KAPITALISME “BUDIMAN”: POLA HUBUNGAN KESEJAHTERAAN ANTARA PETANI KAKAO DENGAN PABRIK DI DESA NGLANGGERAN

MULYA FITRI, NIM. 14230001 (2018) KAPITALISME “BUDIMAN”: POLA HUBUNGAN KESEJAHTERAAN ANTARA PETANI KAKAO DENGAN PABRIK DI DESA NGLANGGERAN. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (KAPITALISME “BUDIMAN”: POLA HUBUNGAN KESEJAHTERAAN ANTARA PETANI KAKAO DENGAN PABRIK DI DESA NGLANGGERAN)
14230001_BAB-I_IV_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (KAPITALISME “BUDIMAN”: POLA HUBUNGAN KESEJAHTERAAN ANTARA PETANI KAKAO DENGAN PABRIK DI DESA NGLANGGERAN)
14230001_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Kapitalisme Budiman: Pola Hubungan Kesejahteraan antara Petani Kakao dengan Pabrik di Desa Nglanggeran”. Pada penelitian ini, peneliti memaparkan hubungan kerja antara petani kakao dengan pabrik. Selanjutnya peneliti menjelaskan kondisi kesejahteraan para aktor dengan menganalisis keuntungan dan nilai lebih yang mereka dapatkan melalui kerja sama tersebut. Peneliti menggunakan teori nilai lebih dalam menganalisis hasil dari penelitian. Adapun metode penelitian dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai metode yang ditempuh peneliti pada proses pengumpulan data. Pada pengecekan terhadap kebenaran data, peneliti menggunakan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian peneliti paparkan sesuai dengan keadaan lapangan yang sesungguhnya. Hasil dari penelitian ini menggambarkan tanaman kakao yang berusia cukup tua Di Desa Nglanggeran, tidak serta merta menjadi mata pencaharian utama seluruh masyarakat. Petani dengan kepemilikan lahan yang sedikit, cenderung menjadikan tanaman tersebut sebagai mata pencaharian tambahan. Adapun kerja sama yang terjalin antara petani kakao dengan pabrik, dipicu oleh saling ketergantungan kedua belah pihak. Ketergantungan petani diantaranya dari segi komersial, input produksi, dan modal. Sedangkan Pabrik bergantung kepada bahan mentah yang dihasilkan oleh petani. Simbiosis mutualisme sebagai narasi yang digaungkan pemilik modal pada kerja sama tersebut, sekaligus menggambarkan pendayagunaan tersamar terhadap tenaga kerja petani kakao. Melalui program integrasi kambing kakao dan pelatihan soft skill yang diselenggarakan pabrik, petani mendapat pekerjaan dan pendapatan tambahan, serta input produksi berupa pupuk organik dari kambing. Kebutuhan pabrik terhadap susu sebagai bahan campuran dalam membuat produk, juga dapat terpenuhi dari program tersebut. Begitu juga dengan pelatihan soft skill yang diselenggarakan pabrik, petani secara mandiri dapat membuat produk dari olahan kakao, yang pada akhirnya dapat menambah pendapatan mereka. Adapun pabrik sebagai perantara pendistribusian produk dari petani, dapat menambah kuantitas produk, tanpa perlu melakukan penambahan karyawan. Semakin bayak jumlah produk yang didistribusikan, berbanding lurus dengan keuntungan yang diperoleh. Layaknya pemilik modal pada umumnya, dalam memaksimalkan kesejahteraan, pabrik memperoleh keuntungan diantaranya dari penjualan produk olahan kakao, baik yang diproduduksi pabrik, maupun produk dari masyarakat. Hal ini kemudian menunjukkan iklim kerja yang saling menguntungkan, mempertegas sisi budiman pemilik modal, sekaligus menggambarkan pendayagunaan tesamar terhadap tenaga kerja petani.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Dr. Abdur Rozaki, M.Si,
Uncontrolled Keywords: Kapitalisme budiman, hubungan kesejahteraan, komoditas kakao.
Subjects: Pengembangan Masyarakat Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Pengembangan Masyarakat Islam (S1)
Depositing User / Editor: H. Zaenal Arifin, S.Sos.I., S.IPI.
Date Deposited: 30 Oct 2018 09:42
Last Modified: 30 Oct 2018 09:42
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/31321

Actions (login required)

View Item View Item