PENAFSIRAN SAYYID QUTB TENTANG MUKMIN SEBAGAI PELAKU KEBAIKAN DALAM KITAB TAFSIR FI ZILAL AL-QUR'AN

NASOCHA NIM. 04531563, (2009) PENAFSIRAN SAYYID QUTB TENTANG MUKMIN SEBAGAI PELAKU KEBAIKAN DALAM KITAB TAFSIR FI ZILAL AL-QUR'AN. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (PENAFSIRAN SAYYID QUTB TENTANG MUKMIN SEBAGAI PELAKU KEBAIKAN DALAM KITAB TAFSIR FI ZILAL AL-QUR'AN )
BAB I, IV, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (PENAFSIRAN SAYYID QUTB TENTANG MUKMIN SEBAGAI PELAKU KEBAIKAN DALAM KITAB TAFSIR FI ZILAL AL-QUR'AN )
BAB II, III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (419kB)

Abstract

Di dalam al-Qur'an mengandung keterangan dan penjelasan tentang keimanan, perbuatan-perbuatan baik, pahala dan ancaman, riwayat orang terdahulu, teladan dan ibarat yang diambil dari pengalaman mereka serta hal-hal yang erat hubungannya dengan hidup kemasyarakatan manusia. Kurang lebih 500 ayat dari seluruh ayat al-Qur'an (8%) mengandung ketentuan tentang iman, ibadah dan hidup kemasyarakatan. Ayat-ayat mengenai ibadah berjumlah 140 dan mengenai hidup kemasyarakatan 228 dengan perincian akhir sebagai berikut: hidup kekeluargaan, perkawinan, perceraian, hak waris dan sebagainya, 70 ayat; hidup berdagang, ekonomi, jual beli, sewa menyewa, pinjam meminjam, 70 ayat; masalah pidana, 30 ayat; hubungan muslim dengan non muslim, 25 ayat; pengadilan, 13 ayat; hubungan orang kaya dengan orang miskin, dan kenegaraan 10 ayat. Salah satu permasalahan yang paling kontroversial adalah mengenai signifikansi amal yaitu tentang perbuatan atau tindakan manusia di dunia. Apakah amal termasuk unsur penting bagi iman? Ataukah hanya diakui sebagai urutan yang diperlukan oleh iman, atau hanya merupakan unsur yang boleh dihilangkan sama sekali karena dipandang tidak relevan dalam urutan iman.? Dikarenakan banyaknya ayat-ayat yang menyebutkan kata iman berikut dijelaskan derivasinya dalam al-Qur'an, kata imanpun selalu bergandengan dengan kata amal shalih, seperti mukmin sebagai orang yang bertaubat, sebagai orang yang taat, sebagai penegak keadilan, sebagai orang yang berhijrah dan berjihad dan masih banyak gambaran seorang mukmin dalam al-Qur'an. Adapun yang akan penulis angkat ialah bagaimanakah penafsiran Sayyid Qutb tentang mukmin sebagai pelaku kebaikan dalam tafsir fi Zilal al-Qur'an. Untuk memahami permasalahan yang akan dibahas, penulis akan menggunakan metode deskriptif analitik. dengan menggunakan pendekatan metode tematiknya al-Farmawi yaitu metode tafsir yang berusaha mencari jawaban terhadap tema mukmin sebagai pelaku kebaikan dengan jalan menghimpun seluruh ayat yang dimaksud, dan selanjutnya menganalisis lewat ilmu-ilmu bantu yang relevan dengan mukmin sebagai pelaku kebaikan. Dari sini mungkin penulis akan menemukan sesuatu yang signifikan dan sebuah hasil yang sedikit berbeda dengan yang lain berdasarkan latar belakang dan basic keilmuan yang dimiliki oleh Sayyid Qutb. Sayyid Qutb memandang amal shalih sangatlah menentukan kriteria seorang mukmin, tanpa disertai amal shalih belumlah dikatakan sebagai orang yang beriman. Karena Sayyid Qutb adalah seorang ideolog yang radikal yang memandang perbuatan (amal shalih) sebagai sesuatu yang sangat penting, maka posisi amal dalam pribadi seorang mukmin sangatlah urgen. Sebab dengan perbuatan (amal shalih) itulah gerakan dapat dilahirkan dalam sehari-hari. Secara kontekstual jelas bahwa perbuatan baik atau amal shalih adalah tindakan yang mengandung nilai kebajikan yang telah diperintahkan oleh Allah supaya dilakukan oleh setiap orang yang beriman.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Dr. Nurun Najwah, M.Ag
Uncontrolled Keywords: Penafsiran, Sayyid Qutb, Mukmin. Pelaku Kebaikan, Tafsir fi Zilal Al-Qur'an
Subjects: Tafsir Hadist
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Tafsir Hadist (S1)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 12 Sep 2012 15:01
Last Modified: 29 May 2015 02:41
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/3178

Actions (login required)

View Item View Item