MAKNA SIMBOLIK DALAM TRADISI BEKAKAK DI GAMPING YOGYAKARTA

NOVA FAJRIYATUL HIDAYATI NIM: 04511587, (2009) MAKNA SIMBOLIK DALAM TRADISI BEKAKAK DI GAMPING YOGYAKARTA. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (MAKNA SIMBOLIK DALAM TRADISI BEKAKAK DI GAMPING YOGYAKARTA)
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img] Text (MAKNA SIMBOLIK DALAM TRADISI BEKAKAK DI GAMPING YOGYAKARTA)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (141kB)

Abstract

Ernst Cassier menyebut manusia sebagai 'animal simbolicium' atau hewan yang bersimbol. Sebab manusia tidak dapat berinteraksi dengan seluruh alam secara langsung, tetapi melalaui berbagai simbol. Jadi simbol inilah yang menjadi medium manusia untuk memahami makna dibalik dinia yang konkrit. Simbol memang begitu erat dengan kebudayaan manusia, mungkin kita hidup digerakkan oleh simbol-simbol, sampai manusiapun disebut makluk dengan simbol-simbol atau makluk yang identik dengan simbol. Kemampuan manusia untuk mengungkapkan simbol-simbol itu disebabkan karena ia makluk berbudaya yang selalu berkomunikasi. Dapat kita katakan bahwa budaya manusia penuh diwarnai dengan simbolisme. Sepanjang sejarah budaya manusia, simbolisme telah mewarnai tindakan-tindakan manusia baik tingkah laku, bahasa, religi, maupun karyanya. Tradisi Bekakak adalah salah satu karya manusia yang juga dipenuhi dengan simbol-simbol. Dari latar belakang diatas, penulis cukup tergelitik untuk meneliti realitas tersebut secara lebih serius, sistematis, dan terarah. Dalam bentuk penulisan skripsi , dengan harapan mampu memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai makna-makna yang terkandung dibalik keunikan simbol tersebut. Persoalan yang menjadi fokus dari penelitian ini yaitu: Apa latarbelakang penggunaan simbol dalam Tradisi Bekakak di Gamping Yogyakarta? dan Apa makna simbol-simbol dalam konteks keselamatan yang terdapat dalam Tradisi Bekakak? Untuk mendapatkan data yang terdapat dari permasalahan tersebut diatas, penulis menggunakan metode deskriptif. Deskriptif maksudnya adalah berupaya menjelaskan, menerangkan, atau menggambarkan suatu peristiwa. Sedangkan penelitian kualitatif artinya data yang dihasilkan tidak berwujud angka-angka, melainkan berwujud pertanyaan-pertanyan. Masyarakat Gamping dahulu mempercayai bahwa Tradisi Bekakak dan sesaji-sesaji didalamnya mengandung makna simbolik, makna simbol-simbol yang ada pada Tradisi Bekakak pada umumnya dijadikan sebagai penginggat, agar masyarakat Gamping selamat dari bahaya selama masih di dunia. Simbol-simbol yang mengandung makna pada Tradisi Bekakak antara lain: sepasang pengantin Bekakak yang mempunyai makna agar korban manusia bagi penduduk pencari batu kapur tidak terjadi lagi. Clupak yang mempunyai makna jika sesaji itu sudah dipersembahkan, maka kehidupan masyarakat akan kembali terang. Gendruwo dan Wewegombel sebagai simbol atau gambaran wujud dayang atau penghuni Gunung Gamping, kain bangun tolak yang mempunyai makna atau simbol akan bahaya atau pantangan agar dapat ditolaknya, dan masih banyak lagi makna simbol-simbol dalam Tradisi Bekakak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Drs. Sudin, M.Hum
Uncontrolled Keywords: Makna Simbolik, Tradisi, Bekakak
Subjects: Aqidah Filsafat
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta > Aqidah Filsafat
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Aqidah Filsafat (S1)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 11 Sep 2012 10:19
Last Modified: 04 Aug 2016 03:20
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/3180

Actions (login required)

View Item View Item