TINJAUAN HUKLM ISLAM TERHADAP GADAI TANAMAN KERAS DALAM ADAT MINANGKABAU

DESY HAYU ASTUTI, NIM. 0038 0516 (2004) TINJAUAN HUKLM ISLAM TERHADAP GADAI TANAMAN KERAS DALAM ADAT MINANGKABAU. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP GADAI TANAMAN KERAS DALAM ADAT MINANGKABAU)
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP GADAI TANAMAN KERAS DALAM ADAT MINANGKABAU)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (3MB)

Abstract

Penyusunan skripsi ini berkenaan dengan adanya praktek gadai tanaman kcras bcrupa kclapa di Dcsa Padang Gantiang, Batu Sangkar, Sumatera Barat. Penelitian ini menarik dilakukan karena dalam praktek gadai tersebut, penggadai diperbolehkan untuk mengambilan manfaat dari barang gadaian yang menurut hukum Islam tanaman kelapa tersebut tidaklah termasuk dalam barang gadaian yang membutuhkan biaya perawatan. Penelitian m1 dilakukan dengan mernfokuskan pada masalah bagaimana tiftiauan hukum Islam terhadap praktek gadai tanaman keras (kelapa) di masyarakat Padang Gantiang khususnya dan adat Minangkabau umumnya. Adapun metode yang digunakan untuk menemukan jawaban terhadap pennasalahan tersebut adalah metode penelitian Iapangan (Field Research). Sifat penelitian ini ad3lah Research Development dengan mengunakan cara deskriptik­ apalitik, dan untuk memecahkan masalah yang dihadapi digunakan pendekatan nurmatif. Data-data yang diperoleh berupa data primer, yang meliputi kepala nagari, ketua adat dan beberapa masyarakat yang dianggap mengetahui, memahami, juga pernah melakukan gadai tanaman keras. Adapun data sekunder, merupakan data berupa dokumen yang selanjutnya dilakukan analisa terhadap data-data tersebut dengan cara induktif. Untuk menilai hukum dari gadai tanaman kclapa di Dcsa Padang Gantiang ini, pcnyusun menggunakan cara berfikir dcduktif. Bcrdasarkan penelitian, penyusun mendapatkan beberapa kesimpulan bahwa hukum Islam tidak membenarkan pemegang gadai untuk mengambil manfaat atas barang gadai yang berupa tanaman keras. Dan alasan masyarakat untuk mclakukan gadai terkadang tidak untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak, melainkan hanya untuk kebutuhan-kebutuhan sekunder.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: 1. DR. KHOIRUDDIN NASUTION, M.A. 2. GUSNAM HARIS, S. Ag, M. Ag
Uncontrolled Keywords: Gadai tananman keras
Subjects: Muamalat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah (S1)
Depositing User / Editor: Drs. Bambang Heru Nurwoto
Date Deposited: 09 Nov 2018 01:27
Last Modified: 09 Nov 2018 01:27
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/31440

Actions (login required)

View Item View Item