STUDI KOMPARASI OBJEK HIBAH YANG BELUM DISERAHTERIMAKAN KAITANNYA DENGAN HARTA WARISAN MENURUT MAZHAB HANAFI DAN MALIKI

ACHMAD SYUKRI HANIF, NIM. 97362768 (2004) STUDI KOMPARASI OBJEK HIBAH YANG BELUM DISERAHTERIMAKAN KAITANNYA DENGAN HARTA WARISAN MENURUT MAZHAB HANAFI DAN MALIKI. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (STUDI KOMPARASI OBJEK HIBAH YANG BELUM DISERAHTERIMAKAN KAITANNYA DENGAN HARTA WARISAN MENURUT MAZHAB HANAFI DAN MALIKI)
97362768 - BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (5MB) | Preview
[img] Text (STUDI KOMPARASI OBJEK HIBAH YANG BELUM DISERAHTERIMAKAN KAITANNYA DENGAN HARTA WARISAN MENURUT MAZHAB HANAFI DAN MALIKI)
97362768 - BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (5MB)

Abstract

Hibah dalam pengertian umum adalah memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, baik berupa harta benda maupun non benda yang mencakup pula hadiah dan sadaqah. Pemberian hibag dilakukan dikala si pemberi hibah masih hidup. Berkaitan dengan asalah diatas maka salah satu permasalahannya adalah mengenai terjadinya akad hibah (pernyataan ijab qabul) tetapi objek hibah (al-mauhub) belum diterima oleh si penerima hibah (al-mauhublah) dikarenakan ia meninggal dunia terlebih dahulu atau si pemberi hibah yang meninggal dunia terlebih dahulu sebelum al-mauhub diserahkan, padahal dengan meninggalnya seseorang akan timbul hak kewarisan yang merupakan salah satu dari sebab-sebab hak milik yang sempurna. Dalam mazhab Maliki rukun hibat hanya satu yakni sigat, tidak mutlak adanya qabul tetapi bisa saja hanya ijab. Jadi pemberian hibah sudah sah apabila si penghibah sudah menyatakan bahwa ia akan menghibahkan sesuatu barang kepada seseorang. Sedangkan menurut mazhab Hanafi sigat dalam hibah mensyaratkan adanya qabul dalam aqad hibah walaupun waktunya dapat ditangguhkan, sehingga antara si penghibah dan yang menerima hibah harus ada qabad sebagai syarat sahnya hibah. Dalam kaitannya dengan objek hibah yang belum diserahterimakan sedang si pemberi hibah telah meninggal, menilik pendapat mazhab Maliki harta yang dihibahkan tersebut bukan merupakan tirkah (harta waris) yang akan dibagikan kepada ahli warisnya.Harta tersebut adalah harta hibah sah yang dimiliki secara sempurna oleh penerima hibah. Adapun sifat penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik komparatif, yaitu berusaha menggambarkan, menguraikan dan membandingkan pendapat mazhab Hanafi dan Maliki seputar objek hibah yang belum diserahterimakan kaitannya dengan harta warisan Dari permalahan diatas bisa disimpulkan bahwa pelaksanaan hibah boleh dan semestinya dilakukan dengan situasi dan kondisi setempat, baik yang menyangkut siapa yang berhibah, orang yang menerima hibah, abarang yang dihibahkan dan bagaimana cara melakukan hibah dan yang terpenting tidak bertentangan dengan ketentuan syar’i.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: DRS. SUPRIATNA, M.Si
Uncontrolled Keywords: Mazhab Maliki dan Hanafi, hibah, harta warisan
Subjects: Perbandingan Madzhab
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzab (S1)
Depositing User / Editor: Drs. Mochammad Tantowi, M.Si.
Date Deposited: 01 Nov 2018 02:09
Last Modified: 01 Nov 2018 02:09
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/31334

Actions (login required)

View Item View Item