Konsep Zakat Produktif dalam Pemikiran Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari (Studi terhadap Kitab Sabil Al Muhtadin)

Hosnu El Wafa, 98353156 (2003) Konsep Zakat Produktif dalam Pemikiran Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari (Studi terhadap Kitab Sabil Al Muhtadin). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (Konsep Zakat Produktif dalam Pemikiran Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari (Studi terhadap Kitab Sabil Al Muhtadin))
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img] Text (Konsep Zakat Produktif dalam Pemikiran Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari (Studi terhadap Kitab Sabil Al Muhtadin))
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (5MB)

Abstract

Penelitian yang berjudul Konsep Zakat Produktif dalam Pemikiran Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari (Studi terhadap Kitab Sabil Al Muhtadin) adalah bertujuan untuk mendeskripsikan konsepsi zakat produktif Syekh Muhmmad Arsyad al Bnjari dalam kitab Sabil al MUhtadin, serta mendeskripsikan relevansi penerapan konsep Syekh Muhammad Arsyad al Banjari tentang zakat produktif di masa sekarang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), adapun pengumpulan datanya dengan cara menelusuri dan menelaah literature-literatur dan bahan tertulis lainnya yang relevan dengan masalah yang dibahas. Dalam menganalisis data penulis menggunakan analisa kualitatif dengan metode penalaran deduksi dan induksi, serta dengan menggunakan pendekatan sosiologis-normatif. Dari pembahasan yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa: 1) Syekh Muhammad Arsyad al Banjari berpendapat bahwa ibadah zakat bisa berfungsi sebagai alat untuk memerangi kemiskinan dalam masyarakat, yaitu dengan cara pengelolaannya yang bersifat produktif. Harta zakat dapat diberikan kepada fakir miskin sesuai kepandaian atau keterampilannya berupa modal usaha, alat kerja, lahan produktif atau sejenisnya, dengan harapan agar selama usianya mencapai usia kebanyakan orang (umur galib) sudah tidak lagi termasuk golongan fakir miskin yang berhak menerima zakat. Perumusan konsep ini melalui penerapan metode istinbat hukum maslahat mursalah. Hal ini diketahui dari tidak adanya dalil khas yang mendasari konsepsi zakat produktif Syekh Muhammad Arsyad al Banjari, dan adanya kemaslahatan umat dalam menghadapi masalah kemiskinan. Konsepsi zakat produktif mempunyai tujuan yang berkesesuaian dengan tujuan syari’at, masuk akal, dan tidak bertentangan dengan dalil-dalil qat’iy. Dengan demikian konsepsi zakat produktif Syekh Muhammad Arsyad al Banjari merupakan bentuk maslahat yang dapat diterima. 2) pada masa sekarang, dengan memperhatikan masalah kemiskinan yang dihadapi umat Islam, pemikiran zakat produktif Syekh Muhammad Arsyad al Banjari ini secara ide sangat relevan untuk dikembangkan dalam masyarakat Islam. Maslah kemiskinan merupakan masalah yang mendesak dihadapi oleh umat Islam di samping masalah kebodohan. Untuk itu diperlukan adanya jalan penyelesaian yang tepat, diantaranya melalui aplikasi konsep zakat produktif. Bentuk aplikasi zakat produktif yang ditawarkan oleh Syekh Muhammad Arsyad al Banjari dalam kitab Sabil al Muhtadin diwarnai oleh situasi dan kondisi masyarakat di masanya, sehingga bentuk aplikasi inipun perlu tidak terlepas dari tempat dan waktu perumusannya. Sehingga relevansi bentuk aplikasi zakat produktif yang ditawarkanSyekh Muhammad Arsyad al Banjari bersifat relatif sesuai tempat dan waktu.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. Supriatna
Uncontrolled Keywords: Zakat, Zakat Produktif, Syekh Muhammad Arsyad al Banjari
Subjects: Hukum Islam > Zakat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Al-Ahwal Asy-Syakhsiyyah (S1)
Depositing User / Editor: Khusnul Khotimah
Date Deposited: 04 Jul 2019 06:21
Last Modified: 04 Jul 2019 06:21
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/31400

Actions (login required)

View Item View Item