JURNALISME EMPATI DALAM PEMBERITAAN PENGAKUAN TRUMP ATAS YERUSALEM SEBAGAI IBU KOTA ISRAEL (ANALISIS FRAMING PADA SKH REPUBLIKA EDISI DESEMBER 2017)

Arina Luthfiana Defi, NIM 14210048 (2018) JURNALISME EMPATI DALAM PEMBERITAAN PENGAKUAN TRUMP ATAS YERUSALEM SEBAGAI IBU KOTA ISRAEL (ANALISIS FRAMING PADA SKH REPUBLIKA EDISI DESEMBER 2017). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga.

[img]
Preview
Text (JURNALISME EMPATI DALAM PEMBERITAAN PENGAKUAN TRUMP ATAS YERUSALEM SEBAGAI IBU KOTA ISRAEL (ANALISIS FRAMING PADA SKH REPUBLIKA EDISI DESEMBER 2017))
14210048_BAB-I_IV_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (13MB) | Preview
[img] Text (JURNALISME EMPATI DALAM PEMBERITAAN PENGAKUAN TRUMP ATAS YERUSALEM SEBAGAI IBU KOTA ISRAEL (ANALISIS FRAMING PADA SKH REPUBLIKA EDISI DESEMBER 2017))
14210048_BAB-II_sampai_SEBELUM_BAB_TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (4MB)

Abstract

Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel mendapat kecaman dan kritikan dari berbagai belahan dunia. Beberapa media di tanah air seperti SKH Republika turut serta memberitakan tentang kasus tersebut. Dilihat secara sekilas, SKH Republika cenderung membingkai pemberitaan tersebut dengan menekankan sifat empati terhadap masyarakat Palestina. Masyarakat Palestina dianggap sebagai korban ketidakadilan atas keputusan Trump. Pemberitaan SKH Republika terkait kasus ini terindikasi menggunakan jurnalisme empati. Jurnalisme empati adalah jurnalisme yang berempati terhadap penderitaan orang, baik yang disebabkan oleh kultur, struktur sosial, maupun individual tanpa batas-batas yang dikonstruksikan secara etnis, agama, gender, kelas dan ain-lain. Atas dasar tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lebih jauh mengenai penggunaan jurnalisme empati terkait pemberitaan pengakuan Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel di SKH Republika. Penelitian ini menggunakan metode analisis framing model Robert N. Entmant. Dalam metode analisis framing model Robert N. Entmant ada empat tahap yang dilakukan, yaitu pendefinisian masalah (Defining Problems), memperkirakan sebab-akibat (Diagnosis Cause), membuat pilihan moral (Make Moral Judgement), dan menekankan penyelesaian (Treatment Rocomendation). Setelah ditemukan framing, kemudian data yang telah dianalisis diarahkan kepada analisa mengenai jurnalisme empati. Jurnalisme empati memiliki beberapa unsur yaitu penonjolan penderitaan manusia, sisi belas kasihan, pemberitaan yang seimbang, kelengkapan unsur 5W+1H, dan fakta publik dan fakta personal yang disajikan oleh wartawan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa framing SKH Republika terhadap pemberitaan pengakuan Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel lebih menekankan bahwa keputusan Trump telah menambah rentetan konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina. Keputusan tersebut dianggap sebagai keputusan sepihak dan tidak mendasar. SKH Republika memframing pemberitaannya dengan menempatkan Donald Trump sebagai aktor yang bersalah. Kemudian dari tinjauan jurnalisme empati, SKH Republika sudah menerapkan jurnalisme empati dalam pemberitaannya. Kata kunci: Pengakuan, Donald Trump, Jurnalisme Empati.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Dr. Hamdan Daulay, M.A., M.Si
Uncontrolled Keywords: Pengakuan, Donald Trump, Jurnalisme Empati.
Subjects: Penyiaran Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Komunikasi Penyiaran Islam (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 23 Nov 2018 07:57
Last Modified: 23 Nov 2018 07:57
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/31648

Actions (login required)

View Item View Item