SHALAT SEBAGAI UPAYA PREVENTIF TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG MENURUT AL-QUR’AN

SINGGIH MUHERAMTO HADI - NIM. 01220684, (2009) SHALAT SEBAGAI UPAYA PREVENTIF TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG MENURUT AL-QUR’AN. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (SHALAT SEBAGAI UPAYA PREVENTIF TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG MENURUT AL-QUR’AN)
BAB I,V.pdf - Published Version

Download (402kB) | Preview
[img] Text (SHALAT SEBAGAI UPAYA PREVENTIF TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG MENURUT AL-QUR’AN)
BAB II,III,IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (312kB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengertian shalat secara lengkap berdasarkan al-Qur'an, pengertian fakhsya dan munkar yang mana ini merupakan ungkapan lain dari perilaku menyimpang menurut al-Qur'an, dan kategori shalat dapat mencegah perilaku menyimpang menurut al-Qur'an. Dengan tujuan di atas, rumusan masalah yang bisa ditarik adalah, pertama bagaimana pengertian shalat menurut al-Qur'an ? Kedua, bagaimana pengertian fakhsya dan munkar menurut al-Qur'an ? Ketiga, bagaimana kategori shalat dapat mencegah perilaku menyimpang menurut al-Qur'an ? Peneliti mengambil perspektif al-Qur'an sebagai pengamatan. Hal ini peneliti lakukan karena, pertama, dalam al-Qur'an dijelaskan bahwa shalat dapat mencegah perilaku menyimpang. Ini merupakan garansi valid yang tidak diragukan lagi. Kedua, al-Qur'an merupakan sumber primer bagi orang Islam dalam keberagamaannya. Ketiga, kajian shalat selama ini lebih menekankan aspek fiqh semata. Dengan menggunakan metode diskriptif-maudhu'i-interpretatif dapat diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, shalat sempurna menurut al-Qur'an adalah shalat yang dikerjakan menurut syarat, rukun, dan sunahnya. Di samping itu, shalat juga harus dikerjakan dengan menyertakan aktifitas lain, yaitu dzikir, doa, dan takwa. Bila fase ini telah dilaksanakan, fase selanjutnya adalah penunaian zakat. Orang yang sempurna shalatnya adalah mereka yang menunaikan zakat setelah shalat, tentu bagi yang mampu. Kedua, faksya' dalam al-Qur'an adalah segala sesuatu yang dianggap buruk oleh akal, syara, dan tabi'at. Pengertian ini memasukkan kategori perilaku menyimpang yang dikemukakan oleh sosiolog, yaitu patologi, analitis, anomie, dan reaksi sosial. Sedangkan munkar dalam al-Qur'an adalah penyimpangan terhadap norma agama. Ketiga, shalat yang dilaksanakan dengan tipikal di atas dapat mencegah seseorang melakukan perbuatan menyimpang, dan mencegah orang lain melakukan hal tersebut.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: PEMBIMBING: NAILUL FALAH, S.AG, M.SI
Uncontrolled Keywords: Shalat, Perilaku Menyimpang, dan al-Qur'an.
Subjects: Psikologi
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Bimbingan dan Konseling Islam (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 09 Aug 2012 10:04
Last Modified: 29 Dec 2016 03:24
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/3130

Actions (login required)

View Item View Item