TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP BAGI HASIL PERTANIAN (STUDI KASUS DI DESA WANAKAYA KABUPATEN CIREBON),

UBAIDILLAH, NIM: 97382998 (2003) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP BAGI HASIL PERTANIAN (STUDI KASUS DI DESA WANAKAYA KABUPATEN CIREBON),. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP BAGI HASIL PERTANIAN (STUDI KASUS DI DESA WANAKAYA KABUPATEN CIREBON),)
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP BAGI HASIL PERTANIAN (STUDI KASUS DI DESA WANAKAYA KABUPATEN CIREBON),)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

Wanakaya adalah salah satu daerah di wilayah Kabupaten Cirebon yang sebagian besar penduduknya hidup dari hasil pertanian. Bentuk sistem pertanian yang dipakai oleh mereka bermacam-macam sesuai dengan kondisi dan adat istiadat setempat. Salah satu bentuk pengolahan lahan pertanian yang mereka pakai adalah sistem bagi hasil, atau yang lazim disebut oleh orang-orang setempat dengan nama sistem Paparon. Sistem tersebut adalah suatu jenis ketjasama antara petani dengan pemilik lahan, yang salah satunya menyerahkan lahan pertanian untuk digarap oleh pihak petani penggarap. Dalam hal ini penggarap, menerima lahan tersebut untuk melakukan pengolahan atau penggarapan dengan konsekwensi hasil yang dicapai. Penulis tertarik mengadakan kajian di daerah tersebut yaitu bagaimanakah praktek sistem bagi hasil pertanian yang dilaksanakan masyarakat Wanakaya? Dan bagaimanakah pandangan hukum Islam terhadap konsep bagi hasil pertanian tersebut? Penelitian ini adalah penelitian lapangan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah: teknik sample, observasi dan wawancara Kesimpulan dari kajian ini adalah Bagi hasil pertanian bukan hanya sebagai cara untuk memperoleh keuntungan,tapi lebih dari itu merupakan perwujudan sikap tolong menolong dan sating ketergantungan antara pihak pemilik dan pemelihara. Dalam hal pembagian hasil, pemilik tidak mengetahui jumlah Pengolahan lahan yang dia ketahui hanyalah hasil dari bagi hasil tersebut, sehingga adanya penyalah gunaan kepercayaan yang diberikan pemilik lahan, sehingga terjadi perselisihan-perselisihan. Namun hal tersebut dapat diselesaikan dengan jalan musyawarah dan hal ini dibenarkan dengan adanya kerelaan kedua belah pihak. Perhitungan biaya pemeliharaan serta cara pengembalian modal dalam sistem paparon pada praktek yang terjadi di Wanakaya, seluruh biaya yang dikeluarkan dalam masa pemeliharaan ditanggung oleh petani penggarap dan tidak diperhitungkan pada masa pembagian keuntungan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: 1. Drs. H.M. Thoha Abdurrahman 2. Agus Muhammad Najib, S.Ag., M.Ag
Uncontrolled Keywords: Hukum Islam , bagi hasil pertanian
Subjects: Muamalat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah (S1)
Depositing User / Editor: Dra. Irhamny
Date Deposited: 06 Nov 2018 03:50
Last Modified: 06 Nov 2018 03:50
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/31386

Actions (login required)

View Item View Item