung dua gagasan besar yang mewadahi konsep-konsep yang melingkupinya. 1) gagasan universalisme Islam. Gagasan ini setidaknya, dapat ditemukan beberapa konsep yang menyemangati pluralisme agama, diantaranya: konsep islâm (kepasrahan); konsep kesatuan kenabian dan ajarannya; dan konsep kesatuan ide keselamatan agama-agama; 2) gagasan kosmopolitanisme Islam. Gagasan ini lahir berangkat dari adanya pandangan umat beragama yang membentuk pandangan budaya kosmopolit, yaitu sebuah pola budaya yang konsep-konsep dasarnya meliputi, dan diambil dari, budaya seluruh umat manusia. Seperti, diantaranya: konsep keterbukaan, konsep persamaan (egalitarianisme), dan konsep toleransi. Kedua, berangkat dari pembahasan yang mengangkat persoalan berbagai kelemahan dalam pendidikan (agama) Islam, yang menuntut adanya upaya reorientasi paradigma pendidikan (agama) Islam yang religius-humanis. Dalam konteks inilah, nilai-nilai yang terkandung dalam konsep pluralisme agama Cak Nur diinkorporasikan dalam pendidikan (agama) Islam. sehingga, dalam hal ini, diperlukan metode dan pendekatan yang relevan-komprehensif. Metode yang dimaksud adalah dialogis-kritis, sehingga dalam pembelajaran pendidikan (agama) Islam tercipta ruang dialog dan saling pemahaman yang konstruktif. Sedangkan, pendekatan yang digunakan meliputi, sistemik, suplementer, dan komplementer. Pada dasarnya, penanaman konsep pendidikan pluralisme ini, tentu saja, tidak dengan memengaruhi kemurnian masing-masing agama yang diyakini kebenarannya oleh masyarakat/peserta didik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Muh. Agus Nuryatno, MA. Ph.D
Uncontrolled Keywords: Inkorporasi, Pemikiran, Nurcholis Madjid, Pluralisme, Agama, Pendidikan Islam
Subjects: Pendidikan Agama Islam
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Kependidikan Islam (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 08 Aug 2012 12:51
Last Modified: 16 Mar 2017 03:11
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/3129

Actions (login required)

View Item View Item